- Son Heung-min berupaya menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Korea Selatan pada laga Piala Dunia melawan Meksiko.
- Pertandingan yang berlangsung di Estadio Guadalajara ini krusial untuk memastikan langkah Korea Selatan menuju babak gugur turnamen.
- Pelatih Hong Myung-bo melakukan perubahan taktis di lini belakang demi mengimbangi kekuatan tuan rumah Meksiko dalam grup.
Suara.com - Kapten Timnas Korea Selatan, Son Heung-min, kini berada di ambang sejarah besar untuk menjadi pencetak gol terbanyak negaranya di ajang Piala Dunia.
Bintang Los Angeles FC tersebut dipastikan turun sebagai ujung tombak utama saat skuad berjuluk Taeguk Warriors menantang tuan rumah Meksiko pada laga kedua Grup A.
Pertandingan yang digelar di Estadio Guadalajara, Zapopan, ini bukan sekadar menjadi panggung perebutan rekor individu, melainkan juga membuka peluang menuju babak gugur Piala Dunia 2026.
Misi Melampaui Rekor Para Legenda

Menyitat Korea Times, Jumat (19/6/2026), Son Heung-min saat ini telah mengoleksi tiga gol di putaran final Piala Dunia, jumlah yang sama dengan dua legenda Korea Selatan, Park Ji-sung dan Ahn Jung-hwan.
Satu gol tambahan ke gawang Meksiko akan membuat penyerang berusia 33 tahun itu berdiri sendirian sebagai pencetak gol terbanyak Korea Selatan sepanjang sejarah Piala Dunia.
Meski tampil agresif saat mengalahkan Republik Ceko 2-1 pada laga perdana, Son belum berhasil mencatatkan namanya di papan skor.
Situasi tersebut menjadi motivasi tambahan bagi sang kapten untuk segera mengakhiri puasa golnya dan mencetak sejarah baru.
Selain itu, laga ini juga menjadi pembuktian bahwa ketajamannya masih berada di level tertinggi meski kini berkarier di kompetisi Amerika Serikat.
Perubahan Taktik Taeguk Warriors
Pelatih Korea Selatan, Hong Myung-bo, dikabarkan hanya melakukan satu perubahan dalam susunan pemain dibandingkan pertandingan sebelumnya.
Bek sayap Kim Moon-hwan akan tampil sejak menit awal menggantikan Lee Tae-seok untuk memperkuat sektor kanan pertahanan.
Perubahan tersebut membuat Seol Young-woo bergeser ke sisi kiri lini belakang Korea Selatan.
Sementara itu, pahlawan kemenangan atas Republik Ceko, Oh Hyeon-gyu, kembali memulai laga dari bangku cadangan dan disiapkan sebagai opsi serangan pada babak kedua.
Meski demikian, Oh tetap menjadi ancaman berbahaya mengingat dirinya mencetak gol penentu kemenangan saat menghadapi Republik Ceko.
Meksiko Siapkan Penyesuaian di Lini Belakang
Di kubu tuan rumah, Meksiko juga melakukan penyesuaian setelah kehilangan Cesar Montes akibat akumulasi kartu.
Kapten tim Edson Alvarez ditarik ke lini belakang untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Montes.
Sementara itu, lini depan El Tri diperkirakan tetap mengandalkan duet Raul Jimenez dan Julian Quinones yang tampil impresif saat mengalahkan Afrika Selatan pada laga pembuka.
Dukungan puluhan ribu suporter di Estadio Guadalajara diharapkan mampu memberikan keuntungan tersendiri bagi Meksiko untuk menekan Korea Selatan sejak menit pertama.
Pemenang dalam laga ini berpeluang besar mengamankan tiket ke babak 32 besar sekaligus memperkuat posisi di puncak klasemen Grup A.
Persaingan Ketat di Grup A
Grup A menjadi salah satu grup paling kompetitif di Piala Dunia 2026 setelah Korea Selatan dan Meksiko sama-sama mengawali turnamen dengan kemenangan.
Korea Selatan berupaya menjaga momentum positif sepak bola Asia, sedangkan Meksiko memikul ekspektasi besar sebagai salah satu negara tuan rumah.
Atmosfer panas di Estadio Guadalajara diprediksi menjadi tantangan tersendiri bagi skuad asuhan Hong Myung-bo.
Modal kemenangan atas Republik Ceko memberikan kepercayaan diri tinggi bagi Korea Selatan untuk mencuri poin di kandang lawan.
Dengan sejarah pertemuan yang kerap berlangsung sengit, duel kedua tim diperkirakan kembali menyajikan pertandingan berintensitas tinggi dan menentukan arah persaingan Grup A.
