- Umuh Muchtar mengecam kepemimpinan wasit Yoko Supriyanto yang mengesahkan gol pertama Dewa United meski bola dianggap sudah keluar garis.
- Manajer Persib tersebut mempertanyakan urgensi penggunaan teknologi VAR di Liga Indonesia jika kejadian krusial di atas lapangan tidak dicek kembali.
- Meski merasa dirugikan oleh pengadil lapangan, Umuh Muchtar meminta pemain Persib tetap fokus menghadapi laga berat selanjutnya kontra Arema FC.
Suara.com - Persib Bandung terpaksa harus membawa pulang satu poin setelah ditahan imbang Dewa United dengan skor 2-2 dalam laga pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026.
Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, meluapkan kekecewaan mendalam terhadap kepemimpinan wasit Yoko Supriyanto yang dinilai banyak merugikan timnya di Banten International Stadium.
Pria yang akrab disapa Pak Haji tersebut secara khusus menyoroti ketidakefektifan teknologi VAR dalam menganalisis gol pembuka tuan rumah yang dianggap sudah tidak sah.
Protes Keras Atas Gol Kontroversial Alex Martins
![Manajer Persib Umuh Muchtar kecewa berat dan pertanyakan fungsi VAR usai gol Dewa United disahkan wasit Yoko Supriyanto meski bola diduga sudah keluar lapangan. [Dok. Suara.com/Rahman]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/21/38615-manajer-persib-umuh-muchtar.jpg)
Umuh Muchtar menilai kemenangan yang sudah di depan mata sirna akibat keputusan wasit yang mengesahkan gol Alex Martins pada menit ke-24.
Bagi Umuh, bola tersebut sudah keluar dari garis lapangan sebelum akhirnya disambar menjadi gol oleh penyerang asal Brasil tersebut.
"Ya semua orang tahu ya, gol pertama itu bola udah keluar," ujar Umuh Muchtar dengan nada tinggi setelah pertandingan.
Ia menegaskan memiliki bukti visual yang kuat terkait insiden tersebut dan berencana untuk memviralkannya ke ruang publik.
"Ada fotonya. Semua orang, ini saya akan viralkan," tegas pria yang juga menjabat sebagai Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat tersebut.
Umuh Muchtar Pertanyakan Kredibilitas Teknologi VAR
Umuh Muchtar merasa perlu melakukan langkah tegas agar kejadian serupa tidak terus terulang dan merusak sportivitas kompetisi.
"Saya akan kasih tahu, beritakan, dan lihat itu bahwa bola udah jauh keluar ya. Disahkan masuk," sambungnya menunjukkan rasa ketidakpuasan.
Di mata Umuh, pertandingan sebenarnya berjalan sangat menarik dan kedua tim menunjukkan kualitas permainan yang sangat tinggi.
Namun, ia beranggapan bahwa faktor non-teknis dari pengadil lapanganlah yang membuat Persib gagal meraih poin penuh.
"Jadi saya bilang, Persib tidak akan kalah cuma kalahnya sama wasit ya. Bukan karena kita drop ya, tidak," jelasnya.