- Ryo Matsumura dan Allan Cardozo dipastikan absen membela Bhayangkara FC melawan Persija Jakarta pada Super League akhir pekan nanti.
- Kedua pemain tersebut tidak dapat bermain karena terdapat klausul khusus dalam kontrak peminjaman dari klub asal Persija Jakarta.
- Absennya mereka menjadi kerugian besar bagi strategi Bhayangkara FC karena keduanya merupakan motor serangan utama sepanjang musim ini.
Suara.com - Kabar kurang sedap menghampiri Bhayangkara FC menjelang laga krusial dalam lanjutan Super League 2025/2026 akhir pekan nanti. Dua motor serangan mereka, Ryo Matsumura dan Allan Cardozo, dipastikan absen saat menghadapi Persija Jakarta.
Absennya kedua pemain tersebut menjadi kerugian besar bagi tim berjuluk The Guardian. Ryo dan Allan selama ini berperan penting dalam skema permainan, baik dalam membangun serangan maupun menjaga keseimbangan tim.
Menariknya, absennya Ryo dan Allan bukan disebabkan cedera atau akumulasi kartu, melainkan klausul khusus dalam kontrak mereka.
Diketahui, keduanya masih terikat kontrak dengan Persija Jakarta dan saat ini berstatus pemain pinjaman di Bhayangkara FC.
Menanggapi situasi ini, COO Bhayangkara FC, Sumardji, menegaskan pihak klub telah memahami konsekuensi tersebut sejak awal dan tetap menghormati kesepakatan profesional yang ada.
"Ryo Matsumura dan Allan dipastikan tidak bisa main karena ada kesepakatan dalam kontrak. Saya tidak masalah dengan ini," ujar Sumardji.
Kehilangan Ryo tentu menjadi pukulan bagi strategi tim. Musim ini, pemain asal Jepang tersebut tampil impresif dan menjadi motor permainan Bhayangkara FC.
Ia telah mencatatkan satu gol dan tiga assist dari enam penampilan, dengan rata-rata 2,5 umpan kunci per pertandingan serta akurasi operan mencapai 82 persen.
Ryo bahkan berkontribusi terhadap hampir 40 persen dari total gol Bhayangkara FC pada putaran kedua.
Tanpa kehadirannya, Bhayangkara FC kehilangan sosok kreator yang kerap memecah kebuntuan melalui umpan terobosan dan pergerakan dinamis dari lini kedua.
Situasi semakin sulit karena Allan Cardozo, yang kerap menjadi target utama dalam skema serangan, juga harus absen pada laga tersebut.