- Timnas Portugal kini bertransformasi menjadi penantang gelar juara Piala Dunia 2026 berkat strategi agresif pelatih Roberto Martinez.
- Kekuatan utama Portugal terletak pada lini tengah berkualitas kelas dunia yang dipimpin oleh Bruno Fernandes dan Vitinha.
- Portugal tidak lagi bergantung pada Cristiano Ronaldo karena memiliki kedalaman skuad berbakat yang produktif dalam mencetak gol.
Suara.com - Ketergantungan Timnas Portugal terhadap sosok megabintang Cristiano Ronaldo diprediksi mulai memudar seiring matangnya generasi emas baru mereka di Piala Dunia 2026.
Skuad berjuluk Selecao das Quinas itu datang ke Amerika Utara bukan lagi sekadar sebagai "Ronaldo FC", melainkan sebagai salah satu penantang serius gelar juara berkat transformasi taktik yang dibangun pelatih Roberto Martinez.
Kombinasi lini depan produktif dan deretan gelandang kelas dunia seperti Bruno Fernandes membuat kekuatan Portugal jauh lebih berbahaya dibandingkan edisi-edisi sebelumnya.
Barisan Gelandang Terbaik di Eropa

Kekuatan utama Portugal jelang bergulirnya turnamen justru berada di sektor tengah yang dihuni pemain-pemain elite seperti Vitinha, Joao Neves, Bernardo Silva, hingga Bruno Fernandes.
Bruno Fernandes datang ke Piala Dunia 2026 dengan kepercayaan diri tinggi setelah memecahkan rekor 21 assist dalam satu musim Liga Inggris bersama Manchester United.
Catatan tersebut melampaui rekor yang sebelumnya dipegang Thierry Henry dan Kevin De Bruyne sebagai kreator peluang terbaik di kompetisi elite Eropa.
Magis Fernandes juga terlihat di level internasional saat mencetak hat-trick dan menciptakan delapan peluang krusial ketika Portugal menghancurkan Armenia dengan skor 9-1.
Sementara itu, Vitinha yang finis di posisi ketiga Ballon d'Or, di bawah Ousmane Dembele dan Lamine Yamal, siap menjadi pengatur tempo permainan Portugal.
Gelandang Paris Saint-Germain tersebut tercatat sebagai pemain dengan jumlah operan sukses terbanyak di lima liga top Eropa musim 2025/2026 dengan torehan 5.234 umpan, sebagaimana data Opta.
Evolusi Mesin Gol Roberto Martinez
Keputusan Federasi Sepak Bola Portugal menunjuk Roberto Martinez pada 2023 terbukti mengubah wajah permainan tim.
Portugal yang sebelumnya sering dianggap terlalu bergantung pada Ronaldo kini menjelma menjadi salah satu tim paling agresif di Eropa.
Statistik menunjukkan skuad Martinez mampu mencetak rata-rata 2,6 gol per pertandingan atau total 100 gol hanya dalam 39 laga internasional.
Agresivitas itu juga terlihat pada fase kualifikasi ketika Portugal melepaskan rata-rata 25 tembakan per pertandingan, tertinggi di antara negara-negara Eropa.
Mentalitas juara mereka semakin kuat setelah sukses menjuarai UEFA Nations League untuk kedua kalinya dengan mengalahkan Jerman dan Spanyol.
Meski Cristiano Ronaldo masih menjadi pencetak gol terbanyak Portugal pada fase kualifikasi, kontribusi pemain lain kini jauh lebih signifikan dibandingkan beberapa tahun lalu.
Joao Felix dan Kedalaman Lini Depan Portugal
Selain Ronaldo, Portugal memiliki banyak opsi berbahaya di lini depan.
Nama-nama seperti Rafael Leao, Pedro Neto, Francisco Conceicao, hingga Joao Felix memberikan variasi serangan yang sulit ditebak lawan.
Joao Felix bahkan berpotensi menjadi kartu as Portugal setelah tampil impresif bersama Al Nassr dengan catatan 20 gol dan 13 assist sepanjang musim lalu.
Statusnya sebagai Pemain Terbaik Liga Arab Saudi, mengungguli Cristiano Ronaldo, menjadi bukti bahwa Felix sedang berada di puncak performa.
Berdasarkan simulasi superkomputer Opta, Portugal saat ini berada di peringkat kelima kandidat juara Piala Dunia 2026 dengan peluang sebesar 7,1 persen.
Misi Menghapus Luka Lama
Piala Dunia 2026 akan menjadi penampilan kesembilan Portugal di putaran final dan yang ketujuh secara beruntun sejak edisi 2002.
Meski memiliki banyak pemain berkualitas, sejarah menunjukkan Portugal belum pernah menjuarai Piala Dunia.
Prestasi terbaik mereka masih sebatas mencapai semifinal pada edisi 1966 ketika diperkuat legenda sepak bola Eusebio.
Kini, dengan kombinasi pengalaman Cristiano Ronaldo dan kualitas generasi baru yang dipimpin Bruno Fernandes serta Vitinha, Portugal memiliki peluang besar untuk membuktikan bahwa mereka bukan lagi sekadar tim yang bergantung pada satu sosok.