-
Erling Haaland sukses meloloskan Timnas Norwegia ke putaran final Piala Dunia 2026 mendatang.
-
Keberhasilan ini mengakhiri penantian panjang publik sepak bola Norwegia selama dua puluh enam tahun.
-
Norwegia mengandalkan kombinasi keunggulan fisik dan kreativitas tinggi generasi emas untuk bersaing.
Suara.com - Erling Haaland akhirnya berhasil menuntaskan misi paling emosional dalam karier sepak bolanya dengan meloloskan Norwegia ke Piala Dunia 2026.
Bomber haus gol tersebut sukses memutus mata rantai kegagalan panjang negaranya yang selalu absen dalam turnamen mayor sepak bola internasional selama lebih dari dua dekade.
Keberhasilan ini menjadi oase bagi publik Norwegia yang merindukan panggung dunia sejak terakhir kali berkompetisi pada pergelaran Piala Dunia Prancis 1998 silam.
![Manchester City Bungkam Arsenal! Haaland Kirim Pesen Menohok ke Gabriel Magalhaes [Tangkap layar X]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/20/10880-erling-haaland-gabriel-magalhaes.jpg)
Kutukan sejarah itu sempat membebani mentalitas tim nasional, mengingat generasi demi generasi selalu kandas di fase kualifikasi sebelum momentum bersejarah ini tercipta.
"Menjadi sedikit... bukan canggung untuk dibicarakan, tetapi ini sudah sangat lama, dan Anda sudah mencoba sekian lama lalu hal itu tidak terjadi, Anda menjadi terbiasa dengan kegagalan itu," kata Haaland kepada FIFA. "Saya belum pernah mengalami Norwegia berada di Piala Dunia seumur hidup saya, jadi saya pikir ini sudah waktunya," kata dia diwawancara FIFA.
Striker berusia 25 tahun itu tampil layaknya mesin penghancur di sepanjang babak kualifikasi demi membawa negaranya naik kelas.
Haaland selalu mencatatkan namanya di papan skor dalam delapan laga, termasuk gelontoran lima gol ke gawang Moldova.

Puncaknya terjadi saat ia mencetak dua gol krusial ke gawang Italia di San Siro untuk mengunci tiket putaran final.
Meski mengemas rekor impresif 16 gol, bagi Haaland pencapaian kolektif tim jauh melampaui statistik individu yang ia torehkan.
"Bagi saya pribadi, ini adalah hal yang sangat besar. Saya sudah mengatakannya sejak lama, target besar saya adalah membawa Norwegia ke Piala Dunia. Itulah yang akan terus saya upayakan. Sekarang hal itu akhirnya terjadi dan saya sangat bahagia untuk itu, serta sangat bersemangat untuk apa yang akan terjadi selanjutnya. Anda seolah mendapatkan kelegaan dan kegembiraan yang dirasakan semua orang di negara ini. Sungguh luar biasa untuk dialami."
Lolosnya tim berjuluk Løvene ini sekaligus memutus rantai kerinduan anak-anak muda Norwegia yang tidak pernah menyaksikan pahlawan lokal mereka berlaga.
Haaland mengingat masa kecilnya yang terpaksa menjadi penonton netral dan mendukung negara lain di setiap edisi Piala Dunia.
"Saya tidak pernah mengalami Piala Dunia sebagai anak kecil di negara ini. Jadi, saya sangat bahagia untuk anak-anak di Norwegia yang bisa mengalaminya, karena saya akan sangat senang melihat Norwegia bermain di Piala Dunia. Setiap kali saya menyaksikan Piala Dunia, saya mendukung negara lain, jadi ini akan menyenangkan."
Petualangan di Amerika Serikat juga mengaktifkan memori personal yang sangat kuat dalam lingkaran keluarga sang megabintang Manchester City.
Ayahnya, Alf-Inge Haaland, merupakan pilar penting lini pertahanan tim nasional Norwegia saat berlaga di Piala Dunia USA 1994 silam.