- Serikat guru CNTE mengancam akan melakukan aksi mogok nasional di Meksiko selama penyelenggaraan ajang Piala Dunia 2026.
- Para guru menuntut kenaikan gaji serta reformasi sistem pensiun yang dianggap lebih layak dan manusiawi bagi pekerja.
- Aksi protes dipicu oleh kebijakan pemerintah yang dinilai tidak cukup menyelesaikan akar permasalahan kesejahteraan tenaga pendidik di Meksiko.
Suara.com - Ancaman mogok nasional dari para guru di Meksiko mulai membayangi penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Serikat guru CNTE menegaskan aksi besar-besaran akan dilakukan jika pemerintah gagal memenuhi tuntutan soal kenaikan gaji dan reformasi pensiun.
Komite Koordinasi Nasional Pekerja Pendidikan atau CNTE menyebut tuntutan mereka tidak bisa ditawar.
Serikat guru tegas meminta upah yang lebih layak, jaminan kerja, serta sistem pensiun yang dianggap lebih manusiawi bagi para pekerja pendidikan.
“Kami tidak hanya berjuang untuk guru, tetapi untuk seluruh pekerja yang hak pensiun layaknya sedang terancam,” tulis CNTE dalam pernyataan resminya seperti dilansir dari Al Jazeera.
Pada peringatan Hari Guru, ribuan tenaga pendidik turun ke jalan membawa spanduk dan poster protes di ibu kota.
![Bukan Prancis atau Argentina, Simulasi Matematika Prediksi Negara Ini Juara Piala Dunia 2026 [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/06/71643-piala-dunia-2026.jpg)
Para guru mengecam Undang-Undang ISSSTE 2007 yang mengatur ulang sistem pensiun pegawai negeri dan dinilai merugikan pekerja.
“Tidak ada yang pantas dirayakan ketika jutaan pekerja menghadapi pensiun yang sangat kecil,” tegas CNTE.
Pemerintah sebelumnya sempat mengumumkan percepatan akhir tahun ajaran dari 15 Juli menjadi 5 Juni.
Alasannya adalah gelombang panas ekstrem dan benturan jadwal dengan Piala Dunia 2026.
Namun kebijakan tersebut memicu kritik dari serikat guru dan asosiasi orang tua murid sehingga akhirnya dibatalkan.
Situasi itu semakin memperkeruh hubungan pemerintah dengan kelompok pendidikan.
Aksi protes guru sendiri bukan hal baru di Meksiko.
Tahun lalu, demonstrasi terkait tuntutan upah bahkan sempat mengganggu operasional penerbangan di Bandara Internasional Benito Juarez.
Pemerintah Meksiko sebenarnya telah menjanjikan kenaikan gaji 10 persen dan tambahan cuti selama satu pekan.