- Timnas Iran resmi dipastikan berpartisipasi pada Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada bulan Juni ini.
- Presiden FIFA Gianni Infantino melakukan lobi intensif untuk memastikan kehadiran Iran meskipun terdapat tensi politik antarnegara.
- Keikutsertaan Iran dalam grup bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru membuktikan bahwa sepak bola melampaui konflik politik.
Suara.com - Kehadiran Timnas Iran pada Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada akhirnya meruntuhkan kekhawatiran publik terkait potensi boikot akibat tensi geopolitik.
Perseteruan politik yang sempat memanas antara Iran dan Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah nyatanya tidak menghalangi langkah Team Melli untuk tetap berlaga.
Situasi tersebut menjadi kelegaan tersendiri bagi Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang sejak awal berupaya menjauhkan urusan politik dari sepak bola internasional.
Dalam konferensi pers menjelang upacara pembukaan Piala Dunia 2026 di Mexico City, Kamis (12/6/2026) WIB, Infantino membagikan cerita di balik layar terkait keikutsertaan Iran.
Pria asal Italia itu mengungkapkan betapa kerasnya upaya lobi yang dilakukan FIFA agar wakil Asia tersebut tetap berpartisipasi dalam turnamen empat tahunan itu.
Lobi Ekstrem Infantino Demi Iran
![Jelang drawing Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Kennedy Center, Washington D.C. diwarnai kritik tajam soal hubungan antara Presiden AS Donald Trump dengan Presien FIFA, Gianni Infantino. [Instagram Getty Images via BBC]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/04/33995-gianni-infantino.jpg)
Upaya meyakinkan Iran sebenarnya sudah dilakukan jauh hari saat tim nasional tersebut menjalani laga persahabatan di Antalya, Turki, pada Maret 2025.
Saat itu, Infantino turun langsung berdialog dengan perwakilan tim untuk memastikan keikutsertaan mereka di Piala Dunia 2026.
Keraguan banyak pihak mengenai keberangkatan Iran dijawab Infantino dengan sebuah komitmen yang tidak biasa.
"Ketika orang menilai tidak mungkin Iran datang ke Piala Dunia, saya memberitahu dan menjanjikan kepada mereka bahwa Iran akan datang (ke Piala Dunia)."
"Bahkan jika saya harus mengemudikan bus dari Teheran ke sini, akan saya lakukan."
Sepak Bola Mengalahkan Konflik Politik
Keteguhan Iran untuk tetap tampil di Piala Dunia mendapat apresiasi tinggi dari Presiden FIFA tersebut.
Menurut Infantino, keputusan itu menjadi bukti bahwa sepak bola mampu melampaui perbedaan dan konflik yang terjadi di luar lapangan.
Ia mengakui proses memastikan kehadiran negara yang tengah berkonflik dengan salah satu tuan rumah bukanlah pekerjaan mudah.
"Tentu saja selalu ada tantangan."
"Tentu saja itu tidak mudah."
"Saya tidak tahu lagi siapa yang bisa memberikan kepastian dalam kondisi saat ini yang tidak bisa kami pengaruhi."
"Pada kondisi ini, Iran dapat datang dan bermain dan di mana pun mereka akan berlaga."
"Saya harap akan selalu ada atmosfer yang bagus karena ini adalah sepak bola."
Iran Siap Hadapi Tantangan di Grup Berat
Isu mundurnya Iran dari Piala Dunia 2026 sempat menjadi perhatian media internasional dalam beberapa bulan terakhir.
Spekulasi tersebut muncul setelah meningkatnya ketegangan politik antara Iran dan Amerika Serikat yang berstatus sebagai salah satu tuan rumah.
Kini, seluruh keraguan itu telah terbantahkan dengan kepastian Iran tampil pada putaran final Piala Dunia 2026.
Dalam turnamen kali ini, Timnas Iran tergabung di grup yang cukup berat bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.