- Moises Caicedo menekankan Timnas Ekuador tidak boleh puas hanya karena berhasil lolos ke Piala Dunia 2026.
- Ekuador akan tampil di Piala Dunia 2026 sebagai penampilan kelima mereka, kedua secara berturut-turut.
- Ekuador di Piala Dunia 2026 tergabung di Grup E bersama Jerman, Pantai Gading, dan Curacao.
Suara.com - Gelandang Timnas Ekuador, Moises Caicedo, menegaskan timnya tidak boleh cepat puas meski telah memastikan tiket ke Piala Dunia 2026.
"Kami mengetahui Piala Dunia akan berlangsung singkat. Jadi, kami harus memanfaatkannya sebaik-baiknya. Kami tidak boleh puas hanya dengan lolos karena kami mengetahui betul tim ini mampu melakukan lebih dari itu," kata Caicedo dikutip dari laman FIFA.
Ekuador kembali tampil di Piala Dunia untuk kedua kali secara beruntun setelah edisi 2022. Secara keseluruhan, keikutsertaan pada 2026 menjadi penampilan kelima mereka di turnamen tersebut.
Pemain yang kini membela Chelsea itu menyebut konsistensi Ekuador tampil di lima dari tujuh edisi terakhir menjadi pencapaian membanggakan, mengingat ketatnya persaingan di kualifikasi zona Amerika Selatan.
"Saya tidak ingin membahas sejauh mana kami bisa melangkah. Namun, yang bisa saya katakan adalah kami akan menikmati momen ini dan berusaha tampil sebaik mungkin," ujar Caicedo.
Gelandang berusia 24 tahun tersebut juga menegaskan keyakinannya terhadap kualitas tim. Ia memastikan seluruh pemain terus bekerja keras di level klub agar siap tampil maksimal saat membela negara.
"Hal itu sangat penting, karena akan memungkinkan kami langsung siap bertanding begitu Piala Dunia tiba. Kami sangat menyadari kualitas yang ada di tim kami, dan kami sangat bersemangat untuk melangkah ke tahap berikutnya," tutur Caicedo.
Ekuador datang ke Piala Dunia 2026 dengan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda. Selain Enner Valencia, terdapat nama-nama seperti Piero Hincapie, Willian Pacho, hingga wonderkid Kendry Paez.
Pada turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut, Ekuador tergabung di Grup E bersama Pantai Gading, Curacao, dan Jerman.
(Antara)