- Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan bahwa proses naturalisasi pemain yang dilakukan Vietnam sah menurut regulasi FIFA.
- Piala AFF 2026 akan berlangsung pada Juli mendatang dengan mempertemukan Indonesia dan Vietnam dalam Grup A.
- PSSI tetap memprioritaskan pembangunan fondasi sepak bola nasional melalui pembinaan pemain usia muda secara berkelanjutan dan terstruktur.
Suara.com - Ketua Umum PSSI Erick Thohir menanggapi kabar yang menyebut Vietnam sedang memproses naturalisasi sejumlah pemain menjelang pertemuan dengan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Menurut Erick, langkah tersebut merupakan hal yang sah dan sesuai regulasi FIFA.
Piala AFF 2026 dijadwalkan berlangsung pada Juli mendatang. Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang play-off antara Brunei Darussalam dan Timor Leste.
Laga Indonesia kontra Vietnam diprediksi menjadi salah satu pertandingan yang paling dinantikan. Rivalitas kedua tim dalam beberapa tahun terakhir membuat persaingan di level Asia Tenggara semakin menarik.
Namun, turnamen ini berlangsung di luar kalender resmi FIFA sehingga setiap tim berpotensi tidak bisa menurunkan skuad terbaiknya karena bergantung pada izin klub masing-masing pemain.
Erick Thohir: Naturalisasi Sah Sesuai Aturan FIFA
![Ketua PSSI Erick Thohir (kanan) berbincang dengan pelati Timnas Indonesia John Herdman (kiri) usai melawan Timnas Bulgaria pada pertandingan final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026). [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/bar]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/31/30539-fifa-series-2026-timnas-indonesia-vs-bulgaria-john-herdman-dan-erick-thohir.jpg)
Vietnam dikabarkan tengah mempercepat proses naturalisasi sejumlah pemain. Berdasarkan laporan media Vietnam, Soha, tiga pemain telah memperoleh paspor Vietnam, yakni Le Giang Patrik, Nguyen Tai Loc, dan Ngo Dang Khoa.
"Karena memang dalam aturan FIFA, naturalisasi bisa dilakukan melalui dua cara. Pertama, pemain yang sudah memperkuat atau bermain di suatu liga selama lima tahun. Kedua, pemain yang memang memiliki garis keturunan," kata Erick Thohir di Sarinah, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
"Namun kembali seperti yang saya sampaikan kemarin di DPR, program naturalisasi ini juga harus diiringi dengan program besar pembangunan grassroots yang tidak kalah penting," lanjutnya.
Seperti diketahui, program naturalisasi pemain juga telah lama dijalankan Timnas Indonesia. Kebijakan tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas skuad Garuda dalam beberapa tahun terakhir.
Meski demikian, Erick menegaskan bahwa naturalisasi bukan solusi jangka panjang. Karena itu, PSSI kini semakin fokus membangun fondasi sepak bola nasional melalui pembinaan pemain usia muda.
"Karena itulah sekarang kita dorong agar semakin banyak event usia muda. Apalagi FIFA kemarin di Miami, dalam salah satu diskusi manajemen tingkat tinggi, menyampaikan bahwa mereka akan kembali mendorong kejuaraan dunia U-15 dengan format festival," ujarnya.
"Ini juga harus kita antisipasi. Jangan sampai kita kembali ketinggalan kereta dan tidak membangun fondasi generasi muda," tegas Erick.
Erick Puas dengan Perkembangan Pemain Muda Timnas Indonesia
Lebih lanjut, Erick mengaku puas dengan perkembangan sejumlah pemain muda Timnas Indonesia di bawah arahan pelatih John Herdman.
Menurutnya, beberapa pemain muda mulai mendapatkan kesempatan bermain yang lebih besar dan menunjukkan perkembangan positif.
"Hari ini Coach John juga sudah memberikan bukti. Seperti Mathew Baker yang diberi kepercayaan bermain. Donny Tri saya rasa juga sudah mulai masuk ke jajaran starting line-up," ungkap Erick.
"Hal-hal seperti inilah yang menunjukkan progres dan kontinuitas tim nasional, baik di U-17 maupun U-19, sehingga bisa menjadi bagian dari pengembangan sepak bola Indonesia," pungkasnya.
