- Timnas Inggris di bawah asuhan Thomas Tuchel berupaya meraih gelar juara Piala Dunia 2026 yang berlangsung Juli mendatang.
- Superkomputer Opta memprediksi Inggris memiliki peluang 11,2 persen menjadi juara setelah melewati rute sulit menghadapi tim-tim raksasa dunia.
- Perjalanan Inggris diprediksi melewati fase grup, babak 32 besar, hingga potensi laga krusial melawan Brasil, Argentina, dan Spanyol.
Suara.com - Timnas Inggris kini memikul harapan besar untuk mengakhiri dahaga gelar internasional yang telah berlangsung selama enam dekade sejak 1966.
Di bawah komando pelatih elite Thomas Tuchel, publik bertanya-tanya apakah Piala Dunia 2026 bisa menjadi panggung kejayaan yang telah lama dinantikan.
Berdasarkan analisis data terbaru dari Superkomputer Opta, terdapat peta jalan probabilistik yang menggambarkan rute yang harus ditempuh Inggris menuju final pada 19 Juli 2026.
Perjalanan ini diprediksi tidak akan mudah karena skuad The Three Lions berpotensi menghadapi sejumlah raksasa sepak bola dunia di fase gugur.
Dominasi Fase Grup dan Peluang Lolos
![Pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, menegaskan bahwa dirinya lebih memilih pemain yang mengutamakan kepentingan tim dibanding sekadar talenta individu untuk Piala Dunia 2026. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/25/41152-thomas-tuchel.jpg)
Langkah awal Inggris akan dimulai dari Grup L yang mempertemukan mereka dengan Kroasia, Ghana, dan Panama.
Superkomputer Opta mencatat Inggris memiliki peluang sebesar 96,0 persen untuk melaju ke babak sistem gugur.
Sebagai unggulan utama di Grup L, Harry Kane dan kawan-kawan dijagokan menjadi juara grup dengan probabilitas mencapai 67,9 persen.
Inggris hanya berada di bawah Spanyol dan Argentina sebagai tim yang paling difavoritkan untuk memuncaki grup masing-masing.
Jika berhasil mengunci posisi puncak grup, tantangan berikutnya di babak 32 besar diperkirakan datang dari wakil Afrika.
Hadangan RD Kongo dan Teror Meksiko
Skenario simulasi menunjukkan lawan yang paling mungkin dihadapi Inggris pada babak 32 besar adalah Timnas Republik Demokratik (RD) Kongo.
Inggris memiliki catatan impresif saat menghadapi negara-negara Afrika dengan belum pernah menelan kekalahan di Piala Dunia.
Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Juli di Atlanta itu diperkirakan dapat dilalui dengan baik jika melihat kualitas skuad yang dimiliki Tuchel.
Namun, ujian sesungguhnya diprediksi muncul di babak 16 besar saat Inggris berpotensi menghadapi tuan rumah Meksiko.
Bermain di Stadion Azteca, Mexico City, di hadapan puluhan ribu pendukung fanatik lawan tentu menjadi tantangan mental tersendiri bagi para pemain Inggris.
Sejarah memang mencatat Inggris pernah mengalahkan Meksiko 2-0 pada Piala Dunia 1966, tetapi situasi kali ini akan sangat berbeda karena mereka berstatus tim tamu.
Thomas Tuchel dituntut meracik strategi yang tepat untuk meredam agresivitas Meksiko di kandang sendiri.
Ujian Berat Melawan Brasil dan Argentina
Jika berhasil melewati hadangan Meksiko, Inggris diprediksi akan menghadapi Timnas Brasil di babak perempat final.
Berdasarkan simulasi Opta, Inggris mencapai babak perempat final dalam 47,7 persen dari total 10.000 simulasi yang dilakukan.
Brasil datang dengan ambisi besar mengakhiri puasa gelar dunia sejak 2002, sehingga duel di New Jersey diperkirakan berlangsung sengit.
Fakta menariknya, Inggris belum pernah mengalahkan Brasil dalam empat pertemuan mereka di panggung Piala Dunia.
Kemenangan atas Tim Samba akan menjadi pernyataan kuat bahwa Inggris siap menjadi kandidat juara yang sesungguhnya.
Jika mampu menyingkirkan Brasil, Inggris berpotensi bertemu rival klasik mereka, Argentina, di babak semifinal.
Pertemuan yang diproyeksikan berlangsung di Miami itu dipastikan sarat gengsi dan sejarah panjang.
Mulai dari gol "Tangan Tuhan" Diego Maradona hingga drama kartu merah David Beckham, rivalitas kedua negara selalu menghadirkan cerita emosional.
Tantangan Inggris semakin berat karena Argentina memiliki rekor sempurna setiap kali mencapai semifinal Piala Dunia, yakni selalu lolos ke final.
Misi Balas Dendam kepada Spanyol
Apabila seluruh skenario tersebut berjalan sesuai prediksi, Inggris berpeluang menghadapi Spanyol di partai final.
Laga puncak di New York New Jersey Stadium akan menjadi ulangan final Euro 2024 yang dimenangkan Spanyol.
Thomas Tuchel memiliki peluang sebesar 11,2 persen untuk membawa Inggris menjadi juara dunia, menempatkan The Three Lions sebagai favorit ketiga versi Superkomputer Opta.
Final melawan Spanyol akan menjadi panggung pembuktian sejauh mana evolusi taktik Inggris dalam membalas kekalahan menyakitkan yang mereka alami di Berlin dua tahun lalu.
Akankah lagu God Save the King berkumandang mengiringi pengangkatan trofi pada 19 Juli 2026? Dunia kini menantikan jawabannya.
Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi pertama yang menggunakan format 48 peserta dan menghadirkan 104 pertandingan.
Format baru tersebut membuat perjalanan menuju gelar juara menjadi lebih panjang dan menantang.
Berdasarkan simulasi Superkomputer Opta, Inggris menjadi favorit ketiga juara di belakang Spanyol dan Prancis.
Namun, jalur yang harus dilewati pasukan Thomas Tuchel diprediksi menjadi salah satu yang paling berat dibandingkan kandidat juara lainnya.