- NAC Breda melaporkan status kewarganegaraan Dean James ke KNVB karena menganggap sang pemain tak lagi sah bermain usai menjadi WNI.
- Manajer Go Ahead Eagles, Jan Willem van Dop, merespons santai laporan tersebut karena data pemerintah menunjukkan sang pemain masih berstatus warga negara Belanda.
- Pihak Go Ahead Eagles menilai pelaporan ini sebagai upaya putus asa NAC Breda yang tengah berjuang keras menghindari jurang degradasi musim ini.
Suara.com - Kasus terkait status warga negara pemain belakang Dean James kini tengah menjadi sorotan hangat di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Belanda.
Menyitat Oost, Selasa (24/3/2026), manajemen klub NAC Breda secara resmi telah membawa polemik ini ke meja Federasi Sepak Bola Kerajaan Belanda atau yang lebih dikenal dengan KNVB.
Laporan tersebut memicu reaksi dari kubu Go Ahead Eagles yang tetap santai menurunkan sang pemain andalan saat bertanding melawan FC Utrecht.
Pihak pelapor mempermasalahkan kelayakan bermain sang bek kiri di liga domestik setelah ia resmi mengambil sumpah sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).
Direktur NAC Breda, Remco Oversier, diketahui mendapat informasi mengenai perubahan status paspor tersebut hanya melalui sebuah tayangan siniar atau podcast olahraga.
Menanggapi manuver rivalnya tersebut, Manajer Umum Go Ahead Eagles yakni Jan Willem van Dop langsung memberikan klarifikasi tegas sesaat setelah pertandingan usai.
Ia membenarkan adanya komunikasi via telepon dari perwakilan tim lawan yang berniat mengadukan masalah administrasi ini kepada otoritas tertinggi sepak bola Belanda.
"Kolega saya dari NAC menelepon saya dan mengatakan dia akan membawanya ke KNVB," kata Jan Willem van Dop.
"Itu adalah percakapan yang sangat singkat, dapat saya katakan."
"Saya bahkan tidak masuk ke dalam diskusi; saya hanya berkata: 'Saya berharap Anda beruntung.'"
Petinggi klub tersebut merasa heran dengan sikap rivalnya karena mereka sendiri pernah tersandung kasus pendaftaran pemain ilegal pada masa lalu.
Pada saat kejadian itu, pihak federasi hanya menjatuhkan sanksi berupa denda administratif tanpa meminta pertandingan diulang sama sekali.
"Saya merasa heran bahwa NAC mengalami situasi serupa dengan pemain yang rupanya tidak memenuhi syarat."
"Dan KNVB mengeluarkan denda saat itu, dan pertandingan tidak diulang."
"Mengapa situasinya menjadi berbeda sekarang?"
"Jika ya, saya akan pergi ke pengadilan."
"Jelaskan saja perbedaannya dibandingkan dengan situasi mereka saat itu."
"Perlakuan yang sama untuk semua."
Manajemen tim menduga laporan ini hanyalah taktik kepanikan dari kubu seberang yang sedang berjuang keras menghindari jurang degradasi musim ini.
"Saya dapat membayangkan dengan baik bahwa jika Anda berada dalam situasi seperti itu, Anda akan mencoba mengambil setiap kesempatan untuk mencegah kemungkinan degradasi."
"Secara pribadi, saya rasa kami tidak akan melakukan itu."
"Tapi saya tidak bisa menempatkan diri pada posisi orang lain."
Terkait administrasi kependudukan, Jan Willem van Dop menegaskan bahwa Dean James masih sah tercatat sebagai penduduk di sistem pemerintahan negara kincir angin tersebut.
"Ada perbedaan antara bagaimana kewarganegaraan didaftarkan dan paspor."
"Misalkan Anda tidak lagi diizinkan memiliki paspor, maka Anda harus menyerahkannya."
"Permintaan itu tidak pernah diajukan."
"Dan ketika Dean masuk ke Mijn Overheid, di sana tertulis bahwa kewarganegaraannya adalah Belanda."
"Bukankah itu sudah cukup menjelaskan?"
Ia berharap kasus ini justru bisa menjadi momentum bagi federasi untuk memperjelas regulasi pemain keturunan dari berbagai negara yang berlaga di sana.
"Satu-satunya keuntungan dari kasus ini adalah akan ada lebih banyak kejelasan."
"Karena ini masih cukup kabur."
"Tanjung Verde, Suriname, Curacao, Indonesia, dan sebagainya."
"Ada begitu banyak perbedaan, dan perlu ada lebih banyak kejelasan."
"Dan pengecualiannya juga harus jelas bagi semua orang."
Atas dasar keyakinan administrasi yang kuat tersebut, pihak klub merasa tidak melakukan pelanggaran regulasi apa pun di liga domestik.
"Maka Anda akan memiliki perasaan bahwa Anda bertindak salah, dan kami tidak merasakan itu."
"Saya memberi tahu pelatih bahwa sejauh yang saya pedulikan, dia bisa bermain saja."