- Ribuan Bobotoh di Banten melakukan pengawalan luar biasa bagi skuad Persib Bandung meski laga pekan ke-28 di Banten International Stadium digelar tanpa penonton.
- Bojan Hodak merasa bermain di stadion kosong adalah kerugian dan pengalaman terburuk karena Persib sudah terbiasa dengan atmosfer penonton yang penuh.
- Eliano Reijnders mengaku sangat terkesan dengan fanatisme Bobotoh di jalanan dan sudah tidak sabar untuk kembali tampil di hadapan pendukung saat menjamu Arema FC di GBLA.
Suara.com - Skuad Persib Bandung merasakan gelombang dukungan yang sangat masif dari masyarakat dan Bobotoh di Banten saat melakoni laga tandang kompetisi BRI Super League 2025/2026.
Meski duel kontra Dewa United di Banten International Stadium pada Senin (20/4/2026) diputuskan tanpa penonton, ribuan suporter tetap memadati jalanan demi menyambut Maung Bandung.
Pemandangan luar biasa ini memicu reaksi emosional dari pelatih Bojan Hodak dan bek sayap Eliano Reijnders yang sangat menyayangkan kesunyian di dalam stadion.
Lautan Bobotoh Kawal Skuad Maung Bandung
![Hasil Super League: 10 Pemain Dewa United Permalukan Persib Bandung di BIS! [Dok. IG Dewa United]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/20/60287-dewa-united-vs-persib-bandung.jpg)
Antusiasme tinggi para pendukung setia Persib di wilayah Serang dan sekitarnya sudah terlihat sejak satu hari sebelum pertandingan dimulai.
Ribuan Bobotoh menyambut kedatangan armada Pangeran Biru dan melakukan pengawalan ketat hingga tim tiba di hotel tempat menginap.
Aksi serupa kembali berulang pada hari pertandingan, di mana konvoi suporter mengantarkan bus pemain menuju stadion hingga laga berakhir.
Fenomena ini membuktikan bahwa basis pendukung Persib sangat besar dan tersebar luas hingga ke pelosok daerah di luar Jawa Barat.
Bojan Hodak mengaku sama sekali tidak terkejut dengan sambutan hangat yang diberikan oleh warga Banten kepada anak asuhnya.
Bojan Hodak Lebih Suka Tekanan di Tribun
Pelatih asal Kroasia tersebut menegaskan bahwa kehadiran suporter merupakan elemen vital yang tidak bisa dipisahkan dari jati diri Persib.
"Saya sudah di sini tiga tahun. Sudah saya katakan, setiap kali kami bermain di kandang, mereka seperti pemain ke-12," kata Bojan Hodak usai laga yang berakhir imbang 2-2 itu.
Ia secara terang-terangan menyesali keputusan penyelenggara yang tidak mengizinkan penonton masuk ke dalam Banten International Stadium.
Menurutnya, Persib adalah tim yang justru mendapatkan energi tambahan saat bertanding di hadapan stadion yang penuh sesak.
"Bagi saya, sayangnya hari ini, saya katakan ini adalah (kerugian) bagi mereka karena kami terbiasa bermain di stadion yang penuh," ungkap Bojan.