-
Sassuolo berencana menjual Jay Idzes demi mendapatkan keuntungan finansial pada bursa transfer 2026.
-
Inter Milan dan AC Milan memantau serius bek Indonesia dengan 2.340 menit bermain tersebut.
-
Keputusan transfer sangat bergantung pada tawaran harga menarik yang masuk ke meja manajemen.
Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari kancah sepak bola Italia mengenai nasib bek andalan Timnas Indonesia, Jay Idzes.
Pemain bertahan berusia 25 tahun tersebut kini santer dikabarkan bakal meninggalkan US Sassuolo dalam waktu dekat.
Klub berjuluk I Neroverdi tersebut kabarnya sedang mempertimbangkan untuk melepas sang pemain jika proposal harga yang masuk dianggap memuaskan.
Langkah berani ini diambil oleh manajemen klub demi menyeimbangkan neraca keuangan tim melalui suntikan dana segar.
Strategi pelepasan aset pemain ini bertujuan agar klub memiliki modal kuat untuk berbelanja pada jendela transfer nanti.
Manajemen Sassuolo secara terbuka mengakui bahwa mereka sudah menyusun peta jalan untuk menghadapi musim kompetisi baru.
Pihak klub tidak menutup kemungkinan bagi siapa pun untuk pergi asalkan ada kesepakatan nilai yang saling menguntungkan.
CEO Sassuolo, Giovanni Carnevali, menyebut klub memang sudah mulai menyusun rencana sejak sekarang.
Pernyataan ini seolah menjadi lampu hijau bagi para pemburu pemain untuk segera mengajukan tawaran resmi kepada mereka.
"Menurutnya, beberapa pemain kemungkinan akan dilepas jika ada klub yang mengajukan tawaran menarik," ujar Carnevali menjelaskan kebijakan tersebut.
Meskipun masuk dalam daftar potensial jual, status Jay Idzes di dalam lapangan sebenarnya nyaris tidak tergantikan.
Ia menjelma menjadi tembok kokoh sekaligus pilar utama yang sangat diandalkan oleh pelatih Sassuolo di lini belakang.
Faktanya, bek bertinggi badan menjulang ini memegang rekor sebagai salah satu pemain dengan durasi merumput paling lama.
Hingga saat ini, Jay Idzes tercatat sudah melahap total sekitar 2.340 menit bermain pada berbagai kompetisi liga domestik.
Angka statistik tersebut bahkan menyamai catatan durasi tampil milik penjaga gawang utama mereka, Arijanet Muric.
Performa yang sangat stabil dan impresif di jantung pertahanan membuat nama Idzes harum di telinga pemandu bakat klub elite.
Dua tim papan atas Serie A dikabarkan sudah mulai memasang radar untuk memantau setiap pergerakan sang kapten Indonesia.
Raksasa Italia, Inter Milan dan AC Milan, disebut-sebut sebagai kandidat kuat yang tertarik meminang jasa pemain tersebut.
Selain nama Idzes, Sassuolo juga terancam kehilangan bek berbakat lainnya yakni Tarik Muharemovic yang diincar banyak tim.
Khusus untuk Muharemovic, rumor kepindahannya menuju Inter Milan berhembus sangat kencang menjelang dibukanya pasar transfer musim panas.
Pilihan untuk tetap bertahan di Stadion Mapei sebenarnya masih menjadi opsi yang sangat logis bagi perkembangan karier Idzes.
Bertahan di Sassuolo memberikan jaminan posisi di tim utama yang sangat krusial bagi pemain di usia emas seperti dirinya.
Jam terbang reguler akan membantu Idzes menjaga sentuhan kompetisi dibandingkan harus bersaing ketat di tim yang lebih besar.
Apalagi tenaga dan konsentrasinya sangat dibutuhkan oleh skuad Garuda yang akan bertarung di ajang FIFA Series 2026.
Kini publik sepak bola tanah air tinggal menunggu apakah Idzes akan memilih zona nyaman atau mengambil tantangan baru.