Pengakuan Jujur Shayne Pattynama Soal Ramadan di Indonesia: Saya Sudah...

Pebriansyah Ariefana

Senin, 23 Februari 2026 | 11:05 WIB
Pengakuan Jujur Shayne Pattynama Soal Ramadan di Indonesia: Saya Sudah...
Shayne Pattynama. (instagram.com/@s.pattynama)
baca 10 detik
  • Shayne Pattynama memaknai Ramadan sebagai ruang belajar toleransi dan kedisiplinan selama di Indonesia.

  • Bek Persija tersebut mengaku sulit saat mencoba puasa 12 jam di cuaca panas.

  • Atmosfer Ramadan di Indonesia dianggap memberikan motivasi spiritual tambahan bagi para atlet lapangan.

Suara.com - Bulan suci Ramadan selalu menyisakan memori mendalam bagi para pesepakbola profesional yang merumput di tanah air.

Pengalaman spiritual dan sosial ini dirasakan secara langsung oleh bek andalan Persija Jakarta, Shayne Pattynama.

Bagi pemain naturalisasi ini, Ramadan bukan hanya sekadar agenda rutin tahunan bagi umat beragama Islam.

Ia memandang bulan ini sebagai momentum krusial untuk mendalami arti rasa hormat serta nilai kedisiplinan.

Shayne menangkap adanya getaran energi yang unik saat masyarakat Indonesia menyambut bulan penuh berkah ini.

Antusiasme warga dalam merayakan kebersamaan menjadi pemandangan yang sangat berkesan bagi mantan pemain Buriram United tersebut.

Meski sudah lama mengenal tradisi ini, suasana di Indonesia memberikan perspektif baru yang jauh lebih berwarna.

Sebelum meniti karier di Indonesia, ia memang sudah akrab dengan budaya puasa melalui lingkaran pertemanannya.

Lingkungan yang heterogen membuatnya terbiasa melihat rekan sejawatnya tetap profesional menjalankan kewajiban ibadah.

baca juga

"Banyak teman saya yang beragama Islam dan mereka tetap berlatih serta beraktivitas selama Ramadan," kata Shayne Pattynama.

Pengalaman Mencoba Puasa 12 Jam

Pengetahuan Shayne tentang bulan suci ini sebenarnya sudah terbentuk jauh sebelum ia menginjakkan kaki di Indonesia.

"Sebelum ke Indonesia, saya sudah terbiasa melihat dan memahami Ramadan," tambahnya.

Rasa ingin tahu yang besar mendorongnya untuk mencoba merasakan sendiri bagaimana rasanya berpuasa.

Ia ingin memahami secara langsung perjuangan mental dan fisik yang harus dilalui oleh para rekan setimnya.

Shayne sempat menjajal ketahanan tubuhnya dengan tidak makan dan minum dalam durasi waktu tertentu.

Eksperimen pribadi ini membuatnya semakin menaruh rasa hormat yang tinggi kepada para pejuang di lapangan hijau.

Ia menyadari bahwa menjaga performa puncak saat tubuh kekurangan asupan energi adalah sebuah pencapaian luar biasa.

"Saya sangat menghormati semua orang yang menjalankannya karena itu tidak mudah, terutama bagi atlet," kata Shayne.

Bagi seorang atlet, tantangan ini berlipat ganda karena harus tetap berlatih keras di bawah terik matahari.

"Saya pernah mencoba puasa sekitar 12 jam, dan itu jelas tidak mudah, apalagi dengan cuaca yang cukup panas," sambungnya.

Keunikan Atmosfer Ramadan di Indonesia

Shayne melihat ada kekuatan spiritual yang mampu mengubah rasa lelah menjadi sebuah kebahagiaan kolektif.

Perbedaan mencolok sangat terasa ketika ia membandingkan nuansa Ramadan di Indonesia dengan negara lain.

Di Indonesia, gema bulan suci merambah ke segala aspek kehidupan masyarakat secara masif dan terasa hidup.

"Ramadan terasa seperti sebuah perayaan, sesuatu yang dilakukan dengan penuh makna," ucap eks Buriram United tersebut.

Populasi muslim yang besar membuat setiap sudut kota seakan merayakan kehadiran bulan penuh ampunan ini.

"Di sini, lebih banyak orang yang menjalankan Ramadan karena mayoritas penduduknya muslim, suasananya terasa lebih kuat dan lebih hidup," lanjutnya.

Dalam industri sepak bola, periode ini juga membawa penyesuaian khusus pada jadwal pertandingan resmi.

