- Jan Olde Riekerink kecewa karena Dewa United gagal mempertahankan keunggulan 2-0 atas Persib Bandung akibat kesalahan individual pemain di lapangan.
- Kartu merah yang diterima Alex Martins pada menit ke-63 dianggap sebagai tindakan "bodoh" yang merusak momentum kemenangan tim tuan rumah di Banten.
- Meskipun mengantongi satu poin dari pemuncak klasemen, sang pelatih merasa timnya kehilangan dua poin berharga karena tidak menjalankan instruksi taktik dengan disiplin.
Suara.com - Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, tidak dapat menyembunyikan rasa kecewanya setelah kemenangan yang sudah di depan mata atas Persib Bandung mendadak sirna.
Meskipun Dewa United sempat memimpin dua gol tanpa balas, hasil imbang 2-2 di Banten International Stadium dianggap sebagai kerugian besar akibat instruksi taktik yang tidak dijalankan sempurna.
Juru taktik asal Belanda tersebut bahkan secara pedas menyoroti kartu merah yang diterima Alex Martins Ferreira sebagai titik balik kehancuran strategi timnya pada pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026.
Petaka Kartu Merah dan Hilangnya Momentum

Pertandingan yang berlangsung panas pada Senin (20/4/2026) malam tersebut awalnya terlihat akan menjadi milik tuan rumah sepenuhnya.
Dewa United sempat berada di atas angin berkat lesakan gol dari Alex Martins Ferreira pada menit ke-24 dan aksi menawan Ricky Kambuaya di menit ke-61.
Namun, situasi berubah drastis setelah sang pencetak gol pertama, Alex Martins, justru harus mandi lebih cepat usai menerima kartu merah pada menit ke-63.
Riekerink menilai pengusiran tersebut sebagai tindakan yang sangat tidak perlu dan merusak seluruh rencana besar yang telah dipersiapkan tim.
"Kami mendapat kartu merah yang sangat bodoh, itu hampir tidak bisa diterima," ketus Riekerink dengan nada menyesal usai laga.
Kegagalan Menjalankan Instruksi
Pasca bermain dengan sepuluh orang, konsentrasi pertahanan Dewa United mulai rontok menghadapi gempuran bola-bola panjang dari skuad Maung Bandung.
Thom Haye berhasil memperkecil kedudukan lewat titik putih pada menit ke-77, sebelum Andrew Jung memupus harapan tuan rumah lewat gol penyeimbang di menit ke-86.
Sang pelatih merasa para pemainnya seolah kehilangan arah dan melupakan materi instruksi yang sudah ia tanamkan selama masa persiapan latihan.
"Saya pikir para pemain bisa belajar bahwa jika saya mencoba mengajarkan sesuatu, mereka harus melakukannya," tegas mantan pelatih Galatasaray tersebut.
Ia mengkritik bagaimana timnya gagal mengantisipasi strategi Persib yang cenderung mengandalkan umpan lambung langsung ke jantung pertahanan.