-
Indonesia resmi terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 Divisi 1.
-
Turnamen edisi perdana ini menerapkan sistem dua divisi berdasarkan peringkat terbaru FIFA.
-
Kompetisi dijadwalkan berlangsung efisien pada periode FIFA Matchday bulan September hingga Oktober 2026.
Suara.com - Timnas Indonesia dipastikan mendapat kehormatan besar sebagai tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 Divisi 1. Kepastian tersebut langsung menjadi perhatian pecinta sepak bola Asia Tenggara karena ajang ini akan hadir dengan format baru yang berbeda dari Piala AFF sebelumnya.
Turnamen edisi perdana tersebut dijadwalkan berlangsung pada periode FIFA Matchday, tepatnya sepanjang September hingga Oktober 2026. Kehadiran format anyar membuat persaingan diprediksi bakal lebih ketat karena peserta dibagi berdasarkan ranking FIFA terbaru.
Kabar mengenai format kompetisi ini pertama kali diungkap media The ASEAN Football.
![Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto bongkar masalah transisi dan serangan balik yang bikin Timnas Indonesia U-17 tersingkir dari fase grup Piala AFF 2026 usai ditahan imbang Vietnam.[Dok. KitaGaruda]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/20/81639-timnas-indonesia-u-17-vs-vietnam.jpg)
Disebutkan bahwa keputusan tersebut telah disepakati dalam Kongres FIFA ke-76, termasuk penandatanganan nota kesepahaman antara FIFA dan ASEAN Football Federation (AFF).
“FIFA dan Federasi Sepak Bola ASEAN secara resmi telah menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) dan mengonfirmasi format turnamen untuk Piala ASEAN FIFA 2026 perdana selama Kongres FIFA ke-76,” tulis mereka.
Salah satu perubahan paling mencolok adalah penggunaan sistem dua divisi. Nantinya, masing-masing divisi akan dihuni enam negara peserta.
![Pesepakbola Timnas Vietnam U-17 Tran Hoang Viet (kedua kiri) berusaha menghibur pemain Indonesia Zidane Raditya Chandra (kiri) setelah gagal lolos ke semifinal saat pertandingan terakhir Grup A Piala AFF U-17 2026 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (19/4/2026) malam. [ANTARA/Umarul Faruq]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/20/26034-timnas-indonesia-u-17.jpg)
Indonesia dipercaya menjadi pusat penyelenggaraan untuk Divisi 1 yang berisi negara-negara unggulan Asia Tenggara. Sementara itu, Hong Kong ditunjuk sebagai tuan rumah Divisi 2 sekaligus menjadi peserta undangan dari luar kawasan ASEAN.
“Struktur turnamen: sistem dua divisi. Indonesia tuan rumah Divisi 1. Hong Kong tuan rumah Divisi 2,” lanjut laporan tersebut.
Meski sudah diumumkan secara global, FIFA dan AFF hingga kini belum merilis detail resmi mengenai mekanisme pertandingan.
Namun, jadwal yang masuk dalam kalender FIFA Matchday membuat format turnamen harus disesuaikan dengan keterbatasan jumlah pertandingan internasional.
Setiap negara diketahui hanya memiliki jatah empat laga resmi selama periode FIFA Matchday tersebut. Karena itu, format kompetisi diperkirakan akan dibuat lebih ringkas dan efisien.
Salah satu opsi yang paling memungkinkan adalah membagi enam peserta ke dalam dua grup kecil. Nantinya, juara dan runner-up grup bakal melaju ke semifinal sebelum memperebutkan tiket final.
Dengan skema tersebut, setiap tim diprediksi hanya menjalani dua pertandingan fase grup sebelum masuk ke babak gugur.
Total empat laga hingga final dinilai menjadi solusi paling realistis agar turnamen tetap kompetitif tanpa melanggar kalender internasional FIFA.
Kepercayaan menjadi tuan rumah Divisi 1 tentu menjadi momentum penting bagi Timnas Indonesia untuk menunjukkan kapasitas sebagai salah satu kekuatan sepak bola terbesar di Asia Tenggara, sekaligus membuka peluang besar tampil maksimal di depan pendukung sendiri.