Penyusunan ulang waktu kick-off dilakukan agar para pemain bisa memulihkan energi setelah berbuka puasa.

Meski tidak terdampak secara fisik karena tidak berpuasa penuh, Shayne sering mendengar testimoni dari pemain lain.

Ia menyimpulkan bahwa Ramadan seringkali menjadi katalisator bagi peningkatan kekuatan batin seorang atlet.

Keyakinan yang kuat dianggap mampu menutupi keterbatasan fisik akibat menahan lapar dan dahaga seharian.

Perspektif ini memberikan gambaran betapa kuatnya pengaruh agama terhadap mentalitas bertanding di Indonesia.

Pada akhirnya, ia sangat menghargai bagaimana nilai-nilai religius dapat menyatu harmonis dengan tuntutan profesionalisme.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puasa Ramadan Bikin Berat Badan Naik? Begini Penjelasan Ahli Gizi RSA UGM

Puasa Ramadan Bikin Berat Badan Naik? Begini Penjelasan Ahli Gizi RSA UGM

Lifestyle | Minggu, 22 Februari 2026 | 21:02 WIB

Link Pendaftaran Mudik Gratis Bersama Taspen, Kuota 100 Ribu Pemudik

Link Pendaftaran Mudik Gratis Bersama Taspen, Kuota 100 Ribu Pemudik

Lifestyle | Senin, 23 Februari 2026 | 03:35 WIB

Sound Horeg dan Perang Sarung Dilarang Keras Selama Ramadan di Ponorogo, Apa Sanksinya?

Sound Horeg dan Perang Sarung Dilarang Keras Selama Ramadan di Ponorogo, Apa Sanksinya?

News | Minggu, 22 Februari 2026 | 19:11 WIB

Terkini

Facundo Tello Pimpin Prancis vs Maroko, Deschamps Singgung Wasit Francois Letexier

Facundo Tello Pimpin Prancis vs Maroko, Deschamps Singgung Wasit Francois Letexier

Bola | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:25 WIB

Bomber Polandia Tolak Mentah-mentah Gabung ke Persib Bandung

Bomber Polandia Tolak Mentah-mentah Gabung ke Persib Bandung

Bola | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:12 WIB

Pelatih Maroko Jelang Lawan Prancis: Simpan Pujiannya Sampai Kami Juara Piala Dunia 2026!

Pelatih Maroko Jelang Lawan Prancis: Simpan Pujiannya Sampai Kami Juara Piala Dunia 2026!

Bola | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:00 WIB

Tanda X Pelatih Mesir Jadi Misteri, Lionel Messi Lontarkan Hinaan Rasis?

Tanda X Pelatih Mesir Jadi Misteri, Lionel Messi Lontarkan Hinaan Rasis?

Bola | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:56 WIB

Jorge Jesus Selangkah Lagi Latih Portugal, Bagaimana Nasib Cristiano Ronaldo?

Jorge Jesus Selangkah Lagi Latih Portugal, Bagaimana Nasib Cristiano Ronaldo?

Bola | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:15 WIB

Adu Taktik Deschamps vs Mohamed Ouahbi, Mampukah Prancis Redam Ambisi Balas Dendam Maroko?

Adu Taktik Deschamps vs Mohamed Ouahbi, Mampukah Prancis Redam Ambisi Balas Dendam Maroko?

Bola | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:05 WIB

Siapa Lebih Hebat Lionel Messi atau Diego Maradona? Batistuta Sampai Bingung Milih

Siapa Lebih Hebat Lionel Messi atau Diego Maradona? Batistuta Sampai Bingung Milih

Bola | Kamis, 09 Juli 2026 | 11:59 WIB

Legenda Prancis Sebut Permainan Brasil di Piala Dunia 2026 Bikin Muntah

Legenda Prancis Sebut Permainan Brasil di Piala Dunia 2026 Bikin Muntah

Bola | Kamis, 09 Juli 2026 | 11:36 WIB

FIFA Tolak Banding Prancis! Michael Olise Terancam Absen di Semifinal Piala Dunia 2026

FIFA Tolak Banding Prancis! Michael Olise Terancam Absen di Semifinal Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 09 Juli 2026 | 11:30 WIB

Persib Bandung Tunda Latihan Perdana Jelang Musim Baru, Kenapa?

Persib Bandung Tunda Latihan Perdana Jelang Musim Baru, Kenapa?

Bola | Kamis, 09 Juli 2026 | 10:45 WIB

×