- Penyerang Arema FC, Gustavo Franca, mengakui bahwa tekanan dari Bobotoh di GBLA sangat besar, namun timnya siap mengubah intimidasi tersebut menjadi motivasi.
- Arema FC datang ke Bandung dengan modal psikologis tinggi setelah meraih dua kemenangan beruntun tanpa kebobolan melawan Persita Tangerang dan Persis Solo.
- Persib Bandung saat ini berada dalam posisi kritis karena jarak poin mereka di puncak klasemen kian didekati Borneo FC dan Persija usai imbang lawan Dewa United.
Suara.com - Tekanan psikologis puluhan ribu Bobotoh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) akan menjadi ujian mental terberat bagi Arema FC saat menantang Persib Bandung pada Jumat (24/4/2026) mendatang.
Laga krusial pekan ke-29 Super League 2025/2026 ini bukan sekadar adu taktik, melainkan pertaruhan nyali antara tuan rumah yang sedang terluka dan tim tamu yang tengah dalam tren kemenangan.
Penyerang andalan Singo Edan, Gustavo Franca, secara terbuka menyoroti atmosfer angker stadion tersebut namun memastikan mentalitas timnya sama sekali tidak akan ciut.
Mengubah Teror Tribun Menjadi Motivasi
![Pesepak bola Arema FC Joel Vinicius Silva Dos Anjos (kiri) dipeluk rekannya Gustavo Franca Amadio (kanan) usai mencetak gol di gawang Semen Padang dalam pertandingan BRI Super League di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Minggu (15/2/2026). Arema FC mengalahkan Semen Padang dengan skor akhir 3-0. [ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/bar]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/21/54367-arema-fc.jpg)
Menjelang lawatan berat tersebut, Gustavo Franca menyadari betul bahwa teror vokal dari tribun penonton akan memberikan beban ekstra bagi setiap pemain lawan yang hadir di Bandung.
“Stadion itu (GBLA) selalu dipenuhi suporter Persib (Bobotoh), tentu saja itu memberikan tekanan tersendiri bagi kami ketika bertanding,” kata Gustavo dikutip dari laman I.League, Rabu.
Pengalaman merasakan gemuruh markas Pangeran Biru sebenarnya bukanlah hal yang sepenuhnya baru bagi penyerang tajam asal Brasil ini.
Ia pernah masuk dalam daftar susunan pemain di stadion yang sama saat dirinya masih berseragam sang rival abadi, Persija Jakarta.
Sayangnya, pada momen lawatan bersama Macan Kemayoran kala itu, Gustavo hanya duduk di bangku cadangan dan harus menyaksikan timnya takluk dengan skor tipis 0-1.
Modal Clean Sheet Pasukan Singo Edan
Menurut Gustavo, intimidasi dari ribuan pendukung tuan rumah memang sangat berpotensi merusak konsentrasi jika tidak diimbangi dengan kesiapan mental baja.
Akan tetapi, dia melanjutkan, situasi di kandang lawan juga bisa menjadi kekuatan bagi tim tandang.
“Itu bisa membuat kami bersemangat sampai akhir laga,” tutur Gustavo.
Optimisme yang diusung oleh lini depan Arema FC ini sangat beralasan jika melihat rekam jejak mentereng mereka dalam dua pekan terakhir kompetisi domestik.
Skuad Singo Edan datang ke Kota Kembang dengan kepala tegak usai mencatatkan dua kemenangan beruntun tanpa kebobolan sama sekali.