- Timnas Prancis mengalahkan Paraguay 1-0 dalam babak 16 besar Piala Dunia 2026 melalui gol penalti Kylian Mbappe.
- Bek Paraguay Juan Jose Caceres melakukan penjagaan agresif dan terlibat adu mulut dengan Mbappe selama pertandingan berlangsung.
- Mbappe mengkritik permainan keras lawan, namun Caceres menegaskan Paraguay telah berupaya maksimal meski akhirnya harus tersingkir dari turnamen.
Suara.com - Laga sengit antara Paraguay dan Prancis di babak 16 besar Piala Dunia 2026 menyisakan cerita panas di lapangan.
Bek Paraguay, Juan Jose Caceres, mengungkap duel kerasnya dengan bintang Prancis, Kylian Mbappe, dalam pertandingan yang berakhir 1-0 untuk Les Bleus.
Caceres menyebut Mbappe bukan lawan yang mudah dihentikan.
Ia bahkan mengaku harus bermain agresif agar tidak kehilangan kendali terhadap pergerakan sang penyerang.
“Untungnya dia lebih sering main di tengah, bukan di sisi saya. Saya harus benar-benar menekannya, kalau tidak dia akan lolos,” ujar Caceres usai pertandingan.
Tak hanya duel fisik, pertandingan juga diwarnai adu mulut antara kedua pemain.
![Bek Paraguay, Juan José Cáceres, mengungkap duel kerasnya dengan bintang Prancis, Kylian Mbappé, dalam pertandingan yang berakhir 1-0 untuk Les Bleus. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/06/39242-mbappe.jpg)
Caceres mengungkap momen unik saat Mbappe melontarkan kalimat bernada provokasi.
“Dia bilang, ‘Apa? Mau cium saya?’ Saya jawab saja, ‘Ya, kalau kamu mau’,” kata Caceres sambil tertawa seperti dikutip dari TycSport.
Di sisi lain, Mbappe yang mencetak gol kemenangan lewat penalti mengaku kesal dengan permainan keras Paraguay.
Kylian Mbappe menilai pertandingan berjalan dengan tensi tinggi dan penuh kontak fisik.
“Kami membuktikan bahwa kami bukan hanya tim yang bermain indah. Kalau harus bermain keras, kami juga bisa melakukannya,” ujar Mbappe.
Namun, Caceres menegaskan timnya hanya berusaha tampil maksimal di lapangan.
Caceres membantah anggapan bahwa Paraguay bermain kotor dalam laga tersebut.
“Saya tidak mendengar apa yang dia katakan. Kami hanya melakukan tugas kami di lapangan,” tegasnya.
Meski tersingkir, Cáceres menyebut Paraguay telah memberikan segalanya. Ia menilai timnya bermain layaknya final di setiap momen pertandingan.
“Kami meninggalkan segalanya di lapangan. Setiap bola kami anggap final. Kami kalah, tapi tetap berdiri,” pungkasnya.
