Daftar Gol Tercepat Sepanjang Sejarah Piala Dunia, Rekor 11 Detik Hakan Sukur Belum Tersentuh

Arief Apriadi

Selasa, 02 Juni 2026 | 17:40 WIB
Daftar Gol Tercepat Sepanjang Sejarah Piala Dunia, Rekor 11 Detik Hakan Sukur Belum Tersentuh
Hakan Sukur memegang rekor gol tercepat Piala Dunia hanya dalam 11 detik. Simak daftar gol kilat paling fenomenal sepanjang sejarah turnamen FIFA. [Dok. FIFA]
baca 10 detik
  • Hakan Sukur memegang rekor gol tercepat Piala Dunia dalam 11 detik saat melawan Korea Selatan tahun 2002.
  • Beberapa pemain seperti Vaclav Masek dan Clint Dempsey juga mencatatkan gol kilat dalam sejarah turnamen sepak bola.
  • Kelengahan pada menit awal pertandingan dapat mengakibatkan gol bunuh diri atau penalti cepat yang fatal bagi tim.

Suara.com - Momen krusial di ajang Piala Dunia sering kali tercipta bahkan sebelum para penonton benar-benar duduk nyaman di kursi stadion.

Sepanjang sejarah turnamen sepak bola terbesar di dunia ini, terdapat sejumlah gol fenomenal yang tercipta dalam waktu kurang dari satu menit sejak peluit kick-off dibunyikan.

Menyitat Opta, hingga saat ini, rekor gol tercepat dalam sejarah Piala Dunia masih dipegang oleh striker legendaris Turki, Hakan Sukur, yang hanya membutuhkan 11 detik untuk menjebol gawang lawan.

Gol bersejarah tersebut tercipta saat Turki menghadapi Korea Selatan dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2002.

Kesalahan kapten Korea Selatan, Hong Myung-bo, sesaat setelah menerima operan membuat Sukur berhasil merebut bola dan langsung menaklukkan kiper lawan di hadapan ribuan pendukung tuan rumah.

Rekor Gol Kilat dari Era Klasik hingga Modern

Menariknya, gol ke gawang Korea Selatan tersebut menjadi satu-satunya gol Hakan Sukur sepanjang turnamen Piala Dunia 2002.

Sebelum rekor Sukur tercipta, dunia mengenal Vaclav Masek dari Cekoslowakia sebagai pemegang rekor gol tercepat selama empat dekade.

Masek mencetak gol hanya dalam 15 detik saat menghadapi Meksiko pada Piala Dunia 1962 di Chile.

baca juga

Sementara itu, Ernest Lehner dari Jerman juga mencatatkan sejarah dengan mencetak gol dalam 25 detik saat menghadapi Austria pada Piala Dunia 1934.

Legenda Inggris, Bryan Robson, menempati daftar berikutnya setelah membobol gawang Prancis dalam waktu 28 detik pada Piala Dunia 1982.

Dari era modern, Clint Dempsey sempat menghebohkan dunia ketika mencetak gol ke gawang Ghana hanya dalam 30 detik pada Piala Dunia 2014 di Brasil.

Penalti Kilat dan Gol Bunuh Diri Tercepat

Catatan gol-gol cepat tersebut menunjukkan pentingnya konsentrasi sejak detik pertama pertandingan dimulai.

Namun, tidak semua rekor cepat berakhir manis. Bek Bosnia-Herzegovina, Sead Kolasinac, justru mencatat sejarah sebagai pencetak gol bunuh diri tercepat di Piala Dunia.

Kolasinac membobol gawangnya sendiri hanya dalam waktu 130 detik saat menghadapi Argentina pada fase grup Piala Dunia 2014.

Insiden itu terjadi ketika ia berusaha menghalau bola hasil tendangan bebas yang diarahkan ke area pertahanan Bosnia.

Sementara itu, rekor penalti tercepat dalam sejarah Piala Dunia terjadi pada final 1974 antara Belanda dan Jerman Barat.

Johan Cruyff dijatuhkan di kotak penalti ketika pertandingan baru berjalan 45 detik, bahkan sebelum satu pun pemain Jerman menyentuh bola.

Johan Neeskens yang menjadi eksekutor sukses mengonversi peluang tersebut menjadi gol saat laga memasuki menit ke-2 atau tepatnya pada 1 menit 26 detik.

Dampak Instan Pemain Pengganti

Piala Dunia juga mencatat kisah unik dari para pemain cadangan yang mampu memberi dampak instan setelah masuk ke lapangan.

Richard Morales dari Uruguay menjadi pemain pengganti tercepat yang mencetak gol dalam sejarah turnamen tersebut.

Pada Piala Dunia 2002, Morales hanya membutuhkan 16 detik setelah masuk pada awal babak kedua untuk mencatatkan namanya di papan skor saat menghadapi Senegal.

Rangkaian gol kilat ini menjadi pengingat bahwa satu detik kelengahan di Piala Dunia bisa berujung fatal bagi sebuah tim.

Catatan-catatan fenomenal tersebut membuktikan bahwa setiap detik di panggung sepak bola terbesar dunia memiliki potensi untuk menciptakan sejarah yang dikenang sepanjang masa.

Piala Dunia FIFA merupakan panggung dengan tekanan mental tertinggi dalam sepak bola internasional.

Kesalahan kecil pada detik-detik awal pertandingan kerap berujung fatal dan mengubah jalannya laga.

Hingga kini, rekor 11 detik milik Hakan Sukur yang tercipta pada Piala Dunia 2002 masih bertahan sebagai gol tercepat dalam sejarah turnamen dan menjadi salah satu momen paling ikonik dalam sepak bola dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Norwegia Pamer Kekuatan Jelang Piala Dunia 2026, Hajar Swedia Meski Tanpa Erling Haaland

Norwegia Pamer Kekuatan Jelang Piala Dunia 2026, Hajar Swedia Meski Tanpa Erling Haaland

Bola | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:01 WIB

Tim Geypens Ternyata Sudah di Indonesia, Tapi Gagal Masuk Skuad Final untuk FIFA Matchday

Tim Geypens Ternyata Sudah di Indonesia, Tapi Gagal Masuk Skuad Final untuk FIFA Matchday

Bola | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:01 WIB

Prediksi Juara Piala Dunia 2026 Versi Opta: Spanyol Ungguli Inggris, Prancis, dan Argentina

Prediksi Juara Piala Dunia 2026 Versi Opta: Spanyol Ungguli Inggris, Prancis, dan Argentina

Bola | Selasa, 02 Juni 2026 | 10:50 WIB

Daftar Pemain Kroasia di Piala Dunia 2026, Luka Modric Pimpin Skuad

Daftar Pemain Kroasia di Piala Dunia 2026, Luka Modric Pimpin Skuad

Bola | Selasa, 02 Juni 2026 | 10:40 WIB

Kevin Diks Dapat Tugas Khusus dari John Herdman Jelang FIFA Matchday Juni

Kevin Diks Dapat Tugas Khusus dari John Herdman Jelang FIFA Matchday Juni

Bola | Selasa, 02 Juni 2026 | 10:35 WIB

Terkini

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:37 WIB

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:30 WIB

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:28 WIB

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:19 WIB

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Health | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:01 WIB

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:00 WIB

×