- Vinicius Jr mencetak dua gol saat Brasil mengalahkan Skotlandia 3-0 dalam laga terakhir Grup C Piala Dunia 2026.
- Hasil kemenangan tersebut memastikan tim asuhan Carlo Ancelotti lolos ke babak 32 besar sebagai juara grup utama.
- Neymar kembali tampil setelah absen panjang dan mencatatkan rekor partisipasi di empat edisi Piala Dunia yang berbeda.
Suara.com - Vinicius Jr kembali menunjukkan kelasnya sebagai bintang masa depan Timnas Brasil setelah tampil gemilang dalam kemenangan 3-0 atas Skotlandia pada laga terakhir Grup C Piala Dunia 2026.
Dua gol yang dicetak penyerang Real Madrid itu tidak hanya mengantarkan Selecao lolos ke babak 32 besar sebagai juara grup, tetapi juga membuat namanya sejajar dengan sejumlah legenda sepak bola Brasil.
Berdasarkan data Opta, Vinicius Jr menjadi pemain kelima Brasil yang mampu mencetak gol dalam seluruh pertandingan fase grup dalam satu edisi Piala Dunia.
Sebelumnya, pencapaian tersebut hanya pernah diraih Jairzinho pada 1970, Romario pada 1994, serta Ronaldo Nazario dan Rivaldo pada edisi 2002.
Samai Rekor Ronaldo, Neymar, dan Jairzinho
![Timnas Brasil harus memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 tanpa bintang utama, Neymar. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/13/35316-neymar.jpg)
Ketajaman Vinicius sepanjang fase grup menjadi salah satu sorotan utama di Piala Dunia 2026.
Total empat gol yang dicetaknya membuat sang pemain menyamai rekor milik Ronaldo Nazario (2002), Neymar (2014), dan Jairzinho (1970) sebagai pemain Brasil dengan koleksi gol terbanyak dalam satu fase grup Piala Dunia.
Kontribusinya juga sangat besar bagi tim asuhan Carlo Ancelotti. Vinicius tercatat terlibat dalam delapan dari 15 gol terakhir Brasil di dua edisi Piala Dunia terakhir.
Gol pertama lahir pada menit ketujuh setelah memanfaatkan kesalahan fatal bek Skotlandia, Scott McKenna.
Vinicius kemudian menggandakan keunggulan Brasil lewat sundulan tajam menjelang turun minum setelah menerima umpan matang dari Bruno Guimarães.
Meski gagal mencetak hattrick setelah peluang emasnya digagalkan Angus Gunn pada akhir pertandingan, performanya tetap menjadi yang paling menonjol di lapangan.
Neymar Kembali Setelah Absen Panjang
Kemenangan Brasil semakin sempurna berkat gol ketiga yang dicetak Matheus Cunha pada menit ke-60.
Namun, sorotan publik tidak hanya tertuju pada Vinicius. Momen emosional terjadi ketika Neymar masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-76 dan menandai comeback-nya setelah absen selama 981 hari akibat cedera panjang.
Dengan penampilan tersebut, Neymar resmi menjadi pemain keempat Brasil yang tampil di empat edisi Piala Dunia berbeda setelah Pelé, Cafu, dan Djalma Santos.
Kembalinya sang megabintang memberikan suntikan moral tambahan bagi skuad muda Brasil yang tengah memburu gelar juara dunia keenam mereka.
Bruno Guimarães dan Ancelotti Ikut Cetak Rekor
Selain Vinicius, Bruno Guimarães juga tampil impresif dengan menyumbangkan dua assist dalam pertandingan ini.
Catatan tersebut membuat gelandang Newcastle United itu menjadi pemain Brasil kedua yang mencatatkan lebih dari satu assist dalam satu laga Piala Dunia pada abad ke-21 setelah Kaká pada 2010.
Di sisi lain, Carlo Ancelotti juga menorehkan pencapaian tersendiri. Pelatih asal Italia tersebut menjadi manajer Italia pertama yang berhasil membawa tim lolos ke fase gugur Piala Dunia sejak Fabio Capello pada 2010.
Permainan kolektif Brasil yang semakin matang menjadi sinyal bahaya bagi lawan-lawan mereka di babak knockout nanti.
Brasil Makin Mantap Jadi Kandidat Juara
Keberhasilan mengalahkan Skotlandia memastikan Brasil finis sebagai juara Grup C dengan catatan dua kemenangan dan satu hasil imbang.
Selecao juga mempertahankan tradisi impresif mereka yang selalu mampu menjadi juara grup sejak Piala Dunia 1982.
Secara statistik, Brasil tampil dominan sejak awal pertandingan. Mereka melepaskan 11 tembakan pada babak pertama, jumlah terbanyak yang dicatatkan tim tersebut dalam laga fase grup sejak edisi 2018.
Dengan performa Vinicius Jr yang sedang berada di puncak permainan dan kembalinya Neymar ke skuad, Brasil semakin mempertegas statusnya sebagai salah satu favorit utama juara Piala Dunia 2026.
Kini, perhatian publik tertuju pada langkah berikutnya. Mampukah Vinicius melanjutkan ketajamannya dan membawa Brasil meraih trofi dunia keenam dalam sejarah sepak bola Negeri Samba?
