Kenapa Posisi Calvin Verdonk dan Kevin Diks Diubah John Herdman?

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 09 Juni 2026 | 10:59 WIB
Kenapa Posisi Calvin Verdonk dan Kevin Diks Diubah John Herdman?
Calvin Verdonk (Antara)
baca 10 detik
  • John Herdman mengungkapkan alasan taktis di balik reposisi ekstrem sejumlah pemain Timnas Indonesia.

  • Melimpahnya bek tengah berkualitas membuat Kevin Diks digeser menjadi penyerang sayap kanan.

  • Eksplorasi posisi dilakukan untuk memperluas repertoar bermain dan meningkatkan fleksibilitas strategi tim.

Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, secara blak-blakan mengungkap alasan di balik keputusannya yang kerap mengubah posisi bermain sejumlah pilar Garuda. Langkah berani ini diambil demi meramu komposisi terbaik dan menggali potensi maksimal dari setiap individu di lapangan.

Kebijakan taktis tersebut terlihat jelas dalam tiga pertandingan awal di bawah komando arsitek asal Inggris tersebut. Sejumlah nama besar dipaksa keluar dari zona nyaman demi memenuhi kebutuhan strategi tim.

Fenomena ini memicu perhatian publik setelah Calvin Verdonk, Kevin Diks, hingga Dony Tri Pamungkas tidak bermain di posisi asli mereka. Pergeseran peran ini menjadi warna baru dalam dinamika permainan skuad Merah Putih.

Konferensi Pers pelatih Timnas Indonesia John Herdman dan Kevin Diks (Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha).
Konferensi Pers pelatih Timnas Indonesia John Herdman dan Kevin Diks (Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha).

Herdman mengakui bahwa dirinya ingin mendapatkan versi terbaik dari pemain. Ia tidak hanya coba-coba, tetapi menyempurnakan komposisi yang sedang dibangun.

"Kevin salah satu pemain serba bisa. Dia bisa bermain di bek tengah kiri, bek tengah kanan, bek sayap kanan, pemain sayap kanan. Jadi saat ini dia berada di posisi yang kami rasa perlu kami isi."

"Seperti Anda ketahui, kami memiliki banyak bek tengah mulai dari [Rizky] Ridho, Elkan, Justin Hubner, Jay Idzes, hingga Mees Hilgers," kata Herdman dalam jumpa pers menjelang laga.

Pesepak bola Timnas Indonesia Calvin Verdonk (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Bulgaria Christian Stoyanov (tengah) pada pertandingan final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026). (Antara/Asprilla Dwi Adha)
Pesepak bola Timnas Indonesia Calvin Verdonk (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Bulgaria Christian Stoyanov (tengah) pada pertandingan final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026). (Antara/Asprilla Dwi Adha)

Melimpahnya stok pemain belakang berkualitas tinggi menjadi salah satu alasan mendasar di balik eksperimen ini. Herdman dituntut jeli memanfaatkan kedalaman skuad yang sangat mewah di sektor pertahanan.

Repertoar atau variasi kemampuan bermain punggawa Garuda harus diperluas agar tim tampil lebih dinamis. Fleksibilitas taktik dianggap menjadi kunci utama untuk meruntuhkan dominasi lawan di level internasional.

"Kami memiliki begitu banyak bek tengah dan bek pertahanan, penting bagi mereka untuk memperluas repertoar pemain tertentu. Jadi Kevin mungkin tidak bermain sebagai bek sayap di Bundesliga, tetapi di sini dia bisa menjadi salah satu bek sayap terbaik, itu realistis baginya," kata Herdman sambil menyebut statistiknya bagus.

baca juga

Perubahan posisi ini juga menyasar talenta lokal berbakat, Dony Tri Pamungkas, yang biasa beroperasi di sisi kiri. Pemain muda milik Persija Jakarta tersebut kini ditantang untuk mampu menghidupkan sektor penyerangan sebelah kanan.

Herdman melihat ada lonjakan performa yang sangat signifikan dari sang pemain dalam beberapa laga terakhir. Eksplorasi kemampuan terus dilakukan karena sang pemain dinilai memiliki mentalitas petarung yang tinggi.

