- Pelatih Fabian Hurzeler mengkritik Arsenal keras karena diduga membuang waktu dan bermain tidak sportif saat laga.
- Kekalahan 0-1 Brighton dari Arsenal berkat gol Bukayo Saka, memperlebar jarak pemuncak klasemen tujuh poin.
- Ketegangan terlihat antara Hurzeler dan Arteta, dipicu protes soal pemborosan waktu dan insiden kiper Arsenal.
Suara.com - Pelatih Fabian Hurzeler melancarkan kritik keras kepada Arsenal FC setelah kekalahan 0-1 Brighton & Hove Albion dalam lanjutan Premier League.
Hurzeler menuding Arsenal melakukan banyak aksi membuang waktu dan curang demi tiga poin.
Gol kemenangan Arsenal dicetak Bukayo Saka melalui tembakan yang sempat membentur pemain lawan.
Hasil itu membuat tim asuhan Mikel Arteta memperlebar jarak di puncak klasemen menjadi tujuh poin.
Hurzeler tak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah pertandingan. Ia melontarkan kritik pedas terhadap cara bermain Arsenal.
“Hari ini hanya ada satu tim yang benar-benar mencoba bermain sepak bola,” kata Hurzeler.
“Ada begitu banyak aksi membuang waktu. Jika liga dan wasit membiarkan semuanya, maka sulit untuk bermain normal.”
Pelatih berusia 33 tahun itu menuding Arsenal seolah memiliki aturan sendiri.
“Mereka membuat aturan sendiri. Saat ini saya merasa mereka melakukan apa saja tanpa peduli bagaimana cara mereka bermain,” ujarnya.
Baca Juga: Menang 1-0 atas Brighton, Arsenal Semakin Kokoh di Puncak Klasemen
Ia menegaskan dirinya tidak ingin menang dengan cara seperti itu.
“Saya tidak akan pernah menjadi manajer yang mencoba menang dengan cara seperti itu. Saya ingin mengembangkan pemain dan melihat mereka bermain sepak bola yang sebenarnya,” tegasnya.
Ketegangan antara kedua pelatih sudah terlihat sejak babak pertama ketika Hurzeler dan Arteta sempat bersitegang di pinggir lapangan.
Perselisihan itu dipicu protes Hurzeler kepada ofisial keempat soal dugaan pemborosan waktu saat lemparan ke dalam dan bola mati.
Hurzeler juga menyoroti aksi kiper Arsenal, David Raya, yang beberapa kali terjatuh di lapangan.
“Berapa kali Anda melihat kiper jatuh tiga kali dalam satu pertandingan?” katanya.