- Otoritas Tijuana menemukan jenazah dalam bagasi mobil dekat lokasi latihan Timnas Iran menjelang Piala Dunia 2026.
- Penemuan mayat dengan tanda kekerasan tersebut terjadi di area supermarket yang berada di seberang Stadion Caliente.
- Insiden ini memicu pengetatan pengamanan bersenjata bagi skuad Iran selama menjalani persiapan pertandingan di Meksiko.
Suara.com - Penemuan sesosok jenazah di dekat stadion latihan Timnas Iran di Tijuana, Meksiko pada Piala Dunia 2026, mengejutkan publik.
Penemuan mayat ini terjadi hanya beberapa hari sebelum laga perdana tim tersebut di turnamen.
Menurut laporan otoritas setempat, jenazah ditemukan di dalam bagasi sebuah mobil yang terparkir di area supermarket, tepat di seberang Stadion Caliente.
Polisi mengaku mencurigai kendaraan tersebut setelah mencium bau menyengat saat melakukan patroli rutin.
“Di dalam bagasi, kami menemukan satu orang terbungkus dalam kantong hitam dengan tanda-tanda kekerasan,” ujar pihak kejaksaan Tijuana.
Petugas forensik langsung melakukan pemeriksaan di lokasi sebelum mengevakuasi jenazah.
![Timnas Iran mulai memanaskan mesin jelang Piala Dunia 2026 dengan menggelar latihan terbuka di Tijuana, Meksiko. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/12/17317-timnas-iran.jpg)
Kota Tijuana sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah dengan tingkat kekerasan tinggi di Meksiko.
Data resmi mencatat lebih dari 1.200 kasus pembunuhan terjadi sepanjang 2025.
Insiden ini terjadi di tengah persiapan intensif Iran yang menjadikan Meksiko sebagai basis latihan, setelah rencana awal bermarkas di Amerika Serikat dibatalkan.
Ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat disebut menjadi alasan perubahan tersebut.
Pengamanan tim pun diperketat, dengan pengawalan bersenjata dari Garda Nasional setiap kali skuad bergerak dari hotel ke stadion.
Meski lokasi hanya berjarak sekitar satu menit, langkah ini diambil untuk mengantisipasi risiko keamanan.
Iran dijadwalkan menghadapi Timnas Belgia pada laga pembuka Grup G di Los Angeles.
Hingga kini, pihak tim Iran belum memberikan pernyataan resmi terkait dampak insiden terhadap persiapan mereka.