-
Takefusa Kubo kini menjadi tumpuan utama lini serang Jepang setelah Mitoma dan Minamino cedera.
-
Gelandang Real Sociedad ini berjanji tampil habis-habisan demi membawa semangat rekannya yang absen.
-
Piala Dunia kali ini menjadi momentum pembuktian kematangan Kubo setelah edisi 2022 yang mengecewakan.
Suara.com - Badai cedera yang menghantam pilar utama Timnas Jepang mengubah peta kekuatan mereka menjelang putaran final Piala Dunia 2026. Takefusa Kubo kini mendadak berada di posisi sentral sebagai motor serangan utama yang paling diandalkan.
Kehilangan Kaoru Mitoma dan Takumi Minamino menjadi pukulan telak bagi ambisi besar skuad Samurai Blue. Situasi pelik ini memaksa Kubo untuk segera mendewasakan permainannya demi mengangkat performa tim di panggung tertinggi.
Langkah taktis pelatih Hajime Moriyasu kini sangat bergantung pada kreativitas pemuda berusia 24 tahun tersebut. Publik sepak bola global pun menanti apakah sang gelandang mampu menjawab ekspektasi masif ini.

Formasi ofensif 3-4-2-1 milik Jepang selama ini terbukti sangat mematikan di babak kualifikasi zona Asia. Mereka sukses membukukan 54 gol fantastis dan hanya kebobolan tiga kali dari total 16 pertandingan.
Kubo sendiri berkontribusi besar dengan mencetak empat gol serta menyumbang delapan umpan matang sepanjang kualifikasi. Namun, absennya Minamino akibat cedera ACL dan Mitoma yang dihantam masalah hamstring mengubah segalanya.
Kehilangan dua kreator serangan tersebut membuat opsi lini depan Jepang menjadi sangat terbatas. Kendati ada nama Daichi Kamada atau Junya Ito, daya magis mereka dinilai belum setara.
Kondisi darurat ini disadari betul oleh mantan didikan akademi La Masia Barcelona tersebut. Ia mengaku telah menjalin komunikasi dengan Mitoma dan siap mengemban tanggung jawab yang ditinggalkan.

"Cederanya sangat mengecewakan," kata Kubo setelah mengetahui Mitoma harus absen dari Piala Dunia 2026.
"Saya menghubungi dia secara langsung tetapi, tentu saja, ini saat yang sulit baginya, dia adalah pemain yang sangat penting," tuturnya lagi.
Eks pemain Real Madrid ini menegaskan komitmennya untuk berjuang habis-habisan di turnamen nanti. Ia berjanji akan bermain dengan motivasi berlipat ganda demi menebus absennya sang rekan.
"Saya ingin membawa perasaan Mitoma bersama saya dan memberikan segalanya dengan rasa tanggung jawab yang lebih besar," ucap pemain Real Sociedad tersebut.
"Kami harus bersatu dan, demi Mitoma, saya berharap kami bisa bersama-sama membuat turnamen ini sukses," pungkas Kubo.
Kemampuan Kubo dalam melepaskan umpan-umpan visioner di sepertiga akhir lapangan kini menjadi senjata utama Jepang. Pergerakannya yang lincah juga sering kali membuka ruang bagi Ritsu Doan untuk merangsek maju.
Potensi besar ini menjadi momentum bagi Kubo untuk menghapus memori kelam pada Piala Dunia Qatar 2022 lalu. Saat itu, ia selalu diganti pada babak pertama dalam laga penting melawan Jerman dan Spanyol.
Cedera otot pada turnamen terdahulu juga sempat membuatnya frustrasi karena gagal tampil di babak 16 besar. Kini, dengan modal 48 caps internasional, Kubo jauh lebih matang untuk memimpin rekan-rekannya.
Ekspektasi tinggi memang selalu mengiringi perjalanan karier sepak bola Takefusa Kubo sejak usia dini. Ia sempat menimba ilmu di Spanyol sebelum aturan transfer internasional memaksanya pulang ke Jepang.
Statusnya sebagai salah satu talenta paling berbakat Asia kembali terbukti saat Real Madrid meminangnya di usia 18 tahun. Meski sempat berpindah-pindah klub, ia akhirnya menemukan performa terbaiknya bersama Real Sociedad di La Liga.