Sejarah Kelam Trofi Piala Dunia: Dicuri Nazi, Ditemukan Anjing, hingga Dilebur Pencuri

Arief Apriadi

Rabu, 27 Mei 2026 | 19:05 WIB
Sejarah Kelam Trofi Piala Dunia: Dicuri Nazi, Ditemukan Anjing, hingga Dilebur Pencuri
Trofi Piala Dunia FIFA ternyata punya sejarah kelam: pernah dicuri, disembunyikan dari Nazi, hingga ditemukan seekor anjing bernama Pickles. CENTRAL PRESS / AFP
baca 10 detik
  • Trofi Jules Rimet yang diciptakan pada 1930 memiliki sejarah penuh intrik, termasuk aksi penyelamatan dan pencurian selama perang.
  • Pencurian permanen trofi Jules Rimet di Brasil mendorong FIFA menciptakan trofi emas modern karya Silvio Gazzaniga pada 1974.
  • Trofi emas modern akan diperebutkan oleh 48 negara dalam Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Suara.com - Piala Dunia FIFA 2026 yang akan segera digelar di kawasan Amerika Utara tidak hanya menjanjikan persaingan ketat 48 negara, tetapi juga perebutan sebuah mahakarya paling sakral di dunia olahraga.

Menyitat laman FIFA, di balik kemilau emasnya yang selalu diangkat tinggi oleh legenda seperti Lionel Messi hingga Diego Maradona, Trofi Piala Dunia ternyata menyimpan sejarah liar layaknya naskah film aksi Hollywood.

Fakta bahwa piala ini pernah disembunyikan dari incaran tentara Nazi hingga dicuri dan ditemukan oleh seekor anjing peliharaan membuat nilai magisnya jauh melampaui sekadar trofi biasa.

Era Trofi Jules Rimet yang Penuh Intrik

Jules Rimet. (Shutterstock)
Jules Rimet. (Shutterstock)

Edisi pertama trofi bergengsi ini diperkenalkan pada tahun 1930 ketika FIFA meluncurkan turnamen perdananya di bawah kepemimpinan presiden visioner, Jules Rimet.

Awalnya, trofi tersebut hanya diberi nama Victory sebelum akhirnya diubah menjadi Trofi Jules Rimet sebagai bentuk penghormatan atas jasanya dalam melahirkan kompetisi akbar itu.

Pematung asal Prancis, Abel Lafleur, merancang piala tersebut dengan wujud Nike, dewi kemenangan Yunani kuno, yang sedang mengangkat cawan tinggi-tinggi.

Trofi yang terbuat dari perak murni berlapis emas dengan dudukan batu lapis lazuli ini pertama kali dimenangkan oleh Uruguay selaku tuan rumah.

Namun, seiring waktu, Trofi Jules Rimet tidak hanya menjadi hadiah eksklusif bagi sang juara, tetapi juga berubah menjadi relik sejarah yang berpindah-pindah tempat dengan cara tak terduga.

baca juga

Disembunyikan di Kotak Sepatu dan Jasa Anjing Pickles

Penyerang Brasil Pele tersenyum saat ia memegang Piala Jules Rimet setelah Brasil mengalahkan Italia 4-1 di final Piala Dunia 1970 di Mexico City pada 21 Juni 1970. [STF / AFP]
Penyerang Brasil Pele tersenyum saat ia memegang Piala Jules Rimet setelah Brasil mengalahkan Italia 4-1 di final Piala Dunia 1970 di Mexico City pada 21 Juni 1970. [STF / AFP]

Pada masa krisis World War II, seorang pejabat sepak bola Italia bernama Ottorino Barassi melakukan aksi nekat untuk menyelamatkan trofi tersebut dari rampasan musuh.

Ia diam-diam menyembunyikan piala itu di dalam kotak sepatu di bawah tempat tidurnya di kota Rome agar tidak jatuh ke tangan tentara Nazi.

Drama kembali terjadi beberapa bulan menjelang kick-off 1966 FIFA World Cup ketika trofi itu dicuri saat dipamerkan kepada publik di Inggris.

Beruntung, piala tersebut akhirnya ditemukan dalam kondisi terbungkus koran di bawah semak-semak taman di London Selatan oleh seekor anjing peliharaan bernama Pickles.

Sayangnya, kisah bahagia itu tidak bertahan lama. Setelah Brazil berhak menyimpan Trofi Jules Rimet secara permanen usai menjuarai Piala Dunia ketiga mereka pada 1970, trofi tersebut kembali dicuri pada 1983.

Hingga kini, trofi legendaris itu diyakini telah dilebur oleh para pencurinya karena tidak pernah ditemukan lagi.

Lahirnya Simbol Baru Piala Dunia

Sebelum insiden pencurian di Brasil terjadi, FIFA sebenarnya sudah menginisiasi desain trofi baru untuk era modern.

Seniman asal Italia, Silvio Gazzaniga, menciptakan trofi setinggi 36 sentimeter yang dicetak menggunakan emas 18 karat.

Desain yang menampilkan dua sosok manusia sedang mengangkat planet Bumi tersebut dianggap berhasil menangkap esensi sepak bola sebagai pemersatu dunia.

West Germany menjadi negara pertama yang mengangkat trofi baru tersebut pada tahun 1974 sebelum kemudian direbut Argentina empat tahun berselang.

