Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.090

Menko Zulhas: Konflik Iran-AS-Israel Tak Bakal Goyang Pasokan Pangan RI

Mohammad Fadil Djailani | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:37 WIB
Menko Zulhas: Konflik Iran-AS-Israel Tak Bakal Goyang Pasokan Pangan RI
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan bahwa eskalasi konflik yang kian memanas di Timur Tengah, termasuk ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, tidak akan mengganggu stabilitas pasokan pangan di Tanah Air. Foto Antara.
  • Zulhas jamin konflik Iran-Israel tak ganggu pangan RI karena minim impor dari Timur Tengah.
  • Stok pangan jelang Ramadan dan Lebaran dipastikan aman dengan harga terjangkau.
  • Presiden Prabowo percepat target produksi pangan nasional untuk antisipasi gejolak geopolitik.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan bahwa eskalasi konflik yang kian memanas di Timur Tengah, termasuk ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, tidak akan mengganggu stabilitas pasokan pangan di Tanah Air.

Zulhas menyatakan, pemerintah telah bergerak cepat membentengi ketahanan pangan nasional dengan memperkuat produksi dalam negeri sebagai langkah antisipasi gejolak geopolitik global.

"Di Timur Tengah, perang Timur Tengah itu soal makanan tidak berdampak kepada kita. Karena kita tidak ada impor apa pun dari Timur Tengah soal makanan. Enggak ada," ujar Zulhas usai menggelar rapat koordinasi di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (12/3/2026).

Kabar baik ini muncul di tengah kekhawatiran masyarakat akan lonjakan harga pangan menjelang momen krusial Ramadan dan Lebaran. Zulhas memberikan jaminan bahwa stok pangan nasional saat ini berada dalam kondisi surplus dan siap didistribusikan.

"Jadi Lebaran, puasa Lebaran, alhamdulillah stok pangan kita lebih dari cukup. Tersedia, harga terjangkau," tegas Ketua Umum PAN tersebut.

Lebih lanjut, Zulhas mengungkapkan bahwa langkah antisipasi ini merupakan buah dari visi strategis Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, Presiden sejak awal sudah memprediksi bahwa situasi geopolitik dunia, termasuk ketegangan Iran-AS-Israel, bisa meledak sewaktu-waktu.

Atas dasar itulah, Pemerintah langsung tancap gas mendorong percepatan peningkatan produksi pangan nasional guna mengurangi ketergantungan pada pasar global yang rentan konflik.

"Ya, sementara perintah Bapak Presiden, produksi kita harus ditingkatkan. Makanya ini kan Bapak Presiden kita ini kita bersyukur ya. Sudah memperkirakan ini akan terjadi," imbuhnya.

Sebagai respons atas situasi dunia yang kian tidak menentu, pemerintah memutuskan untuk memangkas tenggat waktu program produksi pangan nasional. Target-target yang semula dipatok untuk lima tahun ke depan, kini dipaksa maju lebih cepat.

"Oleh karena itu, pangan itu kan dari lima tahun, minta maju tiga tahun, minta maju dua tahun, setahun. Alhamdulillah kita sudah terjadi," pungkas Zulhas optimis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketika Rumah Sakit Jadi Target: Saat Tenaga Medis Harus Adu Mekanik dengan Rudal

Ketika Rumah Sakit Jadi Target: Saat Tenaga Medis Harus Adu Mekanik dengan Rudal

Your Say | Rabu, 11 Maret 2026 | 15:23 WIB

Bantu AS Serang Iran, Israel Kena Batunya Sendiri: Turnamen Sepak Bola Terhenti

Bantu AS Serang Iran, Israel Kena Batunya Sendiri: Turnamen Sepak Bola Terhenti

Bola | Rabu, 11 Maret 2026 | 15:19 WIB

Mantan Penasihat Keamanan Amerika: Trump Bisa Jadikan Netanyahu Kambing Hitam

Mantan Penasihat Keamanan Amerika: Trump Bisa Jadikan Netanyahu Kambing Hitam

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 15:10 WIB

Terkini

Meski IHSG Kinclong, Dana Asing Masih Kabur Rp 193,87 M Sepekan Ini

Meski IHSG Kinclong, Dana Asing Masih Kabur Rp 193,87 M Sepekan Ini

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 11:54 WIB

Menaker: PKB Harus Dikawal Ketat, Tantangan Utama di Tahap Implementasi

Menaker: PKB Harus Dikawal Ketat, Tantangan Utama di Tahap Implementasi

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 11:51 WIB

Perundingan AS-Iran Kacau, Trump Malah Nonton UFC Ketimbang Negosiasi Selat Hormuz

Perundingan AS-Iran Kacau, Trump Malah Nonton UFC Ketimbang Negosiasi Selat Hormuz

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 10:49 WIB

Pemerintah Klaim Daya Beli Masyarakat Masih Kuat, Begini Datanya

Pemerintah Klaim Daya Beli Masyarakat Masih Kuat, Begini Datanya

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 10:29 WIB

BI Sebut Kepercayaan Masyarakat Terhadap Ekonomi RI Tinggi

BI Sebut Kepercayaan Masyarakat Terhadap Ekonomi RI Tinggi

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 10:10 WIB

Iran Tetapkan Tarif Selat Hormuz, Harga Bitcoin Malah Anjlok Parah

Iran Tetapkan Tarif Selat Hormuz, Harga Bitcoin Malah Anjlok Parah

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 10:09 WIB

Danantara Rebut Pengelolaan Sekuritas Himbara, Mau Bentuk Holding Baru

Danantara Rebut Pengelolaan Sekuritas Himbara, Mau Bentuk Holding Baru

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 09:55 WIB

Pertamina Wisuda 168 Binaan Usaha Ultra Mikro, Total Cuan hingga Rp2,7 Miliar

Pertamina Wisuda 168 Binaan Usaha Ultra Mikro, Total Cuan hingga Rp2,7 Miliar

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 09:33 WIB

Purbaya Targetkan Legalisasi Rokok Ilegal Berlaku Mei 2026 demi Tambah Pendapatan Negara

Purbaya Targetkan Legalisasi Rokok Ilegal Berlaku Mei 2026 demi Tambah Pendapatan Negara

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 07:30 WIB

Purbaya Siapkan Insentif Motor Listrik, Bagaimana Nasib Mobil Listrik?

Purbaya Siapkan Insentif Motor Listrik, Bagaimana Nasib Mobil Listrik?

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 07:00 WIB