- FIFA mencoret seorang wasit kandidat Piala Dunia 2026 setelah ia ditangkap kepolisian Inggris atas dugaan pelecehan seksual.
- Insiden tersebut melibatkan seorang remaja laki-laki di sebuah hotel saat sang wasit bertugas memimpin laga kompetisi Eropa.
- FIFA dan UEFA resmi melarang wasit tersebut memimpin pertandingan apa pun selama proses penyelidikan hukum masih berlangsung.
Suara.com - FIFA resmi mencoret seorang wasit yang sebelumnya masuk kandidat ofisial pertandingan Piala Dunia 2026 setelah ia ditangkap di Inggris terkait dugaan kasus pelecehan seksual.
Pejabat pertandingan tersebut diamankan polisi saat berada di Inggris untuk memimpin laga kompetisi Eropa. Identitas sang wasit belum diungkap ke publik.
FIFA menyatakan telah mengetahui tuduhan serius tersebut dan langsung mengambil tindakan tegas.
“Untuk sementara, ofisial pertandingan tersebut tidak akan dipertimbangkan untuk laga kompetisi FIFA mana pun,” tulis FIFA dalam pernyataan resminya.
Menurut laporan media Inggris The Sun, dugaan insiden melibatkan seorang remaja laki-laki dan terjadi di sebuah hotel di Inggris.

Kasus itu kini masih dalam penyelidikan aktif oleh kepolisian Metropolitan London.
Media setempat menyebut pria berusia 30-an tahun tersebut telah dibebaskan dengan jaminan sambil menunggu proses hukum lanjutan.
Selain FIFA, UEFA juga memastikan sang wasit tidak akan ditugaskan dalam pertandingan di bawah otoritas mereka selama investigasi berlangsung.
“Kami memantau situasi ini dengan keprihatinan besar dan akan terus mengikuti perkembangan secara dekat,” ujar UEFA.
FIFA sebelumnya telah merilis daftar resmi perangkat pertandingan untuk Piala Dunia 2026, yang mencakup 52 wasit, 88 asisten wasit, dan 30 ofisial VAR.
Turnamen Piala Dunia 2026 sendiri akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 11 Juni hingga 19 Juli mendatang.