"Dia mulai terbiasa dengan seragam internasional. Setiap kali dia memiliki kesempatan, dia masuk ke pertandingan dengan mentalitas untuk menciptakan sesuatu," ucap Herdman.

Sebagai informasi, dalam skema sebelumnya Calvin Verdonk aslinya merupakan bek sayap kiri namun sempat didorong menjadi gelandang tengah. Sementara itu Kevin Diks yang sejatinya bek sentral, justru didorong lebih maju sebagai winger kanan.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi ketatnya persaingan di lini belakang yang sudah sesak oleh bek tangguh. Transformasi peran ini diharapkan melahirkan karakter permainan baru yang sulit dibaca oleh tim lawan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Timnas Indonesia vs Mozambik: John Herdman Waspadai Transisi Cepat The Mambas

Timnas Indonesia vs Mozambik: John Herdman Waspadai Transisi Cepat The Mambas

Bola | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:51 WIB

Joey Pelupessy Bidik Sapu Bersih FIFA Matchday, Sebut Mozambik Punya Karakter Berbeda dari Oman

Joey Pelupessy Bidik Sapu Bersih FIFA Matchday, Sebut Mozambik Punya Karakter Berbeda dari Oman

Bola | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:19 WIB

Dony Tri Pamungkas Mengkilap, John Herdman Beri Peringatan Keras untuk Bek Senior

Dony Tri Pamungkas Mengkilap, John Herdman Beri Peringatan Keras untuk Bek Senior

Bola | Selasa, 09 Juni 2026 | 09:57 WIB

Terkini

Sebelum Jadi Deputi BGN, Ini Warisan Penanganan Kasus Ketut Sumedana di Kejati Sumsel

Sebelum Jadi Deputi BGN, Ini Warisan Penanganan Kasus Ketut Sumedana di Kejati Sumsel

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:38 WIB

Kawal Kuota Tak Hangus, DPR Wanti-wanti Operator: Jangan Siasati dengan Naikkan Tarif!

Kawal Kuota Tak Hangus, DPR Wanti-wanti Operator: Jangan Siasati dengan Naikkan Tarif!

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:35 WIB

Dilema Jobseeker: Dituntut Berpengalaman, tetapi Tak Diberi Kesempatan

Dilema Jobseeker: Dituntut Berpengalaman, tetapi Tak Diberi Kesempatan

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:30 WIB

7 Zodiak dengan Pemikiran Dewasa dan Bijaksana Melebihi Umurnya

7 Zodiak dengan Pemikiran Dewasa dan Bijaksana Melebihi Umurnya

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:30 WIB

Pemerintah Siapkan SRUK Jadi Infrastruktur Perdagangan Karbon, Pendanaan Lingkungan Diperluas

Pemerintah Siapkan SRUK Jadi Infrastruktur Perdagangan Karbon, Pendanaan Lingkungan Diperluas

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:24 WIB

Bro Ron Skakmat Pramono: Daripada Urus Orang Pindah Partai, Mending Beresin Bau Sampah Rorotan!

Bro Ron Skakmat Pramono: Daripada Urus Orang Pindah Partai, Mending Beresin Bau Sampah Rorotan!

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:20 WIB

Tarif Lepas WNI Naik, Legislator Dorong Pemerintah Benahi Faktor Pemicu Warga Lepas Status WNI

Tarif Lepas WNI Naik, Legislator Dorong Pemerintah Benahi Faktor Pemicu Warga Lepas Status WNI

DPR | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:17 WIB

Menu Digital di Restoran: Efisiensi yang Menggeser Kenyamanan Pelanggan

Menu Digital di Restoran: Efisiensi yang Menggeser Kenyamanan Pelanggan

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:10 WIB

Margin Keuntungan Anjlok Parah Porsche Siapkan Gelombang PHK Massal Ribuan Pekerja

Margin Keuntungan Anjlok Parah Porsche Siapkan Gelombang PHK Massal Ribuan Pekerja

Otomotif | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:10 WIB

3 Tempat Makan di Surabaya yang Bikin Anak Kos Bisa Bertahan Akhir Bulan

3 Tempat Makan di Surabaya yang Bikin Anak Kos Bisa Bertahan Akhir Bulan

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:05 WIB

×