Sejak saat itu, trofi modern Piala Dunia terus berpindah tangan menjadi simbol kejayaan negara-negara besar seperti Germany, Italy, France, hingga Spain.

Aturan Ketat FIFA dan Pengecualian Nelson Mandela

Berbeda dengan era Trofi Jules Rimet, trofi modern Piala Dunia tidak akan pernah lagi dimiliki permanen oleh negara juara.

Tim pemenang hanya diizinkan mengangkat trofi asli saat seremoni penyerahan sebelum ditukar dengan replika berlapis emas bernama FIFA World Cup Winners' Trophy.

Satu-satunya pengecualian istimewa terjadi pada tahun 2010 ketika replika resmi trofi diberikan kepada Nelson Mandela menjelang 2010 FIFA World Cup.

Bahkan, untuk menyentuh trofi asli saja FIFA memiliki aturan yang sangat ketat.

Hanya mantan juara Piala Dunia, kepala negara, dan pejabat resmi FIFA yang diperbolehkan menyentuh trofi tersebut secara langsung.

Menuju Piala Dunia 2026

Kini, Trofi Piala Dunia tetap berdiri megah sebagai simbol pamungkas kejayaan, keabadian, dan harga diri sebuah bangsa di atas lapangan hijau.

Pada musim panas 2026 mendatang, trofi suci itu kembali diperebutkan oleh 48 negara dalam turnamen yang digelar bersama oleh United States, Canada, dan Mexico.

Timnas Argentina akan datang dengan misi mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih pada 2022 demi menyamai koleksi empat trofi milik Jerman dan Italia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Timnas Spanyol Tanpa Pemain Real Madrid, Luis de la Fuente: Kualitas Teknis Bukan Penentu

Timnas Spanyol Tanpa Pemain Real Madrid, Luis de la Fuente: Kualitas Teknis Bukan Penentu

Bola | Rabu, 27 Mei 2026 | 10:46 WIB

Profil Stadion Arrowhead: Markas NFL Paling Berisik yang Siap Sambut Argentina di Piala Dunia 2026

Profil Stadion Arrowhead: Markas NFL Paling Berisik yang Siap Sambut Argentina di Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 27 Mei 2026 | 10:36 WIB

Kontroversi Skuad Inggris di Piala Dunia 2026: Opta Bongkar Alasan Logis Keputusan Thomas Tuchel

Kontroversi Skuad Inggris di Piala Dunia 2026: Opta Bongkar Alasan Logis Keputusan Thomas Tuchel

Bola | Rabu, 27 Mei 2026 | 10:26 WIB

Skuad AS Piala Dunia 2026: Mauricio Pochettino Andalkan Christian Pulisic Lagi

Skuad AS Piala Dunia 2026: Mauricio Pochettino Andalkan Christian Pulisic Lagi

Bola | Rabu, 27 Mei 2026 | 08:10 WIB

Daftar Pemain Maroko di Piala Dunia 2026, Achraf Hakimi dan Brahim Diaz Jadi Tumpuan

Daftar Pemain Maroko di Piala Dunia 2026, Achraf Hakimi dan Brahim Diaz Jadi Tumpuan

Bola | Rabu, 27 Mei 2026 | 08:08 WIB

Terkini

Review Dark Matter Season 1: Menjelajah Multiverse Demi Menyelamatkan Cinta Sejati

Review Dark Matter Season 1: Menjelajah Multiverse Demi Menyelamatkan Cinta Sejati

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 12:49 WIB

Jadwal SIM Keliling Medan hingga 20 September 2026: Lokasi, Syarat dan Jam Pelayanan

Jadwal SIM Keliling Medan hingga 20 September 2026: Lokasi, Syarat dan Jam Pelayanan

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 12:46 WIB

Jejak Kelam Fahd A Rafiq: Eks Narapidana Korupsi yang Kini Kembali Ditangkap KPK

Jejak Kelam Fahd A Rafiq: Eks Narapidana Korupsi yang Kini Kembali Ditangkap KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:46 WIB

Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth untuk Market B2B ICT di Indonesia

Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth untuk Market B2B ICT di Indonesia

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 12:46 WIB

Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Maret Paling Banyak Tanggal Merah

Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Maret Paling Banyak Tanggal Merah

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:45 WIB

Jangan Lewatkan, TPJF 2026 di Bandung Bakal Tampilkan Deretan Kolaborasi Ekslusif

Jangan Lewatkan, TPJF 2026 di Bandung Bakal Tampilkan Deretan Kolaborasi Ekslusif

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 12:44 WIB

Masih Dikepung Kabut Asap, Pekanbaru Terapkan Sekolah Tatap Muka Terbatas

Masih Dikepung Kabut Asap, Pekanbaru Terapkan Sekolah Tatap Muka Terbatas

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 12:44 WIB

Eks Google DeepMind Memperingatkan AI Bikin Manusia Punah

Eks Google DeepMind Memperingatkan AI Bikin Manusia Punah

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:42 WIB

Kementan Diminta Ungkap Merek Beras Fortifikasi yang Tipu Publik

Kementan Diminta Ungkap Merek Beras Fortifikasi yang Tipu Publik

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 12:40 WIB

45 Kuda Raih Podium di IHR Merdeka Cup 2026, Disaksikan 18.000 Pengunjung

45 Kuda Raih Podium di IHR Merdeka Cup 2026, Disaksikan 18.000 Pengunjung

Sumbar | Selasa, 15 September 2026 | 12:39 WIB

×