Dari Bertahan hingga Serangan, Ini Evaluasi Timnas Indonesia U-17 Usai Gagal di Piala AFF

Ronald Seger Prabowo, Adie Prasetyo Nugraha

Senin, 20 April 2026 | 20:26 WIB
Dari Bertahan hingga Serangan, Ini Evaluasi Timnas Indonesia U-17 Usai Gagal di Piala AFF
Langkah Timnas Indonesia U-17 di Piala AFF U-17 2026 harus terhenti di fase grup. [Dok. KitaGaruda]
baca 10 detik
  • Timnas Indonesia U-17 gagal lolos ke semifinal Piala AFF U-17 setelah bermain imbang kontra Vietnam di Sidoarjo.
  • Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto bertanggung jawab penuh atas kegagalan tim meski mengapresiasi perjuangan pemain sepanjang pertandingan berlangsung.
  • Evaluasi dilakukan terhadap skema lima bek yang memperkuat pertahanan namun menghambat efektivitas serangan dan kreativitas tim nasional.

Suara.com - Langkah Timnas Indonesia U-17 di Piala AFF U-17 2026 harus terhenti di fase grup.

Hasil imbang tanpa gol kontra Vietnam pada laga terakhir Grup A di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo (19/4/2026), menjadi penutup yang pahit bagi Garuda Asia.

Hasil tersebut tak hanya menggagalkan peluang lolos ke semifinal, tetapi juga membuka ruang evaluasi besar bagi tim pelatih, terutama dari sisi taktik hingga efektivitas serangan.

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, tidak menghindar dari tanggung jawab. Ia bahkan secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada publik sepak bola Indonesia.

"Kami hanya bisa draw dan gagal melaju ke semifinal. Secara pribadi, saya yang bertanggung jawab di tim ini, saya memohon maaf atas hasil yang tidak memuaskan," buka Kurniawan kepada awak media.

"Tapi, saya tetap harus apresiasi perjuangan para pemain. Mereka sudah berjuang dan menjalankan apa yang menjadi planning kami dalam bermain," sambung Kurniawan.

Dari sisi pertahanan, penerapan skema lima bek terbilang cukup berhasil. Timnas Indonesia U-17 mampu meredam tekanan Vietnam dan menjaga lini belakang tetap solid sepanjang pertandingan.

Namun, pendekatan defensif tersebut menjadi bagian dari evaluasi utama. Dalam situasi wajib menang, strategi bertahan justru membuat tim kehilangan agresivitas di lini depan.

"Sebenarnya apa yang kami lakukan malam ini salah satu persiapan ketika akan menghadapi Piala Asia, karena kami tahu kualitas peserta di Piala Asia tentunya sangat bagus," jelas pria yang akrab disapa Kurus ini.

baca juga

Masalah paling mencolok terlihat saat transisi menyerang. Minimnya dukungan ke depan membuat skema serangan tidak berkembang dan peluang sulit dikonversi menjadi gol.

Ketergantungan pada serangan balik juga belum berjalan optimal. Pola permainan terlihat kurang rapi, terutama ketika pemain mencoba membangun serangan dari bawah.

"Pekerjaan rumah kami adalah ketika mendapat bola, karena memang ketika kami bermain dengsn lima di belakang tentunya support ke depan akan lebih sedikit." 

"Jadi, yang harus kami lakukan adalah memaksimalkan counter attack," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Babak-belur di Piala AFF U-17 2026, 3 Nama Ini Bakal Join ke Timnas Indonesia U-17?

Babak-belur di Piala AFF U-17 2026, 3 Nama Ini Bakal Join ke Timnas Indonesia U-17?

Bola | Senin, 20 April 2026 | 15:32 WIB

Remuk di Piala AFF U-17, Timnas Indonesia Bakal Ketambahan 3 Pemain Diaspora untuk Piala Asia U-17

Remuk di Piala AFF U-17, Timnas Indonesia Bakal Ketambahan 3 Pemain Diaspora untuk Piala Asia U-17

Bola | Senin, 20 April 2026 | 14:54 WIB

PR Besar Timnas Indonesia U-17 usai Gagal ke Semifinal Piala AFF U-17 2026

PR Besar Timnas Indonesia U-17 usai Gagal ke Semifinal Piala AFF U-17 2026

Bola | Senin, 20 April 2026 | 15:15 WIB

Terkini

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:08 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

×