- Atletico Madrid mengecam Barcelona atas penyebaran rumor transfer Julián Álvarez yang dianggap sebagai kampanye sistematis dan manipulatif.
- Pihak Atletico menyinggung skandal kasus Negreira serta polemik pendaftaran Dani Olmo sebagai kritik terhadap nilai-nilai etika Barcelona.
- Atletico melontarkan sindiran satir melalui media sosial untuk membantah keterlibatan mereka dalam praktik transfer yang tidak etis.
Suara.com - Ketegangan antara Atlético Madrid dan FC Barcelona memanas menjelang bursa transfer musim panas.
Klub ibu kota Spanyol itu melancarkan kritik terbuka kepada Barcelona terkait rumor transfer penyerang Argentina, Julián Álvarez.
Melalui akun media sosial resminya, Atletico Madrid menuduh adanya kampanye yang terus-menerus mengaitkan Alvarez dengan Barcelona.
Bahkan, Los Colchoneros secara langsung menyinggung dua kontroversi besar yang pernah melibatkan Blaugrana, yakni kasus Negreira dan polemik pendaftaran Dani Olmo.
Atletico menegaskan bahwa mereka tidak akan melakukan tindakan yang dianggap tidak etis dalam proses transfer pemain.
"Tidak, Atletico Madrid tidak akan pernah melakukan hal seperti itu. Namun dalam beberapa bulan terakhir kami mengalami kampanye sistematis terhadap salah satu pemain kami. Kebocoran informasi, berita palsu, kurangnya rasa hormat, hingga berbagai cerita yang dibuat-buat," tulis Atletico dilansir dari Cardena Ser.
Klub asuhan Diego Simeone itu kemudian melanjutkan sindiran yang lebih keras dengan menyinggung kontroversi yang pernah membayangi Barcelona.
"Tentu saja kami juga tidak terpikir untuk menggaji wakil presiden wasit atau menggunakan bantuan politik demi mendaftarkan pemain. Hormat dan nilai-nilai," lanjut pernyataan tersebut.
Sebelum mengeluarkan pernyataan resmi tersebut, Atletico Madrid lebih dulu melontarkan serangkaian unggahan bernada satir terkait pemain-pemain Barcelona.
Atletico mengklaim telah mengirimkan "tawaran transfer" untuk Lamine Yamal berupa empat tiket konser Bad Bunny, langganan media selama setahun, dan sebungkus kuaci.
Tak berhenti di situ, Atletico juga membuat unggahan serupa mengenai Pedri dan Raphinha, dengan nada bercanda yang jelas ditujukan untuk menyindir rumor-rumor transfer yang beredar.
Pada unggahan penutup, Atletico menulis pesan yang dianggap sebagai serangan langsung kepada Barcelona.
"Kami hanya membutuhkan lima menit untuk menciptakan kebohongan ini. Kita hidup di era ketika realitas bisa dimanipulasi. Jangan percaya semua yang Anda lihat, terutama jika itu berkaitan dengan Barcelona."
Serangan verbal Atletico Madrid muncul di tengah berbagai laporan yang mengaitkan Julian Alvarez dengan kepindahan ke Barcelona pada musim depan.
Meski belum ada pendekatan resmi yang dikonfirmasi kedua klub, rumor tersebut terus berkembang dalam beberapa pekan terakhir dan memicu respons keras dari kubu Atletico.