- Persija Jakarta resmi menunjuk Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala untuk mengarungi kompetisi Super League musim 2026/2027 mendatang.
- Klub memperkenalkan Mariano Peralta asal Argentina sebagai pemain baru di Jakarta International Stadium pada Senin, 8 Juni 2026.
- Pelatih Shin Tae-yong juga membuka peluang merekrut mantan pemain tim nasional untuk memperkuat skuad Persija musim depan.
Suara.com - Persija Jakarta resmi memulai era baru di bawah kendali pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, untuk menatap kompetisi Super League musim 2026/2027.
Momen tersebut semakin semarak setelah Macan Kemayoran juga mengumumkan perekrutan penyerang sayap asal Argentina, Mariano Peralta.
Kombinasi antara pelatih berpengalaman dan pemain yang dijuluki "Penyihir Argentina" itu diperkenalkan langsung di Jakarta International Stadium (JIS), Senin (8/6/2026).
Pengumuman transfer tersebut disampaikan secara terbuka oleh Shin Tae-yong dalam sesi perkenalan resminya sebagai pelatih kepala Persija.
![Persija Jakarta resmi menunjuk Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala. [Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/08/20710-shin-tae-yong.jpg)
Juru taktik yang akrab disapa STY itu memastikan manajemen Persija telah menyelesaikan seluruh proses administrasi untuk mendatangkan Peralta.
"Untuk Peralta, memang sudah dikontrak," ujar Shin Tae-yong dalam konferensi pers di Jakarta Utara.
Peralta sebelumnya merupakan pilar penting Borneo FC Samarinda dan dikenal sebagai salah satu pemain asing paling berbahaya di kompetisi Indonesia.
Shin Tae-yong mengaku antusias dengan kehadiran pemain berusia 28 tahun tersebut untuk memperkuat lini serang Persija musim depan.
"Saya senang mendengarnya, jadi ingin sambut Peralta dengan sangat senang hati," imbuh mantan pelatih Timnas Indonesia itu.
STY Buka Peluang Datangkan Eks Pemain Timnas
Selain peresmian Peralta, komposisi skuad Persija untuk musim depan juga menjadi sorotan para pendukung.
Shin Tae-yong memberi sinyal bahwa dirinya tidak menutup kemungkinan membawa sejumlah mantan anak asuhnya saat menangani Timnas Indonesia.
"Pasti ada niat saya untuk bawa pemain-pemain Timnas sebelumnya ya yang bersama saya juga," ungkap STY.
Namun, ia menyadari proses perekrutan pemain berlabel tim nasional tidak bisa dilakukan secara mudah karena berkaitan dengan berbagai aspek profesional.
"Tetapi kan kita harus lihat situasi masing-masing pemain seperti apa," sambungnya.