-
Nathan Tjoe-A-On sukses membantu Willem II Tilburg promosi ke kompetisi elite Liga Belanda Eredivisie.
-
Willem II Tilburg menundukkan FC Volendam lewat drama adu penalti dengan keunggulan skor 5-4.
-
Bek Timnas Indonesia tersebut dipercaya turun sejak menit awal pertandingan sebagai starter lini belakang.
Suara.com - Bek Timnas Indonesia, Nathan Tjoe-A-On, mengukir catatan emas dalam karier profesionalnya di Eropa.
Ia sukses mengawal lini pertahanan Willem II Tilburg untuk menyegel tiket promosi ke kompetisi kasta tertinggi sepak bola Belanda, Eredivisie.
Keberhasilan luar biasa ini dipastikan lewat kemenangan dramatis melalui adu penalti melawan FC Volendam pada Sabtu (23/5).
![Willem II harus melewati tiga rintangan di play-off untuk promosi ke Eredivisie. Nathan Tjoe-A-On berpeluang tampil di kasta tertinggi Liga Belanda. [Dok. IG Nathan Tjoe-A-On]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/28/46407-nathan-tjoe-a-on-willem-ii.jpg)
Pertandingan leg kedua playoff tersebut memicu ketegangan tinggi setelah agregat kedua tim berkesudahan sama kuat 3-3.
Willem II yang bertindak sebagai tim tamu tampil spartan sejak peluit pertama dibunyikan demi membalikkan keadaan.
Laga baru berjalan tujuh menit, tim tamu langsung memecah kebuntuan melalui aksi Siegert Baartmans.
Ia memanfaatkan umpan silang akurat dari Mounir El Allouchi untuk membawa Willem II memimpin 1-0.

Gelombang serangan tidak berhenti, dan Finn Stam menggandakan keunggulan tim tamu pada menit ke-17.
Sepakan keras Stam dari luar kotak penalti meluncur deras tanpa bisa dihalau kiper FC Volendam.
Tuan rumah sempat memperkecil ketertinggalan melalui tendangan mendatar Yannick Leliendal sebelum turun minum.
Memasuki paruh kedua, intensitas pertandingan tidak menurun namun tidak ada gol tambahan yang tercipta.
Skor 2-1 bertahan hingga waktu normal habis, memaksa laga berlanjut ke babak tambahan 2x15 menit.
Nathan Tjoe-A-On menyudahi performa solidnya pada menit ke-106 saat digantikan oleh Mika de Jonge.
Kegagalan kedua tim menambah gol di babak tambahan membuat penentuan pemenang bergeser ke drama adu penalti.
Pada momen krusial ini, mentalitas para pemain Willem II terbukti jauh lebih tangguh dan tenang.