PSSI Miris Lihat Serangan Rasisme ke Mikael Tata dan Kakang Rudianto yang Mencoreng Fair Play Liga 1

Pebriansyah Ariefana, Adie Prasetyo Nugraha

Senin, 09 Maret 2026 | 21:05 WIB
PSSI Miris Lihat Serangan Rasisme ke Mikael Tata dan Kakang Rudianto yang Mencoreng Fair Play Liga 1
Arya Sinulingga (pssi)
baca 10 detik
  • PSSI mengecam tindakan rasisme yang menimpa pemain di Liga 1 dan kompetisi Asia.

  • Arya Sinulingga menyebut tindakan rasis suporter Indonesia aneh karena orang Asia sering didiskriminasi.

  • Federasi mendesak suporter untuk berhenti menulis komentar jahat demi menjaga sportivitas sepak bola.

Bahkan aura negatif rasisme ini juga sempat merembet hingga ke level kompetisi antar klub Asia.

Pemain asing asal klub Thailand, Ratchaburi FC, yakni Denilson Junior, juga tak luput dari serangan.

Momen kelam tersebut terjadi pasca laga leg kedua babak 16 besar ajang AFC Champions League Two.

Pertandingan internasional yang digelar di Bandung pada 18 Februari 2026 itu meninggalkan noda rasisme.

PSSI melihat hal ini sebagai ancaman serius bagi reputasi sepak bola Indonesia di mata internasional.

Arya Sinulingga menegaskan bahwa rasisme adalah musuh utama yang harus diperangi secara bersama-sama dalam olahraga.

"Itu yang kita cukup sedih. Sebenarnya di dunia ini sepak bola fair play-nya kuat. Sepak bola itu fair play," kata Arya kepada awak media.

Tindakan rasisme sangat berlawanan dengan kampanye global yang selama ini didengungkan oleh FIFA dan federasi.

"Dan, anti-rasisme itu sudah jadi gerakan di sepak bola. Jadi, sampai kenapa kita terlalu gampang tangan kita untuk menulis ataupun omongan kita terlalu gampang untuk rasis."

baca juga

Pihak federasi menyayangkan mengapa publik begitu mudah melontarkan kata-kata yang menyakitkan tanpa mempertimbangkan dampaknya.

Ada sebuah ironi besar yang disoroti oleh Arya mengenai posisi masyarakat Indonesia dalam strata sosial global.

"Sebenarnya lucu juga, kita orang Indonesia itu rasis. Karena biasanya justru kita yang terkena rasis, di mana-mana hampir seperti itu," jelas Arya.

Beliau merasa heran karena penduduk Asia biasanya adalah kelompok yang paling sering menjadi korban diskriminasi.

"Di dunia itu orang di Asia itu lebih sering kena rasisme, tapi sekarang kenapa kita jadi rasis. Jadi, itu jadi pertanyaan yang aneh, kok bisa," Arya menjelaskan.

Ketidaklogisan perilaku ini menunjukkan adanya degradasi moral dan pemahaman dalam memberikan dukungan kepada klub.

Federasi berharap seluruh elemen pecinta sepak bola tanah air segera menyadari kesalahan fatal ini.

"Jadi, kita harapkan ada kesadaran baru di teman-teman untuk jangan ada ungkapan-ungkapan seperti itu dan sangat tidak sehat untuk sepak bola kita. Jadi, jangan terlalu gampang untuk menulis tanpa berpikir."

Upaya membangun sepak bola yang sehat tidak hanya dilakukan di lapangan, tapi juga di ruang siber.

Dukungan dari media dan komunitas suporter sangat krusial untuk mengedukasi masyarakat luas tentang bahaya rasisme.

"Ini gampang sekali kita menulis tanpa berpikir, ini yang saya harap teman-masing PSSI Pers bisa bantu kita untuk memberikan kesadaran itu," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rasisme Muncul Terus di Liga Indonesia, Arya Sinulingga: Ironis

Rasisme Muncul Terus di Liga Indonesia, Arya Sinulingga: Ironis

Bola | Senin, 09 Maret 2026 | 12:00 WIB

Daftar Pemain Sudah Diumumkan, Kapan Timnas Indonesia Mulai TC Jelang FIFA Series?

Daftar Pemain Sudah Diumumkan, Kapan Timnas Indonesia Mulai TC Jelang FIFA Series?

Bola | Senin, 09 Maret 2026 | 11:03 WIB

BRI Super League: Motivasi Persik Berlipat Hadapi Persib Meski dengan Persiapan Singkat

BRI Super League: Motivasi Persik Berlipat Hadapi Persib Meski dengan Persiapan Singkat

Bola | Senin, 09 Maret 2026 | 10:45 WIB

Terkini

Gaya Mewah Pelat Palsu: Sopir Alphard yang Cekcok dengan Satpam Kena Tilang

Gaya Mewah Pelat Palsu: Sopir Alphard yang Cekcok dengan Satpam Kena Tilang

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:31 WIB

Foundation Viva Mana yang Paling Tahan Lama? Ini Pilihan dengan Klaim Waterproof dan Long Lasting

Foundation Viva Mana yang Paling Tahan Lama? Ini Pilihan dengan Klaim Waterproof dan Long Lasting

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:30 WIB

Ketika Institusi Publik Menjadi Arena Eksperimen Kebijakan

Ketika Institusi Publik Menjadi Arena Eksperimen Kebijakan

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:30 WIB

Kasus Debt Collector Kredivo di Purworejo Berakhir Damai, Perusahaan Perkuat Pengawasan Penagihan

Kasus Debt Collector Kredivo di Purworejo Berakhir Damai, Perusahaan Perkuat Pengawasan Penagihan

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:17 WIB

Viral Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Larang 2 WNA Penyelenggara Event Lari Masuk Indonesia Lagi

Viral Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Larang 2 WNA Penyelenggara Event Lari Masuk Indonesia Lagi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:02 WIB

Harga Kebutuhan Naik, Gaji Tetap: Realitas Daya Beli yang Kian Menurun

Harga Kebutuhan Naik, Gaji Tetap: Realitas Daya Beli yang Kian Menurun

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:00 WIB

Arsenal Siapkan Strategi Khusus Datangkan Julin Alvarez, Viktor Gyokeres Jadi Opsi Tukar?

Arsenal Siapkan Strategi Khusus Datangkan Julin Alvarez, Viktor Gyokeres Jadi Opsi Tukar?

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:00 WIB

Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo

Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:50 WIB

Ulasan Novel Kado Terbaik: Potret Haru Perjuangan Anak Jalanan

Ulasan Novel Kado Terbaik: Potret Haru Perjuangan Anak Jalanan

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:30 WIB

Qualcomm Siapkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Versi Murah, Akhiri Era HP Flagship Mahal?

Qualcomm Siapkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Versi Murah, Akhiri Era HP Flagship Mahal?

Tekno | Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:24 WIB

×