- Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, berpotensi meninggalkan US Sassuolo musim panas 2026 jika ada tawaran sesuai valuasi klub.
- Manajemen Sassuolo memberi sinyal hijau untuk menjual aset berharga demi memperoleh dana segar untuk bursa transfer mendatang.
- Inter Milan dan AC Milan dikabarkan serius memantau ketersediaan bek vital Sassuolo tersebut jelang musim kompetisi mendatang.
Suara.com - Masa depan bek andalan sekaligus kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, kini tengah menjadi topik hangat jelang pembukaan bursa transfer musim panas 2026.
Pemain bertahan berusia 25 tahun tersebut dikabarkan berpeluang besar angkat kaki dari US Sassuolo apabila datang tawaran yang sesuai dengan valuasi klub.
Spekulasi mengenai kepergian Idzes semakin kencang berembus setelah manajemen Sassuolo memberikan sinyal lampu hijau untuk melepas aset berharganya demi kebutuhan dana segar.
Langkah strategis penjualan pemain ini memang sengaja disiapkan oleh manajemen klub berjuluk I Neroverdi tersebut untuk menghadapi pasar transfer mendatang.
CEO Sassuolo, Giovanni Carnevali, secara terbuka menyatakan bahwa klubnya telah mulai menyusun rencana skuad untuk musim depan sejak saat ini.
Carnevali tidak menampik kemungkinan bahwa beberapa pilar utama akan dilepas jika ada klub peminat yang berani mengajukan tawaran harga menarik.
Kendati demikian, petinggi klub menegaskan bahwa keputusan final penjualan tetap akan sangat bergantung pada nominal nilai transfer yang masuk ke meja manajemen.
Situasi pasar yang dinamis ini secara otomatis membuat nasib Jay Idzes di Stadion Mapei ikut menjadi sorotan utama media Italia maupun Indonesia.
Pasalnya, Jay Idzes saat ini telah menjelma menjadi salah satu sosok paling vital dan tak tergantikan di lini pertahanan skuad Sassuolo.
Statistik mencatat bahwa bek berpostur jangkung tersebut menjadi pemain dengan jumlah menit bermain terbanyak di tim sepanjang musim kompetisi bergulir.
Total durasi bermain Idzes telah menembus angka sekitar 2.340 menit di berbagai ajang liga, sebuah bukti nyata dari konsistensi performanya.
Catatan impresif tersebut bahkan setara dengan apa yang ditorehkan oleh penjaga gawang utama Sassuolo, Arijanet Muric.
Konsistensi tingkat tinggi itulah yang membuat sejumlah klub raksasa Italia mulai serius memantau situasi kontrak dan ketersediaan Idzes di pasar transfer.
Dua kekuatan besar Serie A, yakni Inter Milan dan AC Milan, disebut-sebut menaruh ketertarikan untuk membajak sang pemain pada musim panas nanti.
Selain Idzes, rekan setimnya di lini belakang yakni Tarik Muharemovic juga dikabarkan masuk dalam radar pantauan beberapa klub top Eropa.
Nama Muharemovic bahkan santer dikaitkan dengan Inter Milan sebagai target potensial untuk memperkuat pertahanan Nerazzurri musim depan.
Meskipun diminati banyak klub besar, opsi untuk tetap bertahan di Sassuolo juga dinilai sebagai langkah yang bijak bagi perkembangan karier Jay Idzes.
Bertahan di klub yang sama hampir pasti memberikan jaminan posisi sebagai pemain inti reguler seperti yang ia nikmati sepanjang musim ini.
Jam terbang reguler sangat krusial bagi pemain di usia emas sepertinya untuk terus mengasah kemampuan dan menjaga ritme permainan.
Sebaliknya, jika memutuskan pindah ke klub raksasa, Idzes harus siap menghadapi persaingan internal yang jauh lebih ketat untuk memperebutkan satu tempat di starting eleven.
Namun, tak bisa dipungkiri bahwa pengalaman bermain di level klub yang lebih tinggi akan memberikan dampak positif pada peningkatan kualitas individunya.
Performa stabil Idzes di level klub tentu menjadi kabar baik bagi Timnas Indonesia yang akan segera berlaga di panggung internasional.
Kesiapan fisik dan mental sang kapten sangat dibutuhkan mengingat Skuad Garuda akan segera tampil dalam ajang FIFA Series 2026 dalam waktu dekat.
Publik kini menanti dengan antusias apakah Jay Idzes akan tetap setia bersama Sassuolo atau berani mengambil tantangan baru di klub raksasa pada musim panas nanti.
Kontributor : Imadudin Robani Adam