Kevin Diks Jadi Pemain Asia Paling Produktif Cetak Gol di Bundesliga Jerman

Arif Budi

Rabu, 04 Maret 2026 | 10:14 WIB
Kevin Diks Jadi Pemain Asia Paling Produktif Cetak Gol di Bundesliga Jerman
Kevin Diks jadi pemain Asia paling produktif cetak gol di Bundesliga. [Instagram]
baca 10 detik
  • Kevin Diks, bek Timnas Indonesia, menjadi pencetak gol Asia terbanyak di Bundesliga musim ini dengan empat gol.
  • Diks bergabung dengan Borussia Monchengladbach secara gratis dari FC Copenhagen pada bursa transfer musim panas 2025/2026.
  • Seluruh empat gol Diks di liga musim ini dicetak melalui tendangan penalti yang menunjukkan efektivitasnya sebagai eksekutor.

Suara.com - Bek Timnas Indonesia, Kevin Diks sedang menikmati momen istimewa di level tertinggi sepak bola Jerman, Bundesliga.

Meski berposisi sebagai pemain bertahan, Kevin Diks justru mencatatkan torehan gol yang jarang terjadi untuk seorang bek asal Asia.

Data statistik menunjukkan bahwa pemain keturunan Maluku kini menjadi pemain Asia dengan jumlah gol terbanyak di Bundesliga musim ini.

Catatan tersebut membuatnya melampaui produktivitas penyerang Timnas Jepang, Ritsu Doan. Hingga pekan ke-24, Diks telah mengoleksi empat gol di kompetisi liga.

Perjalanan Diks di Jerman dimulai pada bursa transfer musim panas 2025/2026, ketika Borussia Monchengladbach merekrutnya secara gratis dari FC Copenhagen.

Walau datang tanpa biaya transfer, pemain berusia 28 tahun itu langsung mendapat tempat utama di lini belakang Die Fohlen.

Kepercayaan tersebut dibayar dengan konsistensi. Diks sudah tampil dalam 21 pertandingan Bundesliga serta tiga laga di ajang DFB Pokal.

Performanya ikut membantu memperkuat stabilitas pertahanan tim, terutama setelah Monchengladbach sempat mengalami periode sulit di awal musim.

Menariknya, seluruh gol Diks musim ini lahir dari titik penalti. Ketajamannya sebagai eksekutor menjadi nilai tambah, meskipun tugas utamanya adalah mengawal area pertahanan.

baca juga

Salah satu momen paling berkesan terjadi saat Monchengladbach menghadapi Union Berlin, di mana golnya menjadi penentu kemenangan tim.

Berdasarkan catatan yang dirilis Goalpost Asia, Diks unggul secara efisiensi dibanding Doan.

Jika Ritsu Doan membutuhkan 24 pertandingan untuk mengumpulkan empat gol, Diks mencapainya dengan jumlah laga yang lebih sedikit, padahal ia bukan penyerang murni.

Selain Doan, Diks juga berada di atas pemain Jepang lain, Yuito Suzuki dari SC Freiburg yang baru mencetak tiga gol dari 19 laga.

Statistik ini menegaskan bahwa kontribusi Diks di Bundesliga bukan sekadar bertahan, tetapi juga memberi dampak nyata di papan skor lewat eksekusi penaltinya yang tenang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pundit Jerman: Kevin Diks Kapten Masa Depan Borussia Monchengladbach

Pundit Jerman: Kevin Diks Kapten Masa Depan Borussia Monchengladbach

Bola | Selasa, 03 Maret 2026 | 21:32 WIB

Gemilang di Eropa! 2 Pemain Timnas Indonesia Masuk Tim Terbaik Liga Masing-masing

Gemilang di Eropa! 2 Pemain Timnas Indonesia Masuk Tim Terbaik Liga Masing-masing

Bola | Selasa, 03 Maret 2026 | 11:34 WIB

Harry Kane Pecahkan Rekor 94 Tahun usai Kemenangan Bayern Munich atas Dortmund, Apa Itu?

Harry Kane Pecahkan Rekor 94 Tahun usai Kemenangan Bayern Munich atas Dortmund, Apa Itu?

Bola | Senin, 02 Maret 2026 | 16:05 WIB

Aksi Dingin Kevin Diks Eksekusi Penalti Akhiri Tren Buruk Gladbach di Bundesliga

Aksi Dingin Kevin Diks Eksekusi Penalti Akhiri Tren Buruk Gladbach di Bundesliga

Bola | Senin, 02 Maret 2026 | 16:05 WIB

Pelatih Gladbach Puji Habis-habisan Kevin Diks

Pelatih Gladbach Puji Habis-habisan Kevin Diks

Bola | Senin, 02 Maret 2026 | 12:37 WIB

Terkini

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:37 WIB

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:30 WIB

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:28 WIB

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:19 WIB

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Health | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:01 WIB

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:00 WIB

×