- Bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers, resmi memperpanjang kontrak di FC Twente hingga pertengahan tahun 2027 mendatang.
- Perpanjangan terjadi otomatis akibat kelalaian agen yang melewatkan tenggat waktu administratif pemutusan kontrak sesuai regulasi Belanda.
- Kondisi ini mengikat Hilgers di FC Twente setelah rencana kepindahannya ke klub lain gagal terealisasi sebelumnya.
Suara.com - Kabar mengejutkan mewarnai perjalanan karier bek tengah Timnas Indonesia, Mees Hilgers di Liga Belanda.
Di tengah keinginannya yang menggebu-gebu untuk segera meninggalkan FC Twente, setelah hampir 1,5 tahun berupaya mencari pelabuhan baru, kontrak sang pemain justru diperpanjang secara otomatis.
Pemain bertahan berusia 25 tahun itu kini dipastikan bertahan di klub asal Enschede tersebut hingga pertengahan 2027.
Nah, ternyata perpanjangan kontrak yang tidak direncanakan ini murni terjadi akibat kesalahan fatal atau blunder dari pihak agen Hilgers sendiri.
Berdasarkan laporan dari media Belanda, Twente Update, perpanjangan otomatis ini berjalan sesuai dengan regulasi sepak bola profesional yang berlaku di Belanda.
Pihak FC Twente tidak melayangkan pembatalan kontrak sebelum tenggat waktu 1 April, sementara Hilgers sendiri juga melewatkan batas waktu pengajuan pemutusan kontrak pada 16 Mei.
![Bek Timnas Indonesia dan FC Twente, Mees Hilgers. [fctwente.nl]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/09/29/89665-bek-timnas-indonesia-dan-fc-twente-mees-hilgers.jpg)
"Kontrak Mees Hilgers di FC Twente otomatis diperpanjang satu musim," tulis pernyataan resmi klub, dikutip Rabu (27/5/2026).
Lebih lanjut, manajemen menjelaskan rincian administratif di balik keputusan tersebut.
"FC Twente ingin melanjutkan kerja sama dengan bek tengah tersebut dan karena Mees juga tidak membatalkan kontraknya sebelum 16 Mei, maka sesuai aturan CAO pemain sepak bola profesional, kontraknya kini berlaku hingga pertengahan 2027," sambungnya.
Kebenaran di balik perpanjangan mendadak ini dibongkar secara gamblang oleh seorang pengamat internal sepak bola Belanda, Paul Lassche.
Lassche menyatakan bahwa pihak Hilgers sama sekali tidak berniat memperpanjang kerja sama, melainkan murni karena kelalaian administratif sang agen.
"Mees Hilgers tidak sengaja tidak membatalkan kontraknya. Mereka lupa. Agen-agennya tidak memahami aturan CAO," ujar Paul Lassche.
Sebelum kekeliruan administratif ini terjadi, Hilgers memang terus dikaitkan dengan pintu keluar FC Twente.
Bahkan, pada bursa transfer musim panas 2025 lalu, ia hampir saja merampungkan kesepakatan dengan klub Ligue 1 Prancis, Stade Brestois 29 meski akhirnya transfer tersebut batal terealisasi di detik-detik akhir.
Situasi ini diperparah dengan musim lalu yang berjalan sangat berat bagi sang bek.
Cedera panjang membuatnya sama sekali belum mencicipi menit bermain, ditambah polemik transfer yang sempat membuatnya disisihkan dari skuad utama oleh duet pelatih Joseph Oosting serta John van den Brom.
Kini, kondisi kebugaran fisik pemain berharga pasar empat juta euro tersebut dilaporkan kian membaik.
Mees Hilgers dikabarkan sudah mulai kembali turun ke lapangan latihan, meski porsi latihannya masih dipisahkan dari grup utama.
Terlepas dari drama yang terjadi, perpanjangan kontrak otomatis ini memberikan keuntungan finansial yang sangat besar bagi Twente, sebab mereka terhindar dari kerugian melepas sang pemain secara gratis pada bursa transfer mendatang.
Bagi publik sepak bola tanah air, kabar ini menjadi perhatian serius demi memastikan salah satu pilar tangguh pertahanan Timnas Indonesia ini bisa segera bangkit mengembalikan performa terbaiknya.
