-
Persija Jakarta resmi mendapuk Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala baru pada Senin (8/6).
-
Shin Tae-yong berkomitmen penuh membawa Macan Kemayoran meraih prestasi dan performa terbaiknya.
-
Penunjukan ini dilakukan setelah manajemen memutus kontrak Mauricio Souza akibat gagal juara.
Suara.com - Persija Jakarta resmi menunjuk Shin Tae-yong sebagai juru taktik baru untuk mendongkrak performa tim di kompetisi mendatang. Langkah strategis ini diambil demi mengembalikan kejayaan klub ibu kota yang sempat meredup.
Kehadiran pelatih asal Korea Selatan tersebut membawa angin segar sekaligus ekspektasi tinggi bagi pendukung fanatik Macan Kemayoran. Manajemen berharap sentuhan disiplin khasnya mampu merombak mentalitas bertanding para pemain secara fundamental.
Keputusan besar ini menandai era baru transformasi taktis Persija dalam memburu gelar juara domestik. Pengenalan resmi sang arsitek anyar dilakukan langsung di hadapan publik di Jakarta pada Senin (8/6).
Dalam momentum tersebut, juru strategi berpengalaman ini menegaskan komitmen penuhnya untuk memberikan perubahan masif bagi tim. Ia bertekad mengoptimalkan seluruh potensi skuad yang ada saat ini.
Fokus utamanya adalah membangun konsistensi permainan agar Persija kembali disegani di kasta tertinggi sepak bola nasional.
"Target ingin dapat prestasi yang baik dan berusaha semaksimal mungkin dan ingin memberikan penampilan terbaik bersama Persija hingga mencapai posisi terbaik," kata Shin Tae-yong.
Arsitek tim yang baru ini juga menambahkan bahwa kerja keras kolektif menjadi kunci utama perubahan. Evaluasi menyeluruh terhadap kondisi fisik dan taktik pemain akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat.
Perubahan kursi kepelatihan ini dipicu oleh kegagalan skuad Macan Kemayoran pada musim sebelumnya. Manajemen menilai performa tim di bawah nakhoda lama tidak berjalan sesuai dengan rencana strategis klub.
Sebelum penunjukan ini, Persija menyepakati penghentian kerja sama dengan pelatih terdahulu, Mauricio Souza. Keputusan pemutusan kontrak tersebut diambil setelah target krusial manajemen gagal direalisasikan.
Souza dinilai tidak mampu membawa mengamankan trofi utama pada kompetisi Super League musim 2025/2026.