- Pemain Bhayangkara FC melakukan tindakan kekerasan brutal terhadap pemain Dewa United saat laga EPA U-20 di Semarang.
- Presiden Dewa United, Ardian Satya Negara, menyatakan kekecewaan mendalam atas insiden kekerasan yang terjadi pada kompetisi usia muda.
- Ardian Satya Negara akan menempuh jalur hukum untuk memberikan efek jera terhadap pelaku kekerasan dalam pertandingan tersebut.
Suara.com - Bos Dewa United Ardian Satya Negara buka suara usai pemainnya jadi korban tendangan kungfu barbar penggawa Bhayangkara FC dalam laga Elit Pro Academy (EPA) U-20 beberapa waktu lalu.
Sejumlah pemain Dewa United menjadi korban kebrutalan penggawa Bhayangkara FC U-20 dalam laga yang tersaji di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026).
Kebrutalan pemain-pemain Bhayangkara FC juga terekam jelas sudah beredar di sosial media.
Ada beberapa pemain yang melakukan tendangan brutal, salah satunya adalah Fadly Alberto Hengga. Eks pemain Timnas Indonesia U-17 terlihat melakukan tendangan kungfu ke pemain Dewa United
Ardian mengaku kecewa setelah mengetahui insiden tersebut. Apalagi, ini terjadi di kompetisi usia muda.
![Presiden Dewa United, Ardian Satya Negara saat ditemui di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (26/6/2024). [Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/06/26/90363-ardian-satya-negara-dewa-united.jpg)
"Jujur saya sangat kecewa, seharus nya kompetisi usia muda ini sebagai tempat pembelajaran bukan menjadi ajang kekerasan," kata Ardian kepada awak media.
"Klub juga harusnya bertanggung jawab untuk mendidik moral dan adab semua pemain bukan hanya menekan untuk cuma menjadi juara, karena ini hanya kompetisi usia muda," jelasnya.
Lebih lanjut, Ardian menyebut di timnya juara bukan prioritas utama di level kelompok umur.
"Dari awal saya bilang ke dirtek akademi saya di kompetisi EPA ini bukan untuk mencari juara, tapi mencari bakat-bakar muda yg bisa bermain untuk tim utama,“ ia menjelaskan.
Lebih lanjut, biar menimbulkan efek jera, Ardian bakal menempuh jalur hukum. Menurutnya, ini sudah masuk ke tindak kekerasan.
"Saya akan proses secara hukum untuk semua yg melakukan kekerasan, karena bukan hanya pemain tapi ada juga coach yang melakukan pemukulan," pungkasnya.