Ofisial MU Paksa Wartawan Hapus Bukti Pemukulan Wasit, PSSI Buka Suara

Pebriansyah Ariefana, Adie Prasetyo Nugraha

Senin, 09 Maret 2026 | 13:53 WIB
Ofisial MU Paksa Wartawan Hapus Bukti Pemukulan Wasit, PSSI Buka Suara
Yunus Nusi (PSSI)
baca 10 detik
  • Laga Malut United vs PSM ricuh akibat gol David da Silva dianulir wasit Thoriq.

  • PSSI mengecam pemukulan wasit dan intimidasi wartawan yang dilakukan oleh oknum Malut United.

  • Komdis PSSI akan segera menjatuhkan sanksi tegas terkait insiden di Stadion Gelora Kie Raha.

Suara.com - Insiden panas terjadi dalam pertandingan antara Malut United (MU) melawan PSM Makassar pada Sabtu (7/3/2026). Kericuhan yang berujung pada pemukulan wasit hingga intimidasi terhadap wartawan itu akhirnya mendapat respons tegas dari PSSI.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menyayangkan keras kejadian tersebut yang dinilai telah mencoreng wajah kompetisi sepak bola nasional.

Keributan bermula dari keputusan wasit Thoriq Alkatiri yang menganulir gol bomber MU David da Silva. Gol tersebut sebenarnya sempat dianggap bisa membawa kemenangan bagi tuan rumah.

Namun, Thoriq menilai terdapat pelanggaran sebelum bola masuk ke gawang tim tamu sehingga gol tersebut tidak disahkan. Keputusan itu membuat pertandingan berakhir dengan skor 3-3 dan memicu kemarahan suporter serta ofisial tim tuan rumah yang merasa dirugikan.

Setelah peluit panjang dibunyikan, Thoriq bersama dua asisten wasit berusaha meninggalkan lapangan menuju lorong stadion. Namun perjalanan mereka terhambat karena dihadang sejumlah ofisial dan suporter Malut United yang melayangkan protes keras.

Situasi kemudian semakin memanas ketika salah satu oknum suporter tiba-tiba memukul Thoriq menggunakan kain. Wasit asal Purwakarta itu sempat terhuyung akibat serangan tersebut sebelum akhirnya dibantu steward yang mengawalnya.

Petugas keamanan stadion kemudian bergerak cepat mengawal Thoriq dan dua asisten wasit agar bisa meninggalkan area pertandingan dengan aman.

Insiden di stadion itu tidak hanya menyasar perangkat pertandingan. Seorang wartawan dari RRI Ternate bernama Irwan juga mengalami intimidasi saat sedang merekam momentum pemukulan terhadap sang wasit.

Wartawan tersebut disebut dipaksa oleh ofisial Malut United untuk menghapus rekaman video yang berisi bukti pemukulan terhadap Thoriq. Upaya itu dilakukan agar kejadian tersebut tidak tersebar luas.

baca juga

Situasi semakin memicu sorotan ketika pemilik Malut United, David Glenn, justru mempertanyakan sikap wartawan yang merekam insiden tersebut.

"Kamu dari mana? Kalau dari Ternate, kenapa tidak mendukung kami," ujar David Glenn sebagaimana dilaporkan oleh Tribun Ternate.

Yunus Nusi menegaskan bahwa federasi tidak ingin tindakan kekerasan maupun intimidasi terhadap media terjadi dalam kompetisi profesional.

"Kami sangat tidak menginginkan hal-hal seperti ini terjadi, apalagi di I-League, klub-klub strata pertama yang sebenarnya hal-hal seperti ini tidak bisa lagi terjadi," kata Yunus dalam pernyataan resmi yang diterima Suara.com

"Baik itu pemukulan terhadap wasit, kepada media dan lain-lain, kami berharap ini menjadi yang terakhir dan mohonlah kawan-kawan klub, apalagi di sana ada ofisial yang ditengarai."

"Kita berharap apapun yang terjadi, apalagi tidak ada kesalahan fatal yang dilakukan, mengapa hal-hal ini dilakukan dan terulang-ulang."

"Tentu ini juga menjadi bahan dari komite disiplin untuk mengambil sebuah keputusan, dan PSSI menyerahkan semuanya kepada komdis. Apapun keputusannya, semua pihak harus menerimanya," jelasnya.

Kecaman juga datang dari PSSI Pers yang menyoroti intimidasi terhadap jurnalis di lapangan. Organisasi tersebut menegaskan bahwa kerja jurnalistik dilindungi undang-undang dan tidak boleh dihalangi oleh pihak mana pun.

"PSSI Pers mengutuk keras tindakan intimidasi terhadap wartawan yang bertugas dalam pertandingan Malut United vs PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha, Sabtu lalu."

"PSSI Pers menegaskan bahwa kerja jurnalistik dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers."

"Karena itu, segala bentuk intimidasi, ancaman, atau upaya menghalangi tugas wartawan merupakan tindak pidana yang dapat dijerat hukum," demikian bunyi pernyataan resmi PSSI Pers.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang AS-Iran Bikin PSSI Pusing Sulit Panggil Pemain Timnas Indonesia di Eropa

Perang AS-Iran Bikin PSSI Pusing Sulit Panggil Pemain Timnas Indonesia di Eropa

Bola | Senin, 09 Maret 2026 | 13:43 WIB

PSSI Kasih Bocoran Seberapa Hebat Pemain Baru Timnas Indonesia

PSSI Kasih Bocoran Seberapa Hebat Pemain Baru Timnas Indonesia

Bola | Senin, 09 Maret 2026 | 13:35 WIB

Keributan Suporter Masih Terjadi di Liga Indonesia, PSSI Buka Opsi Perpanjang Larangan Away

Keributan Suporter Masih Terjadi di Liga Indonesia, PSSI Buka Opsi Perpanjang Larangan Away

Bola | Senin, 09 Maret 2026 | 13:19 WIB

Terkini

DPR Desak Pidana Maksimal Korporasi Nakal Pelaku Karhutla Berulang

DPR Desak Pidana Maksimal Korporasi Nakal Pelaku Karhutla Berulang

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:37 WIB

JKT48, Bernadya, dan Inul Daratista Satu Panggung di Grand Final AXIS Nation Cup 2026

JKT48, Bernadya, dan Inul Daratista Satu Panggung di Grand Final AXIS Nation Cup 2026

Jogja | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:36 WIB

Liburan ke Vietnam Bisa Jadi Awal Menjelajah Asia, Ada Promo Tiket Mulai Rp0 dari Vietjet

Liburan ke Vietnam Bisa Jadi Awal Menjelajah Asia, Ada Promo Tiket Mulai Rp0 dari Vietjet

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:36 WIB

Rudal Houthi Guncang Riyadh Usai Serangan Mematikan Militer Saudi Saudi di Yaman

Rudal Houthi Guncang Riyadh Usai Serangan Mematikan Militer Saudi Saudi di Yaman

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:34 WIB

Motorola Signature 27 Meluncur 5 November, Spesifikasi Terungkap di Geekbench

Motorola Signature 27 Meluncur 5 November, Spesifikasi Terungkap di Geekbench

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:32 WIB

Beban Ganda Perempuan Indonesia: Tubuh Diatur, Rahim Dipajaki

Beban Ganda Perempuan Indonesia: Tubuh Diatur, Rahim Dipajaki

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Gebyar Pap Smear JKN, Upaya BPJS Lindungi Ibu dari Kanker Rahim

Gebyar Pap Smear JKN, Upaya BPJS Lindungi Ibu dari Kanker Rahim

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:29 WIB

Peringati Setahun Sekolah Rakyat, Kemensos Salurkan 5.000 Paket Sembako di Sulsel

Peringati Setahun Sekolah Rakyat, Kemensos Salurkan 5.000 Paket Sembako di Sulsel

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:25 WIB

Kenapa Pembalut Kena Pajak? Ini Alasan Produk Menstruasi Dikenai PPN 11 Persen

Kenapa Pembalut Kena Pajak? Ini Alasan Produk Menstruasi Dikenai PPN 11 Persen

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:24 WIB

Fotografer Thailand Raih Gelar Southeast Asia Open di The 17th Epson International Pano Awards

Fotografer Thailand Raih Gelar Southeast Asia Open di The 17th Epson International Pano Awards

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:24 WIB

×