- Timnas Republik Ceko kembali lolos ke Piala Dunia 2026 setelah menanti selama dua dekade melalui babak kualifikasi play-off.
- Skuad asuhan Miroslav Koubek kini mengandalkan kolektivitas tim dan kekuatan bola mati dibandingkan ketergantungan pada talenta pemain bintang.
- Republik Ceko akan bersaing melawan Korea Selatan, Afrika Selatan, dan Meksiko untuk membuktikan kualitas fisik serta organisasi permainannya.
Narodak juga menjadi salah satu tim paling dominan di udara dengan mencetak tujuh gol yang berawal dari tendangan sudut selama fase kualifikasi.
Disiplin tinggi itu turut terlihat saat mereka memenangkan adu penalti krusial melawan Republik Irlandia dan Denmark untuk mengamankan tiket ke Amerika Utara.
Patrik Schick dan Ledakan Pavel Sulc
Di lini depan, tumpuan harapan masyarakat Ceko berada di pundak Patrik Schick yang tengah berada dalam performa terbaiknya.
Penyerang Bayer Leverkusen tersebut baru saja mengukir sejarah sebagai pemain Ceko pertama yang menembus catatan 100 gol di lima liga top Eropa.
Sejak pulih dari cedera adduktor pada akhir 2023, Schick tampil sangat klinis dengan torehan 37 gol meski nilai expected goals (xG)-nya berada di bawah angka tersebut.
Selain Schick, muncul nama Pavel Sulc yang menjadi bintang baru setelah menunjukkan performa impresif bersama Olympique Lyonnais di Liga Prancis.
Lini pertahanan dipimpin kapten baru Ladislav Krejí, sementara posisi penjaga gawang dipercayakan kepada kiper PSV Eindhoven, Matej Kovár.
Ujian Berat di Grup yang Seimbang
Di fase grup Piala Dunia 2026, Republik Ceko tidak lagi menyandang status unggulan maupun kuda hitam seperti pada beberapa turnamen sebelumnya.
Meski harus bersaing dengan Korea Selatan dan Meksiko yang memiliki kecepatan serta pengalaman tinggi, Narodak optimistis kekuatan fisik dan organisasi permainan mereka bisa menjadi pembeda.
Keberhasilan melaju ke fase gugur akan menjadi pencapaian internasional terbesar negara ini sejak menembus perempat final Euro 2020.
Penantian selama 20 tahun diharapkan mampu menghapus memori pahit saat generasi emas mereka tersingkir lebih awal di Piala Dunia 2006 di Jerman.