Aturan Baru Piala Dunia 2026: FIFA Sahkan Regulasi Pembatalan Gol Akibat Pelanggaran Bola Mati

Pebriansyah Ariefana

Senin, 01 Juni 2026 | 18:26 WIB
Aturan Baru Piala Dunia 2026: FIFA Sahkan Regulasi Pembatalan Gol Akibat Pelanggaran Bola Mati
4 Bintang Muda Asia Siap Guncang Piala Dunia 2026, Nestory Irankunda Hingga Ibrahim Sabra
baca 10 detik
  • FIFA resmi memperluas fungsi VAR untuk membatalkan gol dari pelanggaran bola mati.

  • Aturan baru Piala Dunia 2026 ini menyasar taktik blokir ilegal ala Liga Inggris.

  • Regulasi ketat juga diterapkan untuk memberantas strategi manipulasi cedera demi mengulur waktu.

Suara.com - FIFA resmi memperluas jangkauan intervensi Video Assistant Referee (VAR) demi memberangus taktik kotor dalam situasi bola mati. Aturan baru ini siap debut pada putaran final Piala Dunia 2026 mendatang.

Langkah progresif ini diambil untuk menghentikan tren strategi "blokir" fisik pemain yang kini marak diadopsi dari kompetisi Liga Inggris. Otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut menilai tindakan menghalangi lawan sebelum bola mengalir sebagai bentuk kecurangan nyata.

Melalui sistem teranyar, wasit kini memegang otoritas penuh untuk membatalkan gol yang lahir dari skema pelanggaran awal tersebut. Taktik manipulatif yang kerap merugikan pertahanan tim dipastikan tidak akan lolos lagi dari pengamatan ruang digital.

Stadion Piala Dunia 2026 (FIFA)
Stadion Piala Dunia 2026 (FIFA)

Kepala Wasit FIFA, Pierluigi Collina, menegaskan bahwa pembiaran terhadap insiden semacam itu mencederai nilai sportivitas olahraga.

"Kami yakin gol seperti itu tidak bisa dibenarkan, ini benar-benar tidak adil," kata Kepala Wasit Pierluigi Collina dalam laporan The Telegraph yang dikutip di Jakarta, Senin.

Kekhawatiran internal FIFA memuncak setelah mengamati laga internasional Inggris kontra Uruguay dalam sebuah laga uji coba resmi. Saat itu, gelandang Tiga Singa melakukan pergerakan ilegal demi menyandera ruang gerak benteng pertahanan musuh.

Aksi ofensif berlebihan dalam kotak penalti itu sengaja dilakukan guna membuka ruang tembak yang bersih bagi eksekutor. Dampaknya, kubu lawan kehilangan momentum krusial untuk menghalau datangnya si kulit bundar secara adil.

Prediksi Starting XI Belgia di Piala Dunia 2026: Lukaku dan De Bruyne Masih Jadi Tumpuan. [Dok. IG/belgianreddevils]
Prediksi Starting XI Belgia di Piala Dunia 2026: Lukaku dan De Bruyne Masih Jadi Tumpuan. [Dok. IG/belgianreddevils]

Collina menilai gol yang dilesakkan Ben White dalam pertandingan tersebut seharusnya tidak pernah tercatat di papan skor. Pola permainan destruktif ini dianggap merusak estetika skema bola mati yang seharusnya murni mengandalkan taktik murni.

Ia menyatakan bahwa intervensi teknologi mutakhir merupakan solusi paling logis untuk mengembalikan keadilan di lapangan hijau.

baca juga

"Jika pelanggaran terjadi tepat sebelum bola dimainkan, kami yakin tidak ada yang bisa mengajukan keberatan," katanya.

Kebijakan revolusioner ini berhasil direalisasikan setelah FIFA mengantongi lampu hijau dari International Football Association Board (IFAB). Dewan regulasi tersebut sepakat mempercepat implementasi aturan demi meredam gejolak protes di berbagai liga top Eropa.

Nantinya, perangkat VAR akan memberikan rekomendasi langsung kepada wasit tengah untuk meninjau monitor di pinggir lapangan. Evaluasi video difokuskan pada benturan fisik yang berdampak langsung terhadap terciptanya gol atau keputusan penalti.

Jika terbukti ada pelanggaran sebelum sepak pojok dilakukan, gol otomatis dianulir dan situasi bola mati wajib diulang kembali. Sistem ini memaksa setiap tim kembali pada koridor permainan yang bersih tanpa trik provokasi.

