- Atletico Madrid menang 2-0 atas Barcelona di Spotify Camp Nou pada leg pertama perempat final Liga Champions, Kamis (9/4).
- Strategi disiplin Diego Simeone membawa keunggulan agregat bagi Atletico Madrid untuk melangkah menuju babak semifinal kompetisi tersebut.
- Hansi Flick melayangkan protes keras terhadap keputusan kontroversial wasit serta peran VAR yang dinilai merugikan kubu Barcelona.
Suara.com - Atletico Madrid meraih kemenangan penting 2-0 atas Barcelona di Spotify Camp Nou pada leg pertama babak perempat final Liga Champions, Kamis (9/4) dinihari WIB.
Kemenangan ini ini menempatkan Los Colchoneros di posisi unggul untuk melaju ke semifinal Liga Champions.
Pelatih Atletico, Diego Simeone, memuji performa disiplin timnya yang mampu meredam permainan Barcelona. Ia menilai strategi bertahan rapi dan serangan balik menjadi kunci kemenangan.
“Kami bertahan dengan terorganisir agar mereka tidak berkembang. Lalu momen yang kami tunggu datang, termasuk gol luar biasa dari Julián,” ujar Simeone dilansir dari Football Espana.
Pelatih asal Argentina itu juga ikut menyoroti insiden kontroversial yakni kartu merah Marc Pubill akibat handball dan memicu reaksi keras kubu Barcelona.
“Jika wasit dan pemain menilai permainan belum dimulai, itu bagian dari akal sehat dalam sepak bola. Kita bisa memperdebatkan banyak hal, tapi keputusan itu masuk akal,” tegasnya.
Simeone juga menanggapi kartu merah yang diterima Pau Cubarsí, meski mengaku tidak melihat kejadian secara jelas.
Simeone menekankan bahwa keputusan VAR tetap menjadi rujukan utama dalam situasi tersebut.
Meski unggul agregat, Simeone mengingatkan bahwa peluang lolos belum sepenuhnya aman.
Simeone menyebut Barcelona sebagai lawan kuat yang bisa bangkit kapan saja.
“Kami menghadapi tim yang sangat bagus. Kami akan bermain dengan semangat dan komitmen penuh. Ini akan menjadi laga yang sulit dan kompleks,” katanya.
Sementara itu, pelatih Barcelona, Hansi Flick tak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap keputusan wasit.
Flick secara terbuka mempertanyakan peran VAR dalam laga tersebut.
“Ini situasi yang sulit dipahami. Untuk apa kita punya VAR?” kata Flick.
Flick menyoroti momen krusial yang dinilainya merugikan timnya.
Flick mempertanyakan kartu merah Pau Cubarsi serta insiden handball di kotak penalti yang tidak ditinjau VAR.
“Saya tidak yakin itu kartu merah. Tapi yang jelas, ada handball di area penalti dan VAR tidak ikut campur. Seharusnya itu penalti dan kartu kuning kedua,” tegasnya.
Pelatih asal Jerman itu bahkan menyebut keputusan VAR cenderung menguntungkan Atletico Madrid.
“VAR tampaknya cukup berpihak kepada Atletico,” sindir pelatih asal Jerman tersebut.
Meski kecewa, Flick tetap mencoba melihat sisi positif dari performa timnya. Ia menilai Barcelona sebenarnya memiliki banyak peluang untuk mencetak gol.
“Kami kalah, tapi kami punya banyak kesempatan bagus. Kami tidak akan menyerah,” ujarnya.
