- Pemerintah Provinsi Papua menutup sementara Stadion Lukas Enembe setelah kerusuhan pertandingan Persipura melawan Adhyaksa FC pada 8 Mei 2026.
- Gubernur Matius D Fakhiri menyatakan penutupan dilakukan untuk memperbaiki fasilitas stadion yang mengalami kerusakan akibat insiden kerusuhan tersebut.
- Pemerintah daerah mengevaluasi tata kelola pertandingan bersama manajemen Persipura guna memperkuat pengamanan dan mencegah terulangnya aksi serupa.
Suara.com - Pemerintah Provinsi Papua menutup sementara Stadion Lukas Enembe setelah terjadi kerusuhan seusai pertandingan Championship 2025/2026 antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC pada Jumat (8/5/2026).
Gubernur Papua, Matius D Fakhiri, mengatakan penutupan sementara dilakukan untuk mendukung proses perbaikan fasilitas stadion yang mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.
"Langkah tersebut diambil guna mendukung proses perbaikan fasilitas stadion yang mengalami kerusakan akibat insiden tersebut," kata Matius di Jayapura, Selasa (12/5/2026).
Menurut Matius, Stadion Lukas Enembe merupakan aset penting sekaligus kebanggaan masyarakat Papua yang harus dijaga bersama, terutama sebagai simbol kebangkitan olahraga di Tanah Papua.
"Stadion ini adalah kebanggaan semua. Ini menjadi roh kebangkitan olahraga di Papua, khususnya Persipura," ujar dia.
Matius juga mengimbau seluruh masyarakat, termasuk pendukung Persipura, agar tetap menjaga sikap sportif saat menyaksikan pertandingan sepak bola.
"Kemenangan maupun kekalahan merupakan bagian dari dinamika olahraga yang harus disikapi secara dewasa. Menang atau kalah itu hal biasa dalam sepak bola. Masyarakat Papua yang mencintai Persipura harus menjadi penonton yang baik,” tutur dia.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Papua akan melakukan evaluasi bersama manajemen Persipura untuk memperkuat koordinasi pengamanan serta tata kelola pertandingan agar kejadian serupa tidak terulang.
"Kami akan terus membangun kolaborasi antara pemerintah dan manajemen Persipura agar hal seperti kemarin tidak terjadi lagi," ujar dia.
Matius menegaskan pemerintah daerah akan bertanggung jawab terhadap perbaikan fasilitas stadion yang rusak akibat kerusuhan tersebut.
"Kami turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas insiden yang terjadi di Stadion Lukas Enembe," kata dia.