Selain fokus pada kemelut sepak pojok, federasi dunia juga menargetkan pemberantasan taktik manipulasi durasi laga. Tren pemain yang sengaja berpura-pura cedera untuk memotong ritme serangan lawan kini masuk dalam radar pengawasan.

Strategi mengulur waktu ini sering dimanfaatkan pelatih untuk menyisipkan instruksi taktis di tengah kepungan tekanan musuh. FIFA menilai kebiasaan buruk ini sangat merugikan tim yang sedang memegang kendali permainan.

Rencana penegakan aturan ini pun telah disosialisasikan secara tertutup kepada 48 arsitek tim peserta Piala Dunia 2026. Meski belum melahirkan sanksi kartu instan, korps baju hitam diperintahkan bertindak lebih tegas dan proaktif di lapangan.

Latar belakang pengetatan regulasi ini berakar dari rentetan kontroversi pengesahan gol di kompetisi domestik Premier League. Salah satu pemicu utama adalah dianulirnya gol penting West Ham United akibat adanya kontak fisik minimal terhadap kiper Arsenal, David Raya.

Ketidakpastian hukum lapangan tersebut mendorong FIFA mengambil alih standardisasi penilaian demi menjaga marwah turnamen sepak bola terakbar di dunia. Modifikasi regulasi ini diharapkan mampu meminimalisasi perdebatan klasik pascapertandingan di ruang publik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mathew Baker Bela Timnas Indonesia U-19 di Semifinal Piala AFF U-19 2026 Setelah FIFA Match Day

Mathew Baker Bela Timnas Indonesia U-19 di Semifinal Piala AFF U-19 2026 Setelah FIFA Match Day

Bola | Senin, 01 Juni 2026 | 17:46 WIB

Rekor Debutan Termuda Piala Dunia: Pele hingga Etoo, Siapa yang Paling Muda dalam Sejarah

Rekor Debutan Termuda Piala Dunia: Pele hingga Etoo, Siapa yang Paling Muda dalam Sejarah

Bola | Senin, 01 Juni 2026 | 16:00 WIB

Misteri Hattrick Piala Dunia: Mengapa Paling Banyak Terjadi di Hari Minggu?

Misteri Hattrick Piala Dunia: Mengapa Paling Banyak Terjadi di Hari Minggu?

Bola | Senin, 01 Juni 2026 | 16:10 WIB

Terkini

Vonis 10 Tahun Belum Final, Nadiem Makarim Akan Jalani Sidang Banding

Vonis 10 Tahun Belum Final, Nadiem Makarim Akan Jalani Sidang Banding

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:25 WIB

Purbaya Pastikan Ambil Alih Utang Kereta Cepat, Tinggal Tunggu Danantara

Purbaya Pastikan Ambil Alih Utang Kereta Cepat, Tinggal Tunggu Danantara

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:25 WIB

Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M

Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M

Otomotif | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:21 WIB

Tahun Ajaran Baru Dimulai, MBG Hadir Lagi: Kritik Publik Kembali Menggema?

Tahun Ajaran Baru Dimulai, MBG Hadir Lagi: Kritik Publik Kembali Menggema?

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:20 WIB

Fafa Sumenep Bawa Pesan Positif Lewat Single Bismillah Karena Cinta

Fafa Sumenep Bawa Pesan Positif Lewat Single Bismillah Karena Cinta

Entertainment | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:17 WIB

Bagaimana Cara Memilih Sunscreen yang Aman untuk Anak-anak?

Bagaimana Cara Memilih Sunscreen yang Aman untuk Anak-anak?

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:17 WIB

Buang Sampah Sembarangan: Mengapa Kita Masih Takut Menegur Pelanggar?

Buang Sampah Sembarangan: Mengapa Kita Masih Takut Menegur Pelanggar?

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:15 WIB

Objektivitas Penanganan Kasus Febrie Diragukan, Komjak Dinilai Gagal Jalankan Fungsi Pengawasan

Objektivitas Penanganan Kasus Febrie Diragukan, Komjak Dinilai Gagal Jalankan Fungsi Pengawasan

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:12 WIB

Selebrasi Argentina Picu Kontroversi, Apa Makna Spanduk Las Malvinas?

Selebrasi Argentina Picu Kontroversi, Apa Makna Spanduk Las Malvinas?

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:10 WIB

Aksi Sindikat Penipuan Online Berkedok Lelang Mobil Berakhir, Empat Pelaku Dibekuk Polisi

Aksi Sindikat Penipuan Online Berkedok Lelang Mobil Berakhir, Empat Pelaku Dibekuk Polisi

Sumut | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:01 WIB

×