-
John Herdman mencoret tujuh pemain inti Timnas Indonesia jelang debutnya di FIFA Series 2026.
-
Cedera ACL, hamstring, dan meniskus menjadi penyebab utama absennya para pemain pilar Garuda.
-
Thom Haye dan Shayne Pattynama dilarang tampil akibat sanksi disiplin dari pihak FIFA.
Suara.com - Era baru kepelatihan Timnas Indonesia di bawah komando John Herdman dimulai dengan keputusan yang cukup menyita perhatian publik.
Sejumlah nama besar yang selama ini menjadi tulang punggung tim nasional secara mengejutkan tidak masuk dalam daftar panggil terbaru.
Ketidakhadiran para pemain langganan ini terungkap saat persiapan menjelang turnamen persahabatan FIFA Series 2026 yang berlangsung Maret 2026.
Herdman kabarnya harus memutar otak karena badai cedera dan sanksi disiplin yang menerjang pilar-pilar penting skuad Garuda.
Keputusan ini diambil demi memastikan kesiapan tim dalam menghadapi tantangan baru di kancah internasional musim ini.
Sebanyak 41 pemain telah dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan atau Training Center (TC) dalam waktu dekat.
Nantinya, daftar besar tersebut akan dipangkas menjadi skuad final dengan mencoret enam nama sebelum kompetisi dimulai.
FIFA Series 2026 sendiri akan menjadi panggung pertama bagi John Herdman untuk membuktikan kapasitasnya sebagai juru taktik.
Timnas Indonesia dijadwalkan untuk berduel dengan Saint Kitts and Nevis sebagai rintangan pertama di ajang tersebut.
Kemenangan di laga pembuka akan membawa Garuda bertemu dengan pemenang antara Bulgaria melawan Kepulauan Solomon.
Asnawi Mangkualam yang merupakan mantan kapten kepercayaan di era sebelumnya dipastikan absen dalam jangka waktu lama.
Pemain Port FC tersebut harus menepi dari lapangan hijau akibat cedera ligamen lutut atau ACL yang cukup serius.
Proses pemulihan pasca-operasi diprediksi memakan waktu hingga enam bulan ke depan sebelum ia kembali bugar sepenuhnya.
Kondisi serupa dialami oleh Pratama Arhan yang juga harus menunda mimpinya untuk segera mengenakan seragam Merah Putih.
Arhan mengalami masalah pada meniskus saat memperkuat Bangkok United di kompetisi domestik Thailand beberapa waktu lalu.
Selain faktor kebugaran fisik, masalah hukuman kartu juga menjadi kendala utama bagi ketersediaan pemain di lini pertahanan.
Shayne Pattynama yang kini berkarier bersama Persija Jakarta harus rela absen akibat skorsing dari pihak otoritas terkait.
Hukuman tersebut merupakan buntut dari protes keras yang ia layangkan kepada wasit pada laga Kualifikasi Piala Dunia lalu.
Thom Haye juga mengalami nasib serupa meski penampilannya bersama Persib Bandung sedang berada di puncak performa.
Gelandang elegan tersebut dijatuhi sanksi larangan bertanding sebanyak empat laga oleh FIFA akibat insiden saat melawan Irak.
Keputusan paling mengejutkan mungkin adalah diparkirnya Rafael Struick yang selama ini hampir selalu menjadi pilihan utama.
Performa Struick di level klub bersama Dewa United dianggap kurang maksimal karena minimnya kontribusi gol musim ini.
John Herdman tampaknya lebih memilih untuk memberikan kesempatan kepada penyerang lain seperti Jens Raven dan Hokky Caraka.
Di sisi lain, Mees Hilgers juga belum bisa memperkuat lini belakang karena masih bergelut dengan cedera hamstring.
Bek andalan FC Twente tersebut baru diperkirakan bisa merumput kembali secara kompetitif pada pertengahan tahun 2026 mendatang.
Marselino Ferdinan yang sangat dinantikan kehadirannya oleh suporter tanah air juga masih harus bersabar untuk kembali.
Meski sudah mulai terlihat berlatih bersama klubnya Oxford United, kondisi fisiknya belum memungkinkan untuk laga intensitas tinggi.
Mantan pemain Persebaya tersebut masih fokus pada tahap akhir pemulihan pasca-cedera lutut yang dialaminya dalam waktu lama.
Staf medis memproyeksikan Marselino baru bisa tampil membela negara pada bulan April 2026 setelah kondisinya benar-benar pulih.
Dengan absennya tujuh pilar utama ini, John Herdman dituntut untuk memaksimalkan potensi pemain lain di FIFA Series 2026.