- Media Al Watan Oman mengakui Timnas Indonesia sebagai kekuatan sepak bola Asia yang berkembang pesat berkat performa kompetitif.
- Peningkatan kualitas skuad Garuda didorong oleh kontribusi pemain naturalisasi berpengalaman yang bermain di kompetisi sepak bola Eropa.
- Laga persahabatan melawan Indonesia menjadi ujian strategis bagi pelatih Oman, Tariq Sektioui, dalam membangun fondasi jangka panjang tim.
Suara.com - Perkembangan pesat yang ditunjukkan oleh Timnas Indonesia di bawah kepemimpinan pelatih kepala John Herdman mulai memicu decak kagum di level internasional.
Salah satu media Al Watan Oman, secara terbuka mengulas kekuatan skuad Garuda yang kini dinilai telah bertransformasi menjadi salah satu kekuatan baru yang patut diperhitungkan di kancah sepak bola Asia.
Ulasan tersebut dirilis bertepatan dengan persiapan Oman yang akan melakoni pertandingan perdana mereka di bawah kendali pelatih anyar asal Maroko, Tariq Sektioui.
Bagi kubu lawan, bentrokan menghadapi Timnas Indonesia dipandang sebagai ujian perdana yang sangat krusial guna menguji fondasi proyek jangka panjang yang baru saja dirintis oleh Sektioui bersama Oman.
Meskipun fokus utama pemberitaan tertuju pada kesiapan tim mereka sendiri, Al Watan Oman secara khusus memberikan atensi yang sangat besar terhadap grafik peningkatan performa yang diperlihatkan oleh Timnas Indonesia.
Media tersebut menyoroti bagaimana daya saing skuad Garuda melesat tajam setelah tampil kompetitif pada gelaran Kualifikasi Piala Dunia sebelumnya.
![Timnas Indonesia Perkuat Aspek Non-Taktikal untuk Hadapi Jepang dan Qatar di Piala Asia 2027. [Dok. KitaGaruda]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/11/31358-timnas-indonesia.jpg)
Kemampuan tim Merah Putih dalam menyajikan permainan teknik tingkat tinggi saat berhadapan dengan tim-tim elite Asia menjadi alasan utama di balik tingginya rasa respek mereka.
"Pertandingan besok dianggap sebagai pengalaman yang sangat kuat dan menarik, terutama karena tim Indonesia menunjukkan level teknik yang sangat baik di kualifikasi Piala Dunia terakhir, mencapai babak play-off sebelum tersingkir oleh Arab Saudi dan Irak," tulis Al Watan Oman, dalam laporannya.
Peningkatan drastis dari kekuatan skuad Garuda dinilai tidak lepas dari keberadaan para pemain berpengalaman, khususnya gelombang kehadiran para pemain naturalisasi berkualitas yang merumput di kompetisi Eropa.
Keberadaan para pilar diaspora tersebut dinilai sukses mendongkrak mentalitas bertanding serta mengubah citra sepak bola Indonesia di mata Asia.
"Tim Indonesia memiliki pemain berpengalaman, terutama sejumlah pemain naturalisasi yang telah banyak berkontribusi bagi tim dan telah menempatkan tim Indonesia pada posisi yang kompetitif setelah sebelumnya menjadi tim yang tidak dianggap serius di Asia," kata media Oman itu.
Selain aspek kualitas di dalam lapangan, atmosfer luar biasa yang dihadirkan oleh para pendukung fanatik Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) juga diidentifikasi sebagai tantangan mental yang sangat berat bagi armada Oman.
Fanatisme suporter dinilai akan menjadi motor penggerak yang luar biasa bagi perjuangan anak-anak asuh John Herdman.
"Para penggemar Indonesia akan hadir dalam jumlah besar, karena mereka dikenal karena kecintaan dan semangat mereka terhadap tim nasional. Terlebih lagi, mereka adalah pendukung yang memotivasi, bukan sekadar penonton. Ini berarti pertandingan akan menjadi laga yang lengkap, yang akan menjamin kesuksesannya," lanjut mereka.
Bagi Oman, laga melawan Timnas Indonesia bukan sekadar pertandingan persahabatan biasa.