Komnas Perempuan Bongkar Pola Predator Seksual: Satu Pelaku Kerap Beraksi Berulang!

Muhammad Yasir, Lilis Varwati

Selasa, 21 April 2026 | 08:59 WIB
Komnas Perempuan Bongkar Pola Predator Seksual: Satu Pelaku Kerap Beraksi Berulang!
Ketua Komnas Perempuan Maria Ulfah Anshor. [Antara]
baca 10 detik
  • Ketua Komnas Perempuan Maria Ulfah Anshor melaporkan banyak pelaku kekerasan seksual beraksi berulang kali di Indonesia.
  • Fenomena predator seksual ini marak terjadi di lingkungan pendidikan, mulai tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
  • Maria mendesak penelusuran rekam jejak pelaku selama sepuluh tahun terakhir guna mengungkap deretan korban yang tersembunyi.

Suara.com - Ketua Komnas Perempuan Maria Ulfah Anshor, mengungkapkan fakta mencengangkan mengenai pola kekerasan seksual yang selama ini terjadi di Indonesia.

Berdasarkan laporan yang masuk, mayoritas pelaku merupakan "pemain lama" yang melakukan aksi kekerasan secara berulang, baik kepada korban yang sama maupun baru.

Maria menyebut pola predator ini terdeteksi di berbagai sektor, termasuk di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi ruang aman bagi para pelajar dan mahasiswa.

“Dalam banyak kasus kekerasan seksual yang dilaporkan setidaknya di Komnas Perempuan, pada umumnya satu pelaku melakukan kekerasan berulang pada korban yang sama maupun juga pada korban-korban lain,” ujar Maria dalam acara Laporan Tahunan Komnas Perempuan 2025 secara virtual, Senin (20/4/2026).

Maria pun memberikan penekanan khusus pada institusi pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

Ia mensinyalir banyak kasus kekerasan seksual di kampus maupun sekolah yang selama ini hanya menguap tanpa pengungkapan yang tuntas secara hukum maupun administratif.

“Dan dalam kekerasan yang terjadi di lembaga pendidikan, baik di satuan pendidikan dasar, menengah, apalagi di perguruan tinggi, mari kita kawal bersama-sama,” tegasnya.

Lebih jauh, Maria mengajak publik dan aparat penegak hukum untuk tidak hanya terpaku pada kasus yang baru muncul di permukaan.

Ia mendesak adanya penelusuran rekam jejak panjang untuk membongkar deretan korban yang kemungkinan besar telah ada sejak bertahun-tahun silam namun luput dari radar publik.

baca juga

“Kita lihat tahun belakangnya, tahun belakangnya lagi bahkan sepuluh tahun yang sebelumnya. Itu sudah sejumlah deretan korban kekerasan seksual yang luput dari perhatian kita semua,” paparnya.

Pernyataan Komnas Perempuan ini mengindikasikan adanya fenomena gunung es, di mana pelaku merasa leluasa beraksi karena minimnya pelaporan dari korban. Faktor rasa takut dan stigma seringkali membuat jejak pelaku tertutup rapat selama satu dekade lebih.

Maria menegaskan bahwa pengawalan publik secara kolektif adalah kunci untuk memutus pola kekerasan berulang ini. Penelusuran menyeluruh terhadap masa lalu pelaku diharapkan dapat memberikan keadilan bagi seluruh korban dan mencegah munculnya korban baru di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komnas Perempuan: Candaan di Grup WA Bisa Masuk Kekerasan Seksual

Komnas Perempuan: Candaan di Grup WA Bisa Masuk Kekerasan Seksual

News | Senin, 20 April 2026 | 21:32 WIB

16 Mahasiswa IPB Diskors Usai Terbukti Lakukan Kekerasan Seksual

16 Mahasiswa IPB Diskors Usai Terbukti Lakukan Kekerasan Seksual

News | Senin, 20 April 2026 | 20:22 WIB

Bahas Darurat Kekerasan Seksual di Kampus, DPR Panggil 4 Perguruan Tinggi Gelar Rapat Tertutup

Bahas Darurat Kekerasan Seksual di Kampus, DPR Panggil 4 Perguruan Tinggi Gelar Rapat Tertutup

News | Senin, 20 April 2026 | 14:36 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×