-
Fadly Alberto meminta maaf secara terbuka atas aksi tendangan kungfu di laga EPA U-20.
-
Pemain Timnas U-20 ini menyesal telah merugikan klub dan mencoreng nama baik Garuda Muda.
-
Fadly menyatakan kesiapan menerima sanksi tegas dari Komite Disiplin PSSI akibat tindakan brutalnya.
Suara.com - Fadly Alberto Hengga secara terbuka mengakui tindakan kekerasan lapangan yang ia lakukan saat membela Bhayangkara FC U-20.
Pemain sayap muda ini menyampaikan penyesalan mendalam setelah melancarkan tendangan gaya kungfu kepada penggawa Dewa United U-20.
Langkah permintaan maaf ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral atas perilaku yang dinilai mencoreng nilai sportivitas.

Insiden tersebut terjadi di tengah tensi tinggi kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Super League U-20 musim 2025/2026.
Fadly menyadari bahwa emosi sesaat tersebut tidak hanya merugikan lawan tetapi juga reputasi pribadinya sebagai pesepak bola.
Melalui media sosial resminya, pemain berusia 17 tahun ini menyampaikan permohonan maaf khusus kepada korbannya, Rakha Nurkholis.
![Mimpi Itu Gratis: Air Mata dan Perjuangan Alberto Hengga Bersama Sang Ibu [the-afc.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/04/14/56334-fadly-alberto-hengga.jpg)
"Saya Fadly Alberto Hengga, pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20. Dengan sadar, saya memohon maaf dan menyesal atas perbuatan bodoh saya saat pertandingan melawan Dewa United Banten FC U-20," kata Fadly Alberto.
Ia merasa sangat bersalah karena tindakan fisik tersebut sangat membahayakan keselamatan pemain lawan di area pertandingan.
"Secara khusus, saya meminta maaf kepada Rakha Nurkholis dan tim Dewa United U-20 atas perbuatan bodoh saya menendang Rakha Nurkholis," jelasnya.
Penyesalan ini juga dialamatkan kepada manajemen klub yang kini harus menanggung dampak negatif dari perilaku indisipliner tersebut.
Fadly yang merupakan langganan skuad asuhan Nova Arianto menyadari bahwa tindakannya membawa beban buruk bagi nama negara.
"Dan untuk tim Bhayangkara Presisi Lampung FC, saya meminta maaf kepada pimpinan dan manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC serta seluruh jajaran pelatih dan rekan setim karena telah merugikan tim," imbuh Fadly Alberto.
Sebagai aset muda Indonesia, ia merasa gagal menjaga martabat jersey merah putih yang selama ini ia kenakan.
"Dan untuk Tim Nasional Indonesia, saya meminta maaf karena perbuatan saya mencoreng nama baik Tim Nasional Indonesia," tuturnya.
Kini posisi Fadly di skuad Garuda Muda dilaporkan berada di ujung tanduk menyusul evaluasi ketat dari tim pelatih.