- Raphinha melancarkan kritik keras terhadap wasit dan menyebut tersingkirnya Barcelona dari Liga Champions musim ini adalah sebuah "perampokan" yang tidak adil.
- Meski menang 2-1 di leg kedua, Barcelona kalah agregat 2-3 dari Atlético Madrid setelah harus bermain dengan 10 orang akibat kartu merah Eric García.
- Hansi Flick tetap bangga pada performa dominan skuadnya dan kini mengalihkan fokus penuh untuk mengunci gelar juara LaLiga di tujuh sisa pertandingan.
Suara.com - Bintang asal Brasil, Raphinha, meluapkan kemarahannya dan menyebut Barcelona telah "dirampok" setelah timnya dipastikan tersingkir dari ajang Liga Champions oleh Atlético Madrid.
Meski absen bertanding karena cedera, Raphinha tetap hadir di Madrid untuk menyaksikan perjuangan skuad asuhan Hansi Flick yang akhirnya kalah agregat 2-3 dari tuan rumah pada Selasa malam.
Kemenangan tipis Barcelona dengan skor 2-1 di Stadion Metropolitano ternyata tidak cukup untuk membalas kekalahan leg pertama dan menghentikan langkah Los Rojiblancos menuju babak semifinal.
Laga ini sebenarnya dimulai dengan sangat menjanjikan bagi kubu Blaugrana lewat gol cepat dari Lamine Yamal dan Ferran Torres yang sempat menyamakan kedudukan secara agregat.
Namun, harapan raksasa Catalan tersebut seketika runtuh setelah gol dari Ademola Lookman memastikan Atlético Madrid melaju untuk menantang Arsenal atau Sporting Club di fase berikutnya.
Kecaman Keras untuk Kepemimpinan Wasit
![Raphinha ngamuk dan sebut Barcelona dirampok wasit usai tersingkir dari Liga Champions oleh Atletico Madrid. Simak komentar pedasnya dan reaksi Hansi Flick di sini! [Dok. IG Raphinha]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/15/16082-raphinha.jpg)
Peluang Barcelona untuk memaksakan babak perpanjangan waktu sirna di menit-menit akhir setelah Eric García menerima kartu merah akibat pelanggaran terhadap Alexander Sørloth.
Keputusan pengadil lapangan tersebut membuat Raphinha yang menonton dari tribun meradang dan langsung melancarkan kritik pedas sesaat setelah peluit panjang dibunyikan.
"Pertandingan ini benar-benar dirampok," tegas Raphinha kepada para jurnalis yang menemuinya setelah pertandingan.
"Wasit punya banyak masalah dan beberapa keputusan yang ia ambil sangat sulit dipercaya," lanjut mantan pemain Leeds United tersebut.
Ia juga mempertanyakan mengapa banyak pelanggaran keras yang dilakukan pemain Atlético Madrid justru luput dari hukuman kartu kuning.
Drama Penalti dan Protes ke UEFA
Barcelona sebenarnya sempat meminta penalti saat Dani Olmo dijatuhkan di kotak terlarang pada babak pertama, namun wasit bergeming atas insiden tersebut.
Raphinha merasa ketidakadilan ini merupakan kejadian berulang setelah pada leg pertama klub juga merasa dirugikan oleh kegagalan wasit memberikan penalti dan kartu merah untuk Marc Pubill.
"Wajar jika manusia melakukan satu kesalahan, tapi bagaimana bisa hal itu terjadi lagi di pertandingan lain?" keluh Raphinha dengan nada kecewa.