-
Emil Audero memimpin statistik penyelamatan terbanyak di Serie A dengan total 99 aksi gemilang.
-
Jay Idzes tampil dominan sebagai bek utama Sassuolo dengan mencatatkan 140 sapuan bersih musim ini.
-
Kedua pemain ini membuktikan bahwa talenta Indonesia mampu bersaing di level tertinggi kompetisi Eropa.
Pemain yang baru menginjak usia 25 tahun tersebut hampir selalu menjadi pilihan utama pelatih dengan catatan tampil di 26 dari 27 laga.
Ketidakhadirannya hanya terjadi sekali pada awal musim, namun setelah melakukan debut melawan Cremonese pada 29 Agustus 2025, posisinya mutlak tak tergoyahkan.
Kualitas Idzes sebagai bek tengah modern terlihat dari kedisiplinannya dalam memutus aliran bola lawan serta ketenangannya saat membangun serangan dari bawah.
Kepercayaan penuh dari staf kepelatihan dibayar tuntas dengan performa stabil yang membawa Sassuolo merangkak naik ke posisi sembilan klasemen sementara Serie A.
Mengutip informasi dari FootMob, Idzes sukses mencatatkan 140 sapuan bersih atau clearance yang membuatnya masuk dalam jajaran 10 besar bek elit.
Selain piawai menghalau bola udara, ia juga sangat efektif dalam situasi satu lawan satu dengan catatan 21 tekel sukses musim ini.
Kemampuannya dalam membaca arah permainan lawan juga terbukti melalui koleksi 34 intersep yang berhasil mematahkan skema serangan berbahaya sebelum masuk ke kotak penalti.
Kekuatan lini belakang Sassuolo kian solid berkat kemitraan apik antara Jay Idzes dengan rekan duetnya di jantung pertahanan, Tarik Muharemovi.
Kolaborasi keduanya membuat Sassuolo hanya kebobolan 36 gol sejauh ini, sebuah catatan yang sangat kompetitif untuk tim yang bersaing di papan tengah.
Baca Juga: Beda Nasib! Emil Audero Dipuji Setinggi Langit, Maarten Paes Si Pembuat Masalah
Keberhasilan Idzes dan Muharemovi memberikan rasa aman bagi penjaga gawang serta meningkatkan kepercayaan diri seluruh anggota tim saat bertanding melawan klub besar.
Eksistensi Idzes dan Audero di liga top Eropa ini menjadi bukti nyata bahwa pemain keturunan Indonesia memiliki etos kerja dan kualitas teknis mumpuni.
Mereka bukan sekadar pelengkap kuota pemain, melainkan sosok pembeda yang menentukan hasil akhir pertandingan bagi klub-klub yang mereka bela di Italia.
Diharapkan konsistensi ini terus terjaga hingga akhir musim untuk menginspirasi generasi muda pesepak bola di tanah air agar berani bermimpi tinggi.
Perjalanan mereka di Serie A musim ini menjadi catatan sejarah baru bagi profil pemain Indonesia yang berkarier di kompetisi sepak bola paling bergengsi.