- Borneo FC akan meluncurkan akademi sepak bola putri pertama pada 17 Mei 2026 di Samarinda untuk mengembangkan bakat lokal.
- Keputusan tersebut diambil setelah suksesnya turnamen MilkLife Soccer Challenge yang diikuti 642 siswi sekolah dasar di Samarinda pekan ini.
- Sebanyak 25 pemain berbakat hasil turnamen terpilih untuk mengikuti program pembinaan intensif guna meningkatkan kualitas sepak bola putri daerah.
Suara.com - Antusiasme luar biasa di turnamen usia dini mendorong manajemen Borneo FC Samarinda untuk segera meluncurkan akademi sepak bola putri pertama mereka pada pertengahan Mei mendatang.
Keputusan bersejarah ini lahir setelah suksesnya penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Samarinda Seri 2 2025-2026 pekan ini.
Kehadiran ratusan siswi sekolah dasar yang bertanding di Borneo FC Training Centre membuka mata banyak pihak bahwa ekosistem sepak bola putri di Kalimantan Timur memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Turnamen yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife bersama Bayan Peduli itu diikuti 642 siswi dari 44 sekolah dasar.
Mereka terbagi ke dalam 62 tim yang bersaing di dua kategori usia, yakni KU 10 dan KU 12.
Langkah Konkret Jacksen F Tiago dan Borneo FC
![Juara, runner-up, semifinalis KU 10 serta KU 12 merayakan keberhasilan bersama di podium usai pertandingan final MilkLife Soccer Challenge Samarinda Seri 2 2025 - 2026 di Borneo FC Training Centre pada 26 April 2026. [MLSC]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/26/40919-mlsc.jpg)
Head Coach MLSC, Jacksen Ferreira Tiago, menyoroti minimnya kompetisi dan sekolah sepak bola khusus putri di Samarinda.
Menurut legenda sepak bola Indonesia itu, MLSC menjadi momentum penting bagi perkembangan sepak bola putri di Kalimantan Timur.
"Di daerah seperti Samarinda, kegiatan untuk anak-anak dan remaja masih sangat minim. Jadi ketika MLSC hadir di sini, ini menjadi kesempatan besar dan membawa angin segar bagi masa depan putri-putri kita," ujar Jacksen dalam keterangan tertulis, Minggu (26/4/2026).
"Di Borneo FC Academy selama ini memang belum ada kelas khusus putri karena fokus kami masih di laki-laki. Tapi setelah saya terlibat dalam proyek MLSC, saya bicara dengan owner dan pengurus, dan kami akan membuka kelas untuk putri. Rencananya launching pada 17 Mei," ujar Jacksen.
Jacksen juga telah mengantongi 25 nama pemain putri berbakat dari turnamen ini untuk mengikuti program pembinaan lanjutan bertajuk MilkLife Soccer Extra Training.
Program tersebut akan digelar dengan intensitas tinggi, minimal tiga kali dalam sepekan, mengingat pembinaan sepak bola putri di Samarinda masih berada pada tahap awal.
"Kita harus selektif, tetapi juga memberi ruang seluas-luasnya kepada anak-anak untuk beradaptasi. Kalau di daerah lain extra training mungkin cukup sekali seminggu, tapi di Samarinda mau tidak mau harus minimal tiga kali karena kita benar-benar mulai dari nol. Pasti untuk saat ini kita masih tertinggal dibanding kota lain, tetapi kita harus kejar semaksimal mungkin dan kerja lebih keras," kata Jacksen.
Dukungan Penuh untuk Ekosistem Sepak Bola Putri
Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menyebut antusiasme peserta di Samarinda sangat luar biasa.
Menurutnya, semangat bertanding dan kemauan belajar para siswi menjadi modal penting untuk pembinaan jangka panjang di Kalimantan Timur.
"Antusiasme siswi di Samarinda luar biasa, apalagi ini menjadi kali pertama MLSC digelar di sini. Kami melihat semangat bertanding, keberanian, dan kemauan belajar yang sangat tinggi. Ini menjadi modal penting untuk pembinaan jangka panjang sepak bola putri di Kalimantan Timur," ujar Teddy.
Keberhasilan di Samarinda diyakini menjadi langkah strategis untuk memperluas pembinaan sepak bola putri ke luar Pulau Jawa.
Talenta terbaik dari Samarinda nantinya akan tampil di ajang MilkLife Soccer Challenge All-Stars pada 24-28 Juni 2026 di Kudus, Jawa Tengah.
Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, turut mengapresiasi penyelenggaraan turnamen ini.
"Kami bangga melihat para siswi bertanding dengan penuh semangat. Ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga membangun karakter, disiplin, dan keberanian generasi muda. Bayan Group berkomitmen untuk terus Berkarya Nyata, Bangun Bangsa dengan menciptakan wadah inklusif bagi talenta lokal," ungkap Merlin.
Lahirnya Juara Perdana di Samarinda
Pada kategori KU 10, SDN 008 Palaran keluar sebagai juara setelah mengalahkan SDN 009 Samarinda Seberang dengan skor 1-0.
Gol kemenangan dicetak Girana Natasha melalui tendangan bebas pada menit ke-22.
"Saya senang banget karena bisa mencetak gol dan membawa sekolah menjadi juara. Semoga MLSC ada lagi di Samarinda sehingga saya bisa terus semangat berlatih," ujar Girana.
Sementara itu, pada kategori KU 12, SDN 002 Samarinda Kota menundukkan SDN 018 Samarinda Ulu dengan skor 5-2.
Adiba Sanas Primayuga menjadi bintang kemenangan lewat torehan hattrick, sementara dua gol lainnya dicetak Azizah Diana Putri.
"Saya bangga sekali bisa mencetak hattrick di final dan membawa sekolah kami juara. Saya akan terus berlatih dan berharap terpilih mewakili Samarinda di MilkLife Soccer Challenge All-Stars," kata Adiba.