- Wasit Daniel Siebert terpilih memimpin final Liga Champions 2025/2026 antara Arsenal dan PSG di Budapest pada 30 Mei.
- Penunjukan Siebert didasarkan pada kepercayaan UEFA setelah ia memimpin sembilan pertandingan sepanjang musim Liga Champions 2025/2026.
- Karier Siebert diwarnai kontroversi keputusan wasit, termasuk pada Piala Dunia 2022 serta laga semifinal Arsenal melawan Atletico Madrid.
Sejumlah analis perwasitan di Jerman menilai performanya dalam laga Uruguay versus Ghana menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan FIFA untuk tidak lagi menugaskannya pada pertandingan-pertandingan penentu di Piala Dunia 2022.
Semifinal Arsenal vs Atletico Madrid Jadi Sorotan
Kontroversi terbaru muncul pada semifinal Liga Champions 2025/2026 antara Arsenal dan Atletico Madrid.
Sejumlah media Spanyol menyoroti keputusan Siebert yang tidak memberikan penalti kepada Antoine Griezmann setelah terjadi kontak di dalam kotak penalti.
Atletico Madrid menilai momen tersebut seharusnya menghasilkan hadiah penalti yang dapat mengubah jalannya pertandingan.
Sport Bild mengutip kritik dari media Spanyol Mundo Deportivo yang mempertanyakan keputusan tersebut.
Mereka menilai permainan dihentikan terlalu cepat sebelum potensi pelanggaran penalti dapat dievaluasi lebih lanjut.
Namun tidak semua pihak sepakat dengan kritik tersebut.
Bild melaporkan bahwa analis wasit Jerman seperti Lutz Wagner dan Matthias Sammer justru membela keputusan Siebert.
Menurut mereka, keputusan yang diambil wasit asal Berlin itu masih sesuai dengan interpretasi Laws of the Game dan prosedur perwasitan yang berlaku.
Meski Atletico Madrid disebut mengajukan keluhan resmi kepada UEFA, badan sepak bola Eropa itu tetap memberikan dukungan penuh.
Beberapa hari setelah kontroversi tersebut, UEFA bahkan menunjuk Siebert sebagai wasit final Liga Champions.
Kontroversi di Bundesliga
Perdebatan mengenai keputusan Siebert juga terjadi di Bundesliga musim 2025/2026 saat memimpin pertandingan FC Köln melawan Borussia Dortmund.
Menurut laporan Welt, keputusan memberikan kartu merah setelah tinjauan VAR memicu reaksi keras dari pendukung tuan rumah.
Situasi semakin memanas ketika announcer stadion Koln secara terbuka menyebut keputusan tersebut sebagai sesuatu yang memalukan.
Pernyataan itu kemudian memunculkan kontroversi baru di Jerman.
Namun setelah pertandingan, pihak klub Koln mengambil sikap lebih moderat dan mengakui bahwa keputusan kartu merah tersebut masih dapat dibenarkan berdasarkan regulasi